Suamiku Anak SMA

Suamiku Anak SMA
Rencana Promil


__ADS_3

Jam menunjukan pukul 12:37 siang, ketiganya bahkan sudah puas berbelanja, menonton, dan kembali makan ditempat semula.


"Gue duluan ya, udah di jemput suami!" ucap Nada, setelah melihat isi pesan chat yang dikirimkan oleh suaminya.


"Cie yang udah punya suami!" Bianca mencibir.


"Eh bareng aja yuk Bi, gue pen lihat si ganteng!" Ucap Chaca.


"Hati-hati lo, udah jadi laki orang tuh." Bianca beranjak dari duduknya bersamaan dengan Nada.


"Elaahh, kagum doang nggak apa-apa kan Nad?"


Ketiganya kini berjalan beriringan ke arah parkir.


"Gila, keren banget Nad suami lo, gue mau dong satu yang begituan!" seru Chaca


Dari kejauhan terlihat Ando sedang duduk menyamping di atas motor gedenya, dan kini ia sudah berganti pakaian, dengan bawahan celana jeans Navy, atasan kaos putih yang di lapisi jaket kulit, dan alas kakinya menggunakan sneakers berwarna Abu muda.


Rambutnya sedikit acak-acakan terkena gesekan helm, yang justru membuatnya terlihat lebih sexy, serta kaca mata hitam yang bertengger diatas hidungnya, menambah kesan keren dan Cool.


"Aduh lemes nih kaki gue, ternyata kalau dilihat dari deket lebih ganteng ya!" Bisik Chaca meremas jemari Nada.


"Gimana rasanya jadi lo Nad, yang bisa ketemu tiap hari, bahkan tidur bareng, gila gue nggak bisa bayangin!" Lanjut Chaca berceloteh.


Nada menggeleng-gelengkan kepala, sedangkan Bianca menatap Ando tanpa berkedip.


"Ando kenalin ini sahabat aku Chaca sama Bianca." Ujar Nada saat sudah sampai di parkiran.


"Ando!" Ucapnya dengan kedua tangan yang dimasukan kedalam saku jaket. ia tak berminat berjabatan tangan dengan dua sahabat Nada.


"Aku duluan ya Bi Cha." Nada menaiki motornya bersama Ando.


Sedangkan Bianca dan Chaca masih terbengong dengan mulut menganga, hingga motor yang ditumpangi Ando dan Nada menghilang dari pandangannya.


..............


"Kok lewat sini?" tanyanya heran saat Ando melajukan motornya kearah lain.


"Sorry yang, aku ada tanding basket sama Miko dan teman-temannya!"


"Siapa lagi tuh Miko,? kok aku baru denger."


"Masih temen sekelas sih, dia emang suka nyari masalah terus sama aku!"


"Kok bisa kenapa?"


"Nggak tahu juga sih, Aneh emang tuh anak!"


"Ngiri kali sama kamu."


"Entahlah!"


Ando menepikan motornya, ditempat parkir yang sudah di sediakan, bersama motor-motor milik yang lainnya yang sudah terlebih dulu sampai disana.


"Ini tempat apaan sih?" ucapnya bertanya pada Ando, karena memang baru pertama kali ia datang ke tempat seperti ini.


Sebuah gedung yang lumayan besar, namun tidak memiliki bentuk yang unik, yang seperti biasa ia lihat.


"3 bulan sekali aku kesini yang, biasa si Miko nggak ada nyerahnya meskipun selalu kalah."


"Iya gitu?" balasnya mencibir.


"Nggak percaya?"


"Nggak!"


"Aku bakal buktiin."


"Tapi aku butuh Vitamin biar semangat." Ucapnya dengan wajah yang dibuat lesu.


"Vitamin apa?" Nada memandangnya dengan kening berkerut.


"Ini!" menunjuk pipi kirinya.


"Apa sih?" Ucapnya dengan wajah polos.


"Ck, masa nggak ngerti sih"


"Apaan,?"


"Sun, sayang! biar akunya semangat."


"D-disini?"


"Iyalah dimana lagi."


"T-tapi ini kan tempat umum Ando, kamu jangan Ngaco deh."


"Mau kamu yang C*um atau aku, tapi kalau aku yang C*um terserah aku lho, maunya dibagian mana."


"Ok aku aja!" potongnya cepat.


Pasalnya kalau Ando yang melakukannya bisa-bisa ia tidak jadi tanding, justru malah mengajaknya kembali pulang.


Cup..


Ando membalikan arah pipinya. "Yang kanan juga, soalnya kalau yang kiri doang Nanti ngiri yang!"


"Ihs, tadi bilangnya yang kiri doang!"

__ADS_1


"kapan aku bilang gitu." Ucapnya dengan kening berkerut.


"Ayo dong sayang, biar akunya semangat."


"Iya, iya!"


Saat Nada mulai kembali mendekatkan wajahnya, Ando justru menoleh hingga bibirnya bersentuhan.


Dan saat Nada kembali menarik dirinya, justru Ando malah menahan tengkuknya, ********** dalam.


"Ihs, apa-apaan sih kamu tuh, malu tahu!"


Ujar Nada saat Ando telah melepas pagutannya.


Ando menoleh kekiri dan kekanan. "Nggak ada siapa-siapa kok, lagian udah halal ini!" Ucapnya tanpa dosa, dan ngeloyor pergi.


"Dasar nyebelin!" Ketus Nada.


"Tapi Ngangenin!" balasnya santai, sembari terus melangkah.


"Andooo woyyy!"


Pandu dan Danang berlari kecil dari Arah depan.


"Punya gue di bawa kan?" seru Ando saat keduanya mulai mendekat.


"Bawalah, buruan sana ganti, 15 menit lagi mulai tuh!" balas Danang.


"Tapi?"


Ando melirik kearah Istrinya.


"Soal Nada Aman! Gue udah misahin kursi paling depan." Seru Pandu, seakan mengerti isi Pikiran sahabatnya.


"Ok thanks bro!"


"Yang, sama Pandu dulu ya, aku sama Danang mau ganti baju dulu!" Ucapnya yang langsung pergi.


"Neng Cantik ikut Abang Pandu dulu ya!" Pandu memimpin langkahnya menuju kursi penonton.


Nada hanya mengangguk patuh mengikuti pemuda yang berstatus sahabat dari suaminya tersebut.


"Duduk sini ya, Abang mau kelapangan dulu."


Nada tersenyum geli, dengan gaya bahasa Pandu yang sudah seperti seorang cowok yang berpamitan pada ceweknya.


Nada menurut, duduk di kursi penonton di jajaran paling depan, bersama penonton lainnya yang kini mulai memenuhi area tersebut.


Masing-masing tim sudah berkumpul di area lapangan untuk melakukan pemanasan.


Dan 5 menit kemudian pertandingan pun dimulai, bersamaan dengan suara riuh tepuk tangan dari seluruh penonton, yang keseluruhannya merupakan anak-anak Sma Pelita Bangsa.


"Andoo...go...Andoo!"


Ia menoleh kearah belakang yang hanya terhalang satu baris kursi penonton, dan dugaannya benar! dia adalah Marissa.


Seorang gadis yang pernah di temuinya saat di pesta bang Rasyid beberapa waktu lalu.


"Andoo semangat I Love You."


lagi-lagi suara nyaring Marissa terdengar, menyebutkan nama suaminya, membuat perasaannya kini kian berkecamuk tidak karuan.


Antara risih dan sebal menjadi satu.


"Yaaahhhhhh!"


Teriakan sendu dari penonton lain, membuyarkan lamunannya.


Tim Miko memenangkan 1 skor pertama.


Nada memperhatikan Ando yang sedang mengatur Nafasnya, raut mukanya terlihat kecewa.


Nada menghela Nafas, mencoba berdiri menghempaskan sejenak rasa gengsi dan malunya, lalu berteriak semampu yang ia bisa.


"Andooo semangat!"


Sontak seluruh penonton menoleh kearahnya dengan tatapan bertanya.


Terutama Ando, tuubuhnya membeku seketika, melihat keberanian sang istri, yang tidak seperti biasanya.


Namun detik kemudian ia tersenyum, energi nya kian bertambah 1000%, dengan semangat 45 ia pun segera merebut bola dari tim Miko.


Mendrible bola lalu melemparnya kearah Ring.


"Yeeeeee!!"


Kembali suara riuh tepuk tangan terdengar menggema, terutama dari kalangan murid perempuan.


Dan begitu seterusnya.


1 jam permainan selesai, dan di menangkan oleh tim Ando.


"Andoo!" Marissa berlari kecil menghampiri Ando, membawa satu botol air mineral.


"Selamat ya Ando, dari dulu lo emang ter the best, haus ya? nih gue bawain minum buat lo." tangannya terulur memberikan botol minum kearah Ando.


Ando menoleh kearah Pandu. "Buat lo pan!"


Lalu bergegas pergi.

__ADS_1


Membuat Marissa memberengut kesal.


"Makasih Cantik!" ujar Pandu.


Namun Marissa memilih diam.


Dari kejauhan Ando tersenyum manis menatap Istrinya penuh cinta.


"Cape ya?" seru Nada saat Ando sudah berada dihadapannya.


"Capenya langsung hilang lihat senyum kamu!"


"Receh banget!" Balas Nada menahan tawa.


"Eh serius tahu,"


"Sini aku lap in, kamu udah kaya abis mandi keringet tahu nggak sih.?" Tangannya terulur mulai mengelapi wajah dan leher Ando menggunakan Tisu yang selalu ia bawa didalam tasnya.


Dan Tanpa Nada sadari Ando terus menatapnya seakan tidak ada bosannya melihat wajah cantik sang istri, meskipun setiap hari selalu bertemu.


Bagi Ando Nada adalah karya tuhan yang paling Indah, yang tak ingin ia lewatkan barang sedetikpun.


"Selesai!"


Ando yang ketahuan sedang memandanginya kini jadi salah tingkah.


"A-aku ganti baju dulu ya yang bentaran, tunggu disini jangan kemana-kemana." Ucapnya langsung bergegas pergi.


Miko dan keempat temannya, menghadang Nada dan Ando, yang sedang bersiap akan pulang.


"Bulan depan kita main lagi, jangan ngerasa menang dulu lo, karena gue belum ngerasa kalah, Catet baik-baik!" Seru Miko , dan ia sempatkan melirik Nada sebelum melanjutkan langkahnya.


"Gue tunggu!" Balas Ando, lalu mengenakan helmnya dan melesat pergi melewati Miko dan keempat sahabatnya yang juga tengah bersiap untuk pulang.


...........


Malam hari usai melakukan kegiatan Favorit nya, Ando menyenderkan tubuhnya di senderan Ranjang, lalu ia melirik istrinya yang masih lemas akibat ulahnya.


"Yang!"


"Hmmm."


Nada hanya bergumam pelan sebagai jawaban, karena matanya kini sudah mulai terpejam.


"Cape ya?" Bisiknya.


"Besok aku libur yang."


"Jadi kita manfaatin waktunya sebaik mungkin."


"Gimana kalau besok kita ke Dokter!"


Nada mengerjapkan matanya, mendengar penuturan Ando yang terakhir.


"Ngapain ke Dokter, aku kan udah sembuh," balas Nada dengan kening berkerut.


"Ke Dokter kandungan!"


Nada yang semula menutup kembali matanya, kini melotot seketika.


"D-dokter kandungan?"


Ando mengangguk. "Iya, mau ya!"


"T-tapi aku kan nggak hamil."


"Iya, makanya aku ajak ke Dokter kandungan kita periksa, sekaligus program hamil."


"Mau ya!" Ucapnya dengan tatapan memohon.


"Kalau aku sih nggak masalah, bentar lagi juga wisuda, tapi kamu kan masih sekolah Ando, kamu yakin mau punya Anak?" Nada menatapnya tak percaya.


"Jadi kamu udah siap jadi ibu?" Ucapnya dengan mata berbinar, tanpa mempedulikan pertanyaan Nada yang lain.


"Ihs, suka nggak nyambung deh, nyebelin!" Ucapnya mengerucutkan bibir.


Ando terkekeh, sembari menyembunyikan wajahnya di leher Nada, menghirup dalam aroma khas istrinya.


"Aku udah siap 100% jadi Ayah, dan soal sekolah itu bukan masalah, saat kamu melahirkan Nanti otomatis aku udah lulus."


"Karena setahu aku, hamil sampai lahir itu 9 bulan kan, sedangkan sisa waktu sekolah aku kurang dari segitu, jadi intinya nggak ada yang harus di khawatirkan bukan?"


"Jadi untuk mempercepat kehadirannya, kita harus lebih rajin melakukannya yang!" Ucapnya dengan senyum di kulum.


"Ihs, dasar m*sum."


"Kita mulai dari sekarang!" ucapnya dengan senyum menggoda.


Nada memelototinya sebal, "Barusan kan udah!"


"Lagi!"


Dan ucapan Ando tak terbantahkan, kini keduanya melakukannya lagi dan lagi, hingga rasa lelah dan kantuk menyerang keduanya.


.


.


Jangan lupa like nya sayang-sayangku biar Author semangat nulisnya terimakasih😊

__ADS_1


..


..


__ADS_2