Suamiku Anak SMA

Suamiku Anak SMA
Si pemilik hati yang kuat


__ADS_3

"Hai sayang, maaf mama telat ya, soalnya agak macet tadi." ucap mama Indri yang baru saja tiba di Cafe santuy, sementara Nada dan Ando sudah sampai terlebih dahulu.


"Nggak apa-apa kok ma!" ucap Nada sembari meraih tangan mama Indri lalu menciumnya.


Sementara Ando pura-pura sibuk dengan benda pipih ditangannya. meski sebelum berangkat Nada sudah mewanti-wanti Agar bersikap baik saat bertemu mamanya.


"Yang aku ketoilet dulu." ucapnya sembari langsung beranjak dari duduknya.


Keduanya memilih menu minuman, lalu kemudian memesannya.


"Saya pesan Ice Drink aja mbak" Ucapnya pada pelayan Cafe.


"Mama apa ma?"


"Mama Milk tea aja, kamu nggak pesan makanan Nad?"


"Nggak ma,!"


"Yaudah mbak, milk tea sama Ice Drink aja!" Ucap Nada.


"Baik, ditunggu ya!" ucap pelayan tersebut seraya melangkah pergi


"Maafin atas sikap Ando ya ma!" ucap Nada kemudian, merasa tak enak hati.


"Nggak apa-apa sayang, mama sudah terbiasa kok dengan sifat cueknya Ando." ucap mama Indri terlihat tegar.


"Eh katanya di chat semalem mau ngomong sesuatu yang penting ke mama, Apa?"


"Euhhmz, Nada mau tanya sesuatu boleh,? tapi mama jangan marah ya!"ucapnya kemudian.


"Nanya apa sih sayang, kok kayaknya serius banget gitu?" ucap mama Indri penasaran.


"Ma, Papa punya istri lagi kan selain mama?"

__ADS_1


tanya Nada hati-hati.


"Eh, Nada tahu dari mana ?" Ucapnya kaget.


"Iya kan ma?"


"Kamu tahu dari mana sih Nak.?" tanyanya setengah berbisik. pasalnya hanya ia dan suaminya yang tahu soal ini, sengaja menutupi dari semua orang.


"Jadi bener ma,?" tanyanya bersikukuh.


Mama Indri terdiam, dengan raut wajah yang mulai Berubah.


Drrtt..drrtt..


Nada merogoh benda pipihnya didalam tas kecil miliknya, lalu membuka pesan chat yang ternyata dari suaminya.


Ando.


Ck!


Nada berdecak kesal, Suami Sma nya itu benar-benar menyebalkan Batin Nada.


"Ma, jadi bener?" ulang Nada.


Mama Indri pun mengangguk sedih, "Iya Nad, papa Ando sudah menikah lagi sejak lama.! ucapnya dengan kepala menunduk.


"Dan Ando nggak pernah tahu soal ini." lanjut mama, mulai terisak.


"Kenapa ma, kenapa mama harus nyembunyiin ini semua dari Ando, kenapa mama harus menyimpannya sendiri?"


"Mama cuman nggak mau dia kehilangan Ayahnya Nad, karena yang mama tahu Papa Ando sudah memiliki anak dari perempuan itu. dan setelah mama tahu kebenarannya mama lebih memilih pergi"


"Tapi Cara mama salah ma, Justru dengan begitu Ando jadi membenci mama kan? dia salah paham ma,"

__ADS_1


"Lalu kenapa mama masih mempertahankan papa sampai saat ini?" lanjut Nada.


"Papa Ando nggak mau menceraikan mama Nad, dia bilang kalau sampai mama Nekat, mama nggak akan pernah lagi ketemu sama Ando." ucap mama Indri semakin terisak.


"Silahkan minumannya!" Ucap seorang pelayan yang sedang mengantarkan pesanannya dan Mama Indri.


"Terimakasi ya!" ucap Nada tersenyum Ramah.


"Sama-sama selamat menikmati." ucapnya yang langsung berpamitan kebelakang.


"Terus sampai kapan mama akan merahasiakannya dari Ando ma?,


Mama Indri menggeleng lemah, "Mama belum siap lihat Ando kecewa Nad, cukup mama aja yang buat dia kecewa selama ini."


"Tapi ma, selama ini mama udah banyak ngalah, dan ngorbanin perasaan mama sendiri, Ando berhak tahu kebenarannya ma." ucap Nada tenang.


"Biarlah Nak, semuanya sudah terjadi, lagian Ando udah terlanjur membenci mama." ucap mama sendu.


"Mama kuat banget sih ma, kalau Nada di posisi mama, mungkin Nada nggak akan sekuat itu!" ucapnya sembari menggenggam lembut tangan mama mertuanya.


"Mama harap Ando tidak seperti papanya Nak, kalau sampai hal itu terjadi mama tidak akan pernah bisa memaafkan diri mama sendiri."


"Yaudah, sekarang kita bahas yang lain aja, bahas yang indah-indah gitu, jangan yang sedih terus!"Lanjut mama Indri.


.................


"Dari mana aja sih, kebiasaan banget deh! kalau ada mama pasti menghindar terus," Nada menatap Ando, laki-laki muda yang berstatus suaminya tersebut dengan tatapan Horor.


Kini keduanya sedang berada di parkiran Cafe, tadi setelah selesai mengobrol dengan mama Indri. Nada memutuskan untuk berpamitan dan segera pulang. ditambah mama Indri yang juga mendapat telpon mendadak dari seseorang, dan mengharuskannya segera kembali.


Ando meringis, menatap Istrinya geli "Iya sorry deh yang," ucapnya sembari memamerkan senyum polosnya!


Membuat Nada menggeram kesal, lalu menaiki motor, tanpa mengatakan sepatah katapun.

__ADS_1


__ADS_2