Suamiku Selingkuh Dariku

Suamiku Selingkuh Dariku
Makhluk halus di kamar


__ADS_3

karena pemikiran yang bukan-bukan membuat nya tidak fokus. Ia pun memilih pergi Dari ruangan pertemuan Bu Evi dengan rekan kerjanya.


"Bu apa saya bisa pergi?" Tanya Nisa Berbisik pada Bu Evi yang sedang sibuk dengan rekan kerjanya.


"Ya Nis silahkan! sebentar lagi juga pembahasannya selesai. Kamu Bisa pergi sekarang" balas bu Evi berbisik pula, Karena melihat wajah Nisa yang sedari tadi kelihatan tidak fokus.


Nisa pun kembali ke kamar hotel dan membaringkan tubuhnya dia atas tempat tidur, dengan keadaan berpikir. "Aku yakin mas Dimas pasti sedang bersenang senang dengan wanita itu sekarang. Uh! awas kamu Mas!" Gumam Nisa yang tengah memandang langit-langit kamar sambil mengepal tangannya merasa geram.


Tiba- tiba Bu Evi masuk dengan keadaan pintu kamar tidak terkunci. Kebetulan Nisa satu kamar dengan Bu Evi, Karena Ibu Evi tidak bisa tidur sendiri, ia bilang sih! ada Makhluk Halus di kamar yang Ia tempati. Jadi ia memutuskan satu kamar dengan Nisa. Kebetulan di Kamar Nisa terdapat dua kasur yang terpisah. Ia pun merasa tidak keberatan Bu evi satu kamar dengannya. Walaupun sebenarnya ia tidak ingin. Karena akan membuatnya sedikit tidak bebas jika ada Bu Evi bersamanya. Pastinya ia juga harus jaga Image jika sekamar dengan Bu Evi. Mau gimana lagi, tidak mungkin juga Nisa menolak keinginan Bu Evi.


"Nisa, Kamu kenapa? Kamu sakit?" tanya Bu evi pada Nisa yang terlihat sendu. Dan tidak fokus saat menemani ia bertemu dengan rekan kerjanya tadi. sambil membenarkan riasannya di depan cermin

__ADS_1


"Nggak apa-apa Bu, saya hanya sedikit pusing saja" Ujar Nisa kembali bangun dan menyandarkan tubuhnya.


Bu evi hanya mengangguk kecil dan senyum di wajahnya, Percaya akan perkataan nisa.


"Oh yah Nis saya nggak bisa pulang bersama mu nanti, Kamu sendiri aja yah? Kamu bisa kan?" ujar Bu Evi dengan antusias.


"Semua tiket-tiketnya sudah saya urus. Besok pagi pukul 6.00 akan ada taksi yang menjemput mu. Dan saya juga akan pergi malam ini." Ujar Bu Evi dengan Nada serius.


......................


Keesokan paginya, Nisa yang sudah menunggu taksinya di loby hotel. dengan perasaan gembira atas kepulangannya. Sambil memandang situasi di sekelilingnya. Dan taksi yang ia tunggu belum kunjung tiba.

__ADS_1


Tiba-tiba seseorang menghampirinya.


"Hay Nisa!"


Sapa seorang laki-laki yang berdiri tegap di hadapannya, mengenakan kaos Hitam polos serta celana panjang berwarna Abu-abu. Dan satu koper di tangannya. Tidak lain itu adalah "Diras"


"Hay apa kabar," Sapa Diras mengulurkan tangannya. Nisa terkejut dan sontak berdiri dari tempat duduknya


"Ba... baik," balas Nisa gugup dan mengulurkan tangannya.


"Di...diras! Kamu ngapain disini?" sontak Nisa terkejut dengan salah tingkah, dan nada gugup. Bagaimana tidak salah tingkah Diras adalah salah satu teman seangkatan Nisa waktu masih duduk di bangku SMA. Sekaligus pria yang sangat Nisa kagumi. Walaupun Diras tidak pernah menyatakan cintanya, Tetapi Diras yang selalu curi pandang pada Nisa saat di sekolah, kepergok salah Satu teman Nisa. Maka Dari itu lah Nisa mengetahui tentang Diraz. Tapi Diras yang selalu bersikap Cool Dan pendiam membuat nya tidak berani untuk menyatakan perasaannya pada Nisa.

__ADS_1


__ADS_2