
Pukul 5:27 Nada terbangun dari tidurnya, meraba sisi kasur sebelah kirinya dengan mata setengah terpejam.
Saat menyentuh kasur bekas Ando tidur semalam sudah dingin, menandakan Ando sudah lama pergi, Nada hanya bisa menghembuskan nafas panjangnya.
Lalu kilasan matanya tak sengaja menangkap secarik kertas yang tergeletak diatas kasur.
Perlahan Tangannya terulur meraih kertas tersebut lalu membacanya.
Yang sorry, aku berangkat lebih pagi. mau mampir dulu ke Cafe ada sedikit masalah katanya, jangan lupa makan dan minum obat I love you.
Nada kembali menghela nafasnya, sembari berdecak, "Lewat chat juga bisa kali, pake acara nulis-nulis segala!" gerutunya.
Namun detik kemudian ia malah tersenyum sendiri.
...........
"Kamu tega sama Davin mas!" ujar Riana histeris, saat pagi ini suaminya baru sampai di bandung.
memaksakan diri pulang kesana, karena mendengar Davin kembali masuk kedalam sel tahanan, Namun papa Jordy mengatakan tidak mau membebaskan Davin.
"Semua ini demi kebaikan Anak itu Ri, dia terlalu sering membuat onar, coba kamu ingat-ingat sudah berapa kali ia keluar masuk penjara dengan kasus yang sama."
"Kamu benar-benar udah nggak peduli sama Davin ya mas, sekarang!" dengan mata berkaca-kaca.
"Kamu bilang mau bertanggung jawab penuh Atas Davin, mana buktinya!"Suara Riana kian bertambah keras, diiringi dengan isak tangisnya yang kian bertambah tak kalah kerasnya.
"Cukup Ri, aku pusing!"
Tok..tok..tok...
Suara ketukan pintu yang terdengar begitu nyaring, seketika menghentikan obrolan sengit keduanya.
Lalu Papa jordy beranjak membuka pintu, dengan perasaan ogah-ogahan.
"Apa betul ini rumah pak Jordy dan bu Riana?" Ucap seseorang yang tak lain adalah Pak Rudi kepala Rt sekitar.
__ADS_1
"I-iya pak betul!"
"Begini pak, Anak bapak dan ke 6 temannya saat ini sedang ditahan oleh warga di Rumah saya, beliau terlibat tauran masal tadi siang, beruntung bukan polisi yang menangkapnya, hanya warga sekitar, dan mereka tidak main hakim sendiri." Ujar Pak Rt menjelaskan.
"A-apa pak, Gilang anak saya ikut tauran?" Ucapnya dengan mata terbelalak lebar.
"Betul pak, mari ikut saya untuk menemui Anak bapak sekaligus minta maaf pada warga yang sudah merasa resah dan terganggu, oleh perilaku anak bapak dan teman-temannya. karena warga terlihat marah-marah sejak tadi, yang saya khawatirkan mereka nekat dan main hakim sendiri."
"Baik pa, saya segera kesana!"
.....................
Usai menemui Gilang di rumah pak Rt dan meminta maaf pada warga setempat, ia pun menyeret paksa Gilang untuk pulang.
"Kamu mau jadi apa sih, ngikutin jejak kakak kamu biar mendekam di penjara gitu?"
Bentak papa Jordy dengan emosi yang meluap-luap.
Sementara Gilang hanya tertunduk takut, tak berani menatapnya barang sedetikpun.
Berawal dengan Ando tahu rahasia besarnya, melukai Menantunya, dan berakhir dengan perceraian dengan istri pertamanya.
Kemudian Davin terkena kasus dengan polisi, lalu siang tadi beberapa klien dan Investor nya membatalkan kerja sama yang hanya tinggal selangkah lagi secara tiba-tiba.
Dan apa lagi ini, anak bungsunya terlibat tauran masal. semua itu benar-benar membuat otaknya berhenti bekerja.
"Udahlah mas, kamu jangan nambah-nambahin masalah, gilang kan hanya ikut-ikutan." sembari memeluk kepala putranya dan mengelusnya sayang.
Papa Jordy beranjak dari duduknya, lalu menghela nafas beratnya, ia berusaha sekuat mungkin untuk menenangkan diri agar tidak mudah terpancing emosi.
"Ini semua salah kamu Ri, kamu terlalu memanjakan mereka!" ucapnya, sembari meraih kunci mobil lalu bergegas pergi.
..............
Pukul 13:01 Ando sampai dirumah, langsung berjalan menuju dapur, mengambil satu botol air mineral dingin dari dalam kulkas, lalu menenggaknya hingga tersisa setengah.
__ADS_1
"Mas Ando udah pulang?"
Terdengar seseorang menyapanya dari belakang, yang terdengar Aneh dan menggelikan di indra pendengarannya.
Ia menoleh ke belakang, dimana ada seseorang perempuan muda berdiri disana menggunakan Apron, sambil tersenyum kearahnya.
"Kenalin mas, saya Tiara Art di rumah ini." ucapnya dengan tangan terulur.
Ando menatapnya malas, mengangguk kecil. lalu beranjak pergi, meninggalkan Tiara yang berdiri mematung dengan tangannya yang masih terulur kedepan.
Ando bukanlah tipe cowok bodoh yang tidak jeli menangkap gelagat perempuan yang ingin mendekatinya.
Ia pun memilih segera masuk kamar menemui Istrinya.
Ando membuka dan menutup kembali pintu kamar sepelan mungkin.
Dan saat ia masuk pemandangan yang dilihatnya pertama kali Adalah tubuh istrinya yang sedang terlelap tidur siang di atas tempat tidur tanpa selimut, dengan Kaos yang tersingkap keatas, hingga menampilkan bagian perutnya yang terekpos bebas.
Ando menatapnya dengan tersenyum geli, lalu menghampiri Istrinya.
Ia membaringkan tubuhnya tepat di samping Nada, dan bayangan-bayangan yang sempat terfikirkan tadi, kini kembali bermunculan.
Usai pulang dari Cafe tadi pagi, ia berfikir ingin menambah satu cabang Cafe lagi, mempekerjakan Anak-anak pengamen jalanan seperti Agil, Beny, dan Ramon agar mempunyai pekerjaan yang lebih baik.
Saat semalam ia di hubungi oleh Danu, selaku salah satu pekerjanya yang terpercaya bahwa di Cafe bermasalah, ternyata tidak! Justru ia mendapatkan surprise yang mengharukan dari Danu.
Cafe nya kini semakin Rame, bahkan beberapa pelayannya merasa kewalahan, dan penghasilannya bertambah 3x lipat dari biasanya.
Ia sangat bersyukur, dibalik begitu banyaknya masalah di keluarganya, kini banyak juga hal-hal positif lainnya yang turut memenuhi fikirannya.
Ia lalu kembali memandang lekat wajah Istrinya yang terlihat lebih cantik berkali lipat saat tidur. mencuri satu ciuman di pipinya dan berakhir di bibirnya.
"Terimakasih sayang, masih menemaniku sampai detik ini." Ucapnya, sembari mencium kening istrinya dalam.
"I love you my wife."
__ADS_1