Suamiku Anak SMA

Suamiku Anak SMA
Si suami ganteng


__ADS_3

"Aaaaaaa..." Nada terpekik kaget saat membuka pintu kamar, dan melihat pemandangan yang membuatnya merona.


"Sshhtttt..!" Ando menutup rapat mulut Istrinya menggunakan telapak tangannya, setelah ia mengambil dan membalut tubuhnya dengan Anduk yang sempat teronggok dilantai.


"Hmmpp..hmmpp" Nada berusaha melepaskan telapak tangan Ando yang melekat di mulutnya.


"Kenapa sih yang, pake teriak-teriak segala!" ucapnya sembari membawa langkahnya menuju lemari baju miliknya.


"Ish kamu tuh, kalau Nacked jangan sembarangan lihat-lihat dong!" ucap Nada ketus, sembari mendudukan dirinya diatas kasur.


"Elaaah, nggak apa-apa kali yang, didepan istri sendiri, lagian udah pernah lihat ini, sering ngerasain juga!" Ucapnya sembari terkekeh. lalu ikut mendudukan diri disamping istrinya.


"Ish, apaan sih! cepetan pakai dulu bajunya." ucap Nada memalingkan wajahnya.


"Ngapain pake baju, kan bentar lagi juga dibuka, ini kan udah malem yang," ucap Ando dengan senyum menggoda.


"10 ronde yang!" lanjutnya mengedipkan sebelah matanya.


Nada memutar bola matanya malas, lalu bergegas menuju kamar Mandi tanpa berniat meladeni obrolan konyol suaminya.


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Nada menghampiri Ando yang sedang duduk bersila diatas kasur sembari memangku laptop.


Ia memperhatikan wajah suaminya dari samping, yang terlihat serius menatap layar segi empat dihadapannya.


Terkadang ia tersenyum dan sering kali juga ia mengerutkan kening. entah hal apa yang sedang dilihat suami gantengnya tersebut.


"Aku ganteng ya yang?" ucapnya sembari menutup laptop lalu meletakannya diatas Nakas.


Nada mendelik, Suami Sma nya ini benar-benar Narsis, dan sok ganteng! Padahal emang iya! batin Nada.


"Nggak ada yang namanya 10 ronde ya, aku kan nggak jadi nginep!"


"Tapi kamu jadi kan keluarnya."

__ADS_1


"Tapi-" Nada hendak protes Namun mulutnya sudah lebih dulu terbungkam oleh sentuhan dari bibir Ando.


Ando terus mendesak dan menuntut, menikmati apa yang sudah menjadi pavoritnya.


...........


"Ando!" Ucap Nada sembari membenarkan selimut yang menutupi tubuh polosnya, setelah melakukan kegiatan panasnya dengan Ando barusan.


Memang tidak sampai 10 Ronde seperti yang Ando minta, tapi membuat keduanya lemas tak bertenaga.


"Hmmm!" Gumamnya dengan mata yang setengah terpejam.


"Aku pengen ketemu mama Indri boleh?"


Ucapan Nada sontak membuatnya melotot seketika, lalu mendongak menatap istrinya.


"Ngapain?" ucapnya dengan raut wajah datar.


"Aku kangen, boleh ya please An, kamu boleh marah sama mama kamu, tapi kamu jangan larang aku buat ketemu mama!" ucapnya sembari mencium pipi Ando.


"Ok, tapi aku yang Anter setelah pulang sekolah ya."


yes, berhasil! ucap Nada dalam hati, soal Ando mengantarnya itu bukan masalah.


sekarang tinggal mengechat mama untuk mengajaknya bertemu disuatu tempat.


(Ma..besok ketemu yuk, Nada kangen! dan ada sesuatu yang sangat penting yang mau Nada tanyakan ke mama, bisa ya ma please!🤗)


send-mama mertua


Drrtt..Drrtt..


Saat handphonenya mulai bergetar Nadapun segera membuka pesan chatnya.

__ADS_1


(Untuk menantu cantik mama, apa sih yang nggak, Tapi tempatnya Nada yang nentuin ya, mau ketemu dimana sayang?)


(Di Cafe santuy ya ma, nggak jauh dari sekolahan Ando, besok Nada sherlok deh.)


(Ok sayang!)


"Besok kita ketemu di Cafe santuy yang deket sekolah kamu itu." ucap Nada melirik kearah Ando.


"Siap ibu negara!" Ucapnya sembari menggesekan ujung hidungnya dengan ujung hidung milik Nada.


............


"Yang, pasangin!" Kebiasaan baru Ando setelah menikah, selalu meminta istrinya memasangkan Dasinya saat hendak berangkat sekolah.


"Sini!" ucap Nada sembari meraih Dasi dari tangan Ando lalu memasangkannya.


Kamu adalah salah satu dari 7 bidadari yang Tuhan kirimkan untukku Nad, batin Ando Dan Tanpa Nada sadari Ando terus memandanginya penuh Cinta.


"Selesai!" ucap Nada sembari merapikan kerah baju Ando.


Cuupp..


Ando mencium kening Istrinya.


"Makasih sayang, terus kaos kakinya dimana?" Nada yang hendak keluar kamar menghentikan langkahnya.


"Bukannya tadi ngambil sekalian!" Nada sedikit kesal terhadap Suami Sma nya, padahal letak dasi dan kaos kaki berada dalam satu tempat, dan berdampingan.


"Bisa apa sih kamu tanpa aku.?"lanjut Nada.


"Bisa gila!" ucap Ando santai, sembari menyisir rambutnya.


Dan perkataan Ando barusan sukses Membuat wajahnya merona seketika!

__ADS_1


Dasar Suami Sma ganteng! batin Nada.


********


__ADS_2