
"Maksud kamu apa sih?"
"Bentar lagi kita jadi orang tua sayang, aku nggak nyangka banget, setelah melewati hal-hal yang menyakitkan kemarin, Allah menggantikannya dengan sesuatu yang luar biasa."
"Terimakasih sayang." lanjutnya.
"M-maksud kamu?" Nada belum juga mengerti.
"Ini!"
Meletakan test pack nya ditelapak tangan Nada.
"Kamu belum sempet lihat kan tadi?"
Nada membelalakan matanya tak percaya, bahkan berulang kali ia mengucek kedua bola matanya, untuk memastikan bahwa ia tidak salah lihat.
"Positif!" ucapnya lirih.
"A-aku hamil?" melirik kearah suaminya.
Ando mengangguk dengan mata berkaca-kaca. "Iya yang, kamu hamil!"
Sedangkan Nada terbengong, menelan ludahnya sebanyak dua kali.
Antara percaya dan tidak percaya.
Benarkah sebentar lagi ia akan memiliki seorang anak, perasaan baru kemarin ia menikah dengan Ando, bahkan usia pernikahannya baru memasuki bulan kedua.
"Bentar lagi aku jadi ayah!"
"Terimakasih sayang, udah ngasih aku kebahagiaan yang tak terkira."
"I Love You."
Menggenggam lalu mencium kedua tangan istrinya penuh rasa haru.
"Besok kita ke dokter kandungan ya, buat mastiin dedenya."
Nada mengerjapkan matanya, mendengar suaminya menyebutkan kata Dede terdengar begitu menggelikan.
Ando terus mengelus perut rata istrinya, kebahagiaannya kini tak bisa digambarkan oleh apapun.
Ia sudah membayangkan ketika anaknya lahir, tumbuh besar, dan memanggilnya dengan sebutan Ayah, membayangkannya saja hatinya sudah melayang-layang, melambung tinggi ke angkasa.
....
"Selamat ya, Istri Anda positif hamil. dan usia kandungannya memasuki minggu ketiga."
"Usia segini biasanya masih rentan, jadi dijaga baik-baik kondisi badan ibunya ya!"
"Nggak boleh terlalu kecapean, diusahakan banyak istirahat."
"Makan-makanan yang sehat juga!"
"Tensinya juga rendah ya, jadi harus rutin mengonsumsi obat penambah darah."
Ucap Dokter Iren menjelaskan.
Keduanya kini sedang berada di rumah sakit ibu dan anak, dan mendapat giliran untuk periksa, setelah mengantri selama kurang lebih setengah jam.
"Ada yang perlu ditanyakan?" seru Dokter Iren pada Ando.
"Kira-kira ada larangan berhubungan badan nggak dok,?" tanyanya santai.
Dokter Iren tersenyum menatapnya. sedangkan Nada, menggigit bibir bawahnya dengan wajah memanas.
__ADS_1
Ia merasa kesal atas ucapan suaminya, yang menurutnya tidak tahu malu.
"Boleh aja, tapi jangan sering-sering ya, karena usia janin baru memasuki trimester pertama, dikhawatirkan jika terlalu sering melakukannya berdampak tidak baik pada si janin."
"Gitu ya dok!" Ando mengangguk-anggukan kepala mengerti.
"Ihs apaan sih kamu tuh nanya-nanya begituan!" bisik Nada
"Ya nggak apa-apa dong sayang, kata pepatah juga mengatakan, malu bertanya sesat dijalan, iya nggak Dok?"
Dokter Iren menahan tawa. "Iya betul!"
Sedangkan Nada mencubit lengannya gemas.
"Yaudah Dok, saya dan Istri saya permisi dulu ya Dok, terimakasih banyak!" Ujarnya berpamitan pada Dokter Iren.
..
..
Usai pulang dari Rumah sakit, Ando mengumpulkan seluruh pekerjanya yang berada dirumah, yang tak lain Adalah, bi Mimin, mang Asep, mang Daman, dan mang Ujang.
Membuat mereka bertanya-tanya, takut bila sudah melakukan kesalahan, sehingga membuatnya harus berkumpul seperti ini.
"Maaf ya semuanya, saya disini ingin menyampaikan bahwa saya punya kabar bahagia."
Ando melirik sekilas kearah istrinya sebelum kembali melanjutkan ucapannya.
"Istri saya Nada, sedang hamil."
"Alhamdulillah!" Ucap mereka bersamaan.
Ando tersenyum, melihat keantusiasan para pekerjanya yang terlihat ikut bahagia, mendengar kabar kehamilan Nada.
"Baik den, mamang siap!" balasnya penuh semangat.
"Yaudah, cuma itu yang mau saya sampein, makasih buat waktunya."
"Aduh Non, bibi nggak nyangka banget Non Nada bisa hamil secepat ini, YaAllah bibi seneng banget dengernya," Seru bi Mimin saat yang lainnya sudah bubar termasuk Ando.
"Selamat ya Non."
"Makasih banyak bi!" Balasnya tersenyum hangat.
Sore harinya mama Sarah maupun mama Indri datang kerumahnya.
"Yaampun anak mama, udah mau jadi ibu, perasaan baru kemarin mama gendong-gendong kamu nak?" ujar mama Sarah memeluk tubuh Nada sambil menangis haru.
"Mama kok tahu, tahu dari mana?" Nada menatapnya heran.
"Tadi Ando yang ngasih tahu mama lewat chat, mama hampir nggak percaya tahu nggak?"
"Mama seneng banget!" lanjutnya.
Suaminya memang benar-benar nyebelin, padahal ia berulang kali mengingatkan agar tidak cerita kesiapapun dulu. batin Nada.
"Selamat ya sayang!" giliran Mama Indri memeluk Nada, sambil terisak-isak.
Lalu menunduk menghadap perut rata Nada, dan mengusapnya lembut.
"Hallo cucu Oma, sehat-sehat ya didalam Nak,!"
Nada yang awalnya diam, jadi ikut terhanyut menangis bahagia.
Tidak menyangka jika kehamilannya begitu disambut oleh banyak orang, ia sangat bersyukur dikelilingi oleh keluarga yang sangat mencintainya.
__ADS_1
Replek tangannya mengusap perutnya, sehat-sehat sayang, udah banyak banget yang menantikan kamu nak, ucapnya dalam hati.
"Pokoknya Nada nggak boleh kecapean, harus banyak istirahat dan makan-makanan yang sehat, biar dedenya juga sehat!"
"Dan kamu Ando, kalau Istri kamu sedang hamil muda, jangan sering-sering minta jatah ya!" Ujar mama memperingatkan.
Membuat Ando salah tingkah dan menggaruk tengkuknya. "Iya ma!" balasnya dengan suara lirih.
Sementara mama Sarah menahan tawa.
Sore itu mereka habiskan untuk mengobrol bersama, membahas tentang janin dalam kandungan Nada.
Dan saat matahari mulai tenggelam, merekapun berpamitan untuk pulang.
....
"Yang!"
"Inget, kata mama tadi, jangan sering-sering meminta jatah kalau istrinya lagi hamil muda." seru Nada menahan lengan Ando, saat hendak merayap pada area favoritnya.
"Eh seudzon terus sama suami, aku cuma mau pegang ini!" Tangannya terulur menyentuh perut Nada.
"Modus!"
Ando meringis, kemudian tersenyum lebar memperlihatkan deretan gigi putihnya.
"Sun doang mah boleh kali yang."
"Nggak!"
"Elaahhh, dikit doang yang!" Tanpa menuju persetujuan istrinya ia segera menarik tengkuk Nada, ********** dalam dan lembut.
Drrrt...Drrrt..
Suara handphone yang bergetar diatas nakas seketika menghentikan aksi keduanya.
Ck!
Ando berdecak kesal, menatap sebuah nama yang tertera dilayar pintarnya.
Pandu calling...
"Hallo!" Ucapnya setelah menyentuh gambar gagang telpon berwarna hijau.
"Hallo bro, sorry gue ganggu malem-malem gini, kita dapet job manggung di ulang tahun perusahaan Tirta Group besok, sekitar jam 2 an."
"Serius lo?" ujarnya girang.
"Serius gue, bayarannya juga beuuuhhh mantep, 2x lipat cuyyy, tapi kita harus bawain 4 sampai 5 lagu, sanggup nggak lo!"
"Ok, nggak masalah gue, berarti pulang sekolah kita langsung meluncur kesana?"
"Yoi!"
"Ok siap!"
Author Up sedikit dulu ya😁,
akan lanjut Up Nanti malam.
Jangan lupa likenya ya, biar Author lebih semangat lagi nulisnya, terimakasih😊
.
.
__ADS_1