Suamiku Anak SMA

Suamiku Anak SMA
Masa lalu (part 2)


__ADS_3

Usai menyelesaikan urusannya dengan kecelakaan Marco dan menghubungi pihak keluarganya, kini Jordy kembali menemui Riana untuk menenangkan wanita yang masih berstatus kekasihnya tersebut.


Sekaligus mengantarkannya pulang kerumahnya.


Niat awalnya mengajak Riana bertemu untuk mengakhiri hubungannya, dikarenakan Jordy sudah dijodohkan dengan Indri oleh keluarganya.


Namun melihat kondisi Riana yang sekarang, kini Niatnya ia urungkan. Ia merasa bersalah pada dirinya sendiri yang tak mampu menyelamatkan kekasihnya sebelum kejadian Naas itu terjadi.


Ia sangat menyesal mengajak bertemu Riana, hingga sesuatu buruk menimpa kekasihnya karena kesalahan fatal yang ia lakukan, terlambat datang ketempat janjiannya bertemu.


"Ri, aku benar-benar minta maaf, aku terlambat datang, ini semua salahku seharusnya aku datang tepat waktu." Memeluk Riana yang masih menangis tersedu-sedu.


"Pergi mas, aku sudah kotor, aku kotor!" teriaknya dengan linangan air mata yang memenuhi kedua pipinya.


"Aku minta maaf Ri,!" jordy enggan untuk melepas pelukannya.


"Pergiiiii...aku bilang pergiii!" Riana berteriak marah.


"Tapi Ri,?"


"Pergi, aku nggak mau lihat mas Jordy lagi pergi!" Ia melempari Jordy dengan apapun yang berada didekatnya.


"Baik Ri aku pergi, tapi kamu harus tenang, jangan berbuat hal nekat, sekarang udah malem aku pulang dulu, besok aku akan kembali kesini."Ucapnya sembari menutup pintu kamar Riana bergegas keluar meninggalkan rumah Riana.


.................

__ADS_1


3 bulan setelah peristiwa Naas itu terjadi, Jordy kini telah resmi menikah dengan Aira Indriana.


Dan di bulan ke 7 ia kembali menemui Riana, sekedar ingin mengetahui keadaannya.


Tok..tok..tok..


Saat pintunya terbuka, Jordy tercengang melihat keadaan Riana yang sekarang terlihat begitu menyedihkan, Badan yang dulu ideal bersih dan terawat, kini berubah menjadi kurus dan kusam.


Lalu matanya memicing kearah perut Riana yang terlihat membuncit, dengan ukuran lumayan besar seperti akan hendak melahirkan.


"R-ri kamu?" tanyanya dengan masih memasang wajah terkejutnya.


"Ada perlu apa lagi mas Jordy datang kesini,?" ucapnya sembari membuang muka.


"Kamu hamil anak nya Marco Ri?" ucapnya dengan tatapan sedih.


Beberapa saat Riana hanya terdiam enggan untuk bicara.


"Aku akan tanggung jawab Ri, aku akan nikahin kamu." Ucapnya mantap.


Seketika membuat Riana mendongak dengan wajah terkejutnya. Riana menggeleng, dengan mata yang mulai berjaca-kaca.


"Nggak mas, anak ini hanya anak aku, tidak perlu ada yang harus bertanggung jawab disini."


"Tapi dia butuh Ayah Ri, apa kata orang kamu hamil tanpa suami, lagian kasihan Anak kamu harus terlahir tanpa seorang ayah." ucap jordy.

__ADS_1


"Mungkin memang harus jalannya seperti ini mas, aku sudah terbiasa mendapat gunjingan dari orang-orang tentang kehamilan aku yang tanpa setatus pernikahan."


"Tapi Ri-"


"Sudahlah mas, lebih baik mas Jordy Cari perempuan lain yang pantas mendampingi mas jordy." ucapnya mulai terisak.


"Please Ri, ijinkan aku jadi ayah untuk anak yang sedang kamu kandung saat ini, aku janji setelah kamu melahirkan. terserah kamu maunya bagaimana, jika kamu ingin perceraian aku pun akan terima."


Setelah dengan berbagai macam cara Jordy coba, Akhirnya hati Riana pun luluh dan mau menikah dengan Jordy malam itu juga.


hari-hari berikutnya jordy tak lagi tinggal bersama Riana, Namun ia membawa istrinya tersebut untuk pindah ketempat yang lebih jauh dari tempat tinggalnya yang semula, untuk menghindari gunjingan para tetangga yang tak henti-hentinya mencibir.


Lalu Jordy kembali pulang kerumah dan berkata pada Indri jika kemarin sedang Ada proyek mendadak di tempat kerjanya.


Dan 2 bulan kemudian Riana melahirkan Anak kembar laki-laki, Namun sayang salah satu bayinya meninggal saat berusia satu hari.


Hari demi hari berganti dari minggu, bulan, hingga ke tahun, Kini devan berusia 7 tahun. Jordy pun membawanya kejakarta bersama dengan Riana untuk berlibur Ke Ancol


"Bagus ya yah,!" Teriak devan dengan mata berbinar, melirik kekanan dan kekiri. sementara Riana tersenyum melihat pemandangan di hadapannya.


"Devan suka,?" tanya Jordy tersenyum hangat.


Ia mengangguk senang "Suka banget yah!"


Tanpa Jordy sadari sepasang mata memperhatikannya sejak awal kedatangannya.

__ADS_1


__ADS_2