Suamiku Anak SMA

Suamiku Anak SMA
Sedikit terungkap


__ADS_3

"Selama ini mas Jordy nggak pernah mengenalkan salah satupun keluarganya terhadap tante, jadi saat pertama kali Sena datang kesini jujur tante kaget banget!" Ucap tante Riana.


saat ini keduanya sedang mengobrol di pinggir danau hijau yang terletak tidak jauh dari rumah tante Riana.


Duduk dengan kaki berselonjor diatas rumput dibawah pohon yang lumayan Rindang. Sembari menikmati sepoi-sepoi Angin yang menyejukkan.


Nada mengirim pesan pada sahabatnya Bianca, Agar menunggunya dimobil, Atau jalan-jalan untuk menghilangkan kejenuhan sembari menunggu urusannya dengan tante Riana selesai.


"Ehhmz maaf tante sebelumnya, sebenarnya tante sama om udah nikah berapa lama?" tanya Nada ragu-ragu.


"Kurang lebih 22 tahun Na," Ucap tante Riana tersenyum Ramah.


"Berarti anak tante yang pertama, seumuran aku ya tan?"


"Memangnya Sena umur berapa sekarang?"


"Bentar lagi 21 tahun tan!" Ucap Nada tersenyum.


"Si Devan, 21 lebih 4 bulan, jadi bener ya hampir seumuran!" Tante Riana tertawa, namun Nada merasa Ada sesuatu yang Rapuh dibalik tawa tante Riana.


"Hehe iya tan."


Hening!


"Ehmmz tan!" ucap Nada pelan.


"Kenapa Na, ada yang mau Sena tanyakan pada tante?" ucap tante Riana seolah bisa menebak isi hati Nada.


"Tante tahu kalau om Jordy punya istri di jakarta."


Tante Riana mengangguk, sembari tersenyum, senyum yang tidak di mengerti makna nya oleh Nada.


"Terus perasaan tante gimana?"


"Menurut Sena Tante pasti jahat banget kan? karena mau menikah dengan laki-laki yang jelas-jelas sudah memiliki istri!"


Nada terdiam dengan mulut tercekat, Harus bagaimana dia menjawabnya.


"Euhmmz, tante maaf sebelumnya, tapi kenapa tante mau menikah dengan om Jordy, kalau sudah tahu dia memiliki istri!"


"Ada hal yang nggak bisa tante ceritakan pada Sena sekarang, ini juga berat buat tante!" Ucapnya dengan mata berkaca-kaca.


Nada meraih dan menggenggam lembut tangan Tante Riana, "Nggak apa-apa kalau tante nggak bisa cerita sekarang, Sena ngerti kok tan, dan Sena nggak akan maksa!" ucapnya sembari tersenyum hangat.


"Dulu Tante pernah ketemu sama istri mas Jordy!" ucap tante Riana dengan mata yang menatap lurus kedepan.

__ADS_1


Nada melirik ke Arah tante Riana dengan tatapan tak percaya.


"T-tante pernah ketemu sama tante Indri?" tanya Nada sedikit tergagap.


Tante Riana hanya mengangguk tanda menanggapi.


"K-kapan tan?" Rasa kaget Nada bercampur dengan Rasa penasarannya.


"Waktu devan berumur 7 tahun, dan Ando umur 5 tahun!"


"Tante tahu Ando, dan pernah ketemu juga?" tanyanya dengan expresi tak percaya.


Tante Riana mengangguk. "Dan Tante juga tahu Ando sudah menikah." lanjutnya kemudian.


Nada terhenyak,, dan merasa gugup. Apakah tante Riana juga tahu kalau dia itu istrinya Ando.Batin Nada.


"Tante tahu istri Ando?" Tanya Nada takut-takut. ia berharap Samaran nya tidak terbongkar saat ini.


Tante Riana menggeleng, "Nggak Na, boro-boro tante tahu wajah istrinya, wajah Ando yang sekarangpun Tante nggak tahu rupanya seperti apa?"


"Eumzz gitu tan." Aman!!..Ucap Nada dalam hati.


"Indri marah banget sama tante Na, tapi Tante juga pasti merasakan hal yang sama jika di posisi dia!" Ucapnya sembari menyusut ujung matanya yang mulai meneteskan cairan bening.


"Tan,"


"Wanita kotor seperti tante tidak berhak mendapatkan maaf dari wanita baik-baik seperti Indri Na."


"Tante jangan ngomong seperti itu tan, semua makhluk yang berwujud manusia di dunia ini, pasti pernah melakukan salah. walau dengan jalan yang berbeda." Ucap Nada ikut sedih.


Apa benar tante Riana orangnya seperti itu, Lagi-lagi hati Nada berpendapat bahwa tante Riana seperti menyembunyikan sesuatu yang berat, dan ia tidak tahu itu!


"Tan,"


"Iya, kenapa Na?" jawab tante Riana, sembari menyusut matanya yang berair sisa-sisa dari tangisnya barusan.


"Sena minta maaf tan, nggak bisa lama-lama. Sena udah ditungguin temen, dan Sena minta tolong jangan cerita ini ke om Jordy ya tan, soalnya takut dia marah aku diem-diem kesini."


"Terus sena tahu dari mana tentang setatus dan tempat tinggal tante disini.?" tanyanya dengan kening berkerut.


"Oh, eumz itu tante. waktu itu sena nggak sengaja ngikutin om Jordy, dan kebetulan waktu itu, Aku lagi liburan kebandung sama temen-temen."


"Dan alamat tante, aku nggak sengaja nemuin di belakang foto tante." lanjut Nada.


"Terus apa yang membuat Sena berfikir kalau mas Jordy punya 2 istri, apa semua itu penting buat Sena?" Tanyanya dengan tatapan heran.

__ADS_1


"Maaf sebelumnya tan, seharusnya memang Sena nggak berhak ikut campur tentang kehidupan om Jordy, Sena tahu Sena lancang dan kelewatan. tapi Semua ini membuat sena penasaran tan, apa lagi setelah sena tahu beberapa tahun terakhir tante Indri nggak pernah tinggal lagi di Rumah om Jordy meski statusnya masih sah suami istri."


"I-indri nggak tinggal bareng sama mas jordy, tapi setiap tante tanya. mas jordy bilang hubungannya dengan Indri baik-baik saja." ucapnya dengan expresi tak percaya.


"Iya tan, sekitar 7 tahunan lah kayaknya, Sena pamit ya tan, tante baik-baik disini ya!" meraih tangan tante Riana dan menciumnya lalu bergegas pergi meninggalkan tante Riana yang masih mematung ditempatnya.


"Gimana Nad selesai misinya,?" tanya Bianca saat memasuki mobil.


"Belum sih, masih ada yang ngeganjel dihati gue Bi, kaya ada hal yang masih tersembunyi dan tertutup Rapat!" tangannya bergerak memasang seatbelt.


"Terus sekarang kita kemana?" Ucap Bianca.


Nada melirik jam dipergelangan tangan kirinya. "Baru jam 4, kalau langsung pulang kemaleman nggak sih?" tanyanya meminta pendapat.


"Yaudah mending pulang aja deh Nad, soalnya gue ada kencan sebenarnya entar malem!"


Plaakkk..


Nada memukul pelan bahu Bianca. "kok nggak bilang kalau kamu ada acara, kan aku bisa batalin Ihs dasar Bianca, aku nggak enak jadinya."


"Paan sih lo Nad, lebay banget deh, kaya yang kesiapa aja sih lo, bagi gue sahabat Adalah prioritas kedua setelah orang tua gue!" Ucapnya sembari mencengkram kemudi dan mulai melajukannya.


"Jadi pulang sekarang kan?"


"Makasih banyak lo Bi, lo emang sahabat terbaik gue." memeluk erat sahabatnya dari samping.


"Aduduuudu,bisa Nabrak nih entar gue, jan kenceng-kenceng dong meluknya!" Ucap Bianca dengan gaya kesal yang dibuat-buat.


Pukul 19:25 mobil yang ditumpangi Bianca dan Nada baru sampai dirumah papa Jordy. karena saat perjalanan dari bandung menuju jakarta tadi lumayan padat. ditambah terjadi kecelakaan beruntun membuat ratusan kendaraan kian tersendat.


"Pas banget Bi, taxinya udah nyampe," ucap Nada saat turun dari mobil.


Tadi sewaktu dijalan saat jarak mobil yang ditumpanginya menuju rumah sudah dekat, Nada berinisiatif memesan taxi online untuk mengantar Sahabatnya pulang.


"Iya, gercep juga ya tu pak sopir." balas Bianca sembari menutup pintu mobil.


"Makasih banyak lo Bi, buat hari ini. nggak tahu kalau nggak ada lo gue musti gimana."


ucapnya sembari memeluk Bianca.


"Udah udah, sama-sama." balas memeluk Nada. "gue balik dulu ya Nad!" mengurai pelukannya bergegas menaiki taxi.


"Hati-hati Bi"


"Iya!" balas Bianca sembari tersenyum kearahnya.

__ADS_1


Setelah kepergian Bianca, Nada menghela Nafas. "Baru sedikit yang terungkap, gue masih harus mencari bagian-bagian lainnya!" ucap Nada sembari melangkahkan kakinya masuk kedalam Rumah.


__ADS_2