Suamiku Anak SMA

Suamiku Anak SMA
Bukan salah takdir (End)


__ADS_3

Maya..


Wanita itu menangis, dengan kedua lututnya yang bertumpu di atas Paving Block, didepan Area Restaurant.


Bahkan ia sama sekali tidak mempedulikan tatapan para pengunjung yang menatapnya iba, dan penuh keheranan.


Ia terus menangis, sembari memukuli dadanya yang terasa sesak, bulir-bulir air bening terus berjatuhan dari kedua bola matanya.


Ibarat kata pepatah, Bagai terjatuh, lalu tertimpa tangga pula, begitulah yang dirasakan maya saat ini.


Setelah Insiden 2 hari yang lalu, dirinya keperegok sang suami sedang menemui Rendra, yang pada akhirnya mengakibatkan pertengkaran hebat, dan berakhir dengan Rizal meninggalkannya.


Dan kejadian yang dialaminya hari ini, menambah kesedihan terdalam bagi Maya.


Bagai mana tidak, saat dirinya berencana menemui Rendra untuk yang terakhir kali, tanpa dia ketahui Gilang sedang menguping pembicaraannya.


Saat Rendra mengatakan bahwa di masa lalu, ia telah membuang dan meninggalkan Gilang di sebuah panti asuhan.


"Jadi, ibu masih hidup?"


Begitulah yang diucapkan Gilang, dengan wajah yang terlihat rapuh dan menyedihkan.


Membuat Maya maupun Rendra, gelagapan dan syok.


"Nak?" Maya menyentuh wajah Gilang, yang kemudian di tepis kasar olehnya, hingga maya tersentak, dengan mata berkaca-kaca.


"Selama ini saya sangat berharap, bertemu dengan ibu dalam keadaan sehat, dan bahagia."


"Dan saya berharap, ibu selalu mencintai saya, mencari saya, lalu menemukan dan memeluk saya dengan penuh kerinduan."


"Harapan saya yang pertama terkabul, saya turut bahagia untuk itu, namun sepertinya harapan saya yang lain, harus saya hapus, karena itu tidak akan pernah terjadi." lanjut Gilang, sembari mengusap kasar air matanya.


"Nak?" Maya sudah tak dapat lagi membendung air matanya.


"Saya pikir, ibu adalah wanita paling istimewa di dunia ini."


"Tapi ternyata saya salah."


"Tapi, walau begitu saya sangat berterimakasih pada ibu, yang sudah berbaik hati, memberi saya kesempatan untuk hadir di dunia ini."


"Perlu ibu tahu satu hal, selama ini saya hidup dengan baik, saya tidak pernah merasa kekurangan cinta sedikitpun, saya dibesarkan oleh keluarga yang menganggap saya seorang anak."


"Lalu sekarang, saya sudah bertemu papa, dan juga seorang mama yang lembut dan baik hati, seperti mama Indri."


"Saya sudah memaafkan segala kesalahan ibu di masa lalu, tapi saya berharap kedepannya, kita tidak bertemu lagi." lanjut Gilang, bergegas pergi meninggalkan Restaurant sang papa.


Ia tak lagi menoleh, dan menghiraukan panggilan dari Maya, yang berteriak sambil menangis histeris.


Kini Maya hanya bisa meratapi nasib yang ia buat sendiri.


Bukan salah takdir, jika hidupnya seberantakan sekarang, karena itu terjadi atas perbuatannya sendiri.

__ADS_1


..


..


Ditempat lain, Rizal berusaha untuk menenangkan kedua putrinya yang terus merengek, ingin bertemu dengan sang mama.


Rizal, laki-laki yang terkenal ramah, dan baik hati itu, kini harus mengalami sakitnya perpisahan.


meski ia belum sah mengatakan kata cerai pada Maya, namun kini hatinya terasa dingin dan kosong.


Sama sekali tidak menyangka, semua kesedihan dan kepedihan menimpa dirinya dalam waktu dekat.


Setelah dipastikan kedua anaknya sudah tertidur lelap, ia pun bangkit memandangi jendela kaca Villa, yang mengarah pada air terjun didepannya.


Ia kembali menoleh, pada kedua putrinya yang sedang tertidur dengan wajah sembab, sehabis menangis.


Sebagai laki-laki dewasa, kini ia harus mengambil keputusan yang bijaksana, mengesampingkan egonya demi kedua putri tercintanya.


Bertekad memperbaiki kembali, hubungannya dengan Maya.


Dan ia berharap keputusannya saat ini adalah yang terbaik untuk semuanya.


..


..


Masa-masa sulit dikeluarga Ando, sudah terlewati, dan kini mereka hidup dengan bahagia.


Sedangkan Nada, kini tengah mengandung kembali bayi kembar, buah cinta keduanya dengan Ando.


..


..


Dari ujung tangga, Nada tersenyum memandangi sang suami yang tengah menyantap sarapannya.


Suami remajanya itu, kini terlihat lebih dewasa dari sebelumnya, tubuhnya semakin tegap dan berisi, bahkan wajahnya semakin tampan dan bersinar.


Dengan senyum yang masih terkembang, Nada pun menghampiri dan ikut bergabung disampingnya.


Matanya kembali memandang suaminya lekat, membuat ia kembali terkekeh sendiri.


Rupanya suaminya itu, masih sangat cocok mengenakan seragam SMA yang kini melekat ditubuhnya.


Rencananya hari ini Ando ingin menghadiri acara reunian bersama teman sekolahnya, sewaktu di SMA.


"Kok ngelihatin aku terus sih, ganteng ya?" seru Ando.


"Pede banget sih abang!"


"Emang iya kan, soalnya aku ngerasa gitu sih!" lanjut Ando terkekeh, sembari mengusap kepala sang istri sayang.

__ADS_1


"Yakin, nggak mau ikut?" tawarnya untuk yang kesekian kalinya.


"Nggak ihs abang,"


Ando mengusap perut Nada yang sudah membuncit, kehamilan Nada kali ini membuat Ando selalu di penuhi rasa khawatir, pasalnya Nada mudah kelelahan, dan sulit berjalan jauh.


Meski Dokter obgynnya selalu mengatakan baik-baik saja, namun Ando tetap saja selalu merasa khawatir, terlebih usia kandungan Nada kini memasuki bulan ke 9.


"Hallo anak-anak ayah, jagain bunda ya," ucapnya sembari menciumi perut istrinya.


"Ayah?" seorang anak laki-laki berteriak menghampirinya.


"Eh, abang Syahki udah bangun?" dengan sigap ia pun menggendong putra pertamanya tersebut.


"Ayah mau kemana, kok pake celagam, cekolah?" tanyanya polos.


"Eh, itu, ayah mau ketemu sama teman-teman ayah nak."


Tanpa banyak bertanya, Syahki pun mengangguk mengerti.


"Jagain bunda sama adik-adik ya, nak?"


"Baik ayah." ia pun mengangkat tangan, dengan gaya hormat, membuat Ando merasa gemas, lalu menciuminya.


"Yang, aku berangkat!" mencium kening Nada lembut dan lama.


.


.


.


Hallo Readers tercinta "SAS" πŸ₯°πŸ₯°


Author ucapkan, Terimakasih banyak pada seluruh Readers tercinta, yang sudah berkenan membaca novel ini dari awal hingga akhir.


Terimakasih banyak, atas suport dan semangat dari kalian selama ini.


Like, dukungan, serta komentar positif penuh semangat dari kalian adalah sesuatu yang sangat tak ternilai harganya bagi Author, I Love you so much πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯° big hug😊😊😘😘😘


Nantikan di season 2 nya ya😊😊


.


.


Dan jika kalian berkenan, mampir juga di karya baru Author, dengan judul dibawah ini.


Terimakasih😊😊πŸ₯°


__ADS_1


__ADS_2