
"Lis, Kamu yakin tidak mampir dulu?" tanya Nisa meyakinkan,
"Tidak Nis! aku ingin langsung pulang saja, sudah di tungguin mama."
"Apa kamu ingin aku antar Lis?"
"Tidak usah!" tolak lisa
"Kamu berani pulang sendiri?" ledek nisa menciutkan keberanian lisa
"Ya, berani lah! Kamu tidak lihat otot aku yang segede gini?" jawab lisa sambil mengeluarkan, dan menyodorkan lengan atasnya ke arah nisa
"ih...otot apaan? lemak semua" haha gurau nisa sambil cekikikan
"ih! jahat banget sih kamu Nis", rengek lisa.
"Iya maaf!" ujar nisa merasa bersalah .
"Ya sudah kamu cepat pulang, Hati-hati di jalan ya sayang," ledek nisa lagi
"iiih!"
, balas Lisa sambil menyunggingkan bibirnya merasa jijik.
"Hahaha," pekik nisa,
"Sudah, aku mau pulang!" teriak Lisa langsung melajukan kendaraanya
"Lis, Tunggu!" teriak nisa,
membuat Lisa mendadak menghentikan kendaraanya
__ADS_1
"Aduh, Apa lagi sih itu Anak!" membuat Lisa merasa kesel
"Terima kasih sudah bantu aku" teriak Nisa lagi
"Iya, iya", balas lisa pula.
Lisa pun langsung meninggalkan nisa begitu saja.
"Hati-hati sayang!" ledek Nisa lagi, sambil melambaikan tangannya
Nisa yang hanya tersenyum bahagia melihat kepulangan sahabatnya,
...Terimakasih lis, kamu sudah menghibur aku hari ini, walaupun hanya sebentar, batin nisa....
Setelah masuk ke rumah
Nisa pun langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya, tidak lupa juga mencuci tangan dan kakinya, Kebiasaan yang selalu dilakukan nisa sebelum tidur.
Nisa pun langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur empuk, yang beralaskan sprei berwarna merah, yang berpadu dengan kembang-kembang yang terlihat cantik,
"Ha..lelahnya," gumam nisa sambil menghela napas panjang dan merenggangkan otot-otot tangan dan kakinya,
Tiba-tiba Nisa pun terpikir tentang putrinya,
"Gimana ya? keadaan Haifa! "batin nisa
ia bermaksud mengambil ponsel di dalam tas selempang yang tadi ia pakai,
dia melihat beberapa panggilan tidak terjawab dari suaminya, dan ada satu pesan
yang isinya:
__ADS_1
"Ma ,Aku pulangnya sedikit agak malam, kamu tidur saja dulu, Aku sudah membawa kunci serep/kunci cadangan , jadi kamu tidak perlu repot membukakan aku pintu"
Nisa merasa lesu setelah melihat isi pesan tersebut.
Nisa pun kembali memikirkan Haifa putrinya, karena dia merasa rindu sekali.
"Kira-kira ibu tidur belum ya?" tanya nisa dalam hati
"Aku telpon saja , siapa tahu dia belum tidur?" pikir nisa karena seharian ini dia belum melihat putrinya.
Nisa pun melakukan Vidio Call. Tut. tut. tut. suara nada panggilan,
"Kenapa tidak diangkat, Apa ibu sudah tidur? tanya Nisa dalam hati.
"Telepon sekali lagi deh!" ujar nisa
dan menelpon untuk ke dua kalinya,
"Hello, Assalamualaikum", jawab ibu,
"Wa'alaikumsalam!" ,balas nisa,
"mana haifa buk? apa dia sudah tidur?" tanya Nisa, nadanya sedikit gemetar,
"Sudah nis!" , barusan saja dia tidur.
"Gimana dia hari ini buk?"
Nisa menanyakan perkembangan anak nya, dengan perasaan yang sedih, karena rasa rindu pada putrinya.
"Oh seharian ini dia main dengan cucunya Pak Rahman tetangga kita" , jawab ibu
__ADS_1