Suamiku Selingkuh Dariku

Suamiku Selingkuh Dariku
Nama Fira


__ADS_3

Setelah mendapatkan apa yang dia ingin kan, Dimas pun mulai memejamkan matanya dengan posisinya membelakangi Nisa, tanpa berkata apa-apa, Nisa hanya bisa menghela napasnya dalam melihat Dimas yang tidak perduli padanya setelah apa yang dia lakukan. Nisa benar-benar merasa seperti boneka bagi Dimas.


" Kenapa tadi aku nggak marah saat mas Dimas menyeret ku? kenapa sih aku nggak bisa menolak ajakan Mas Dimas, ya tuhan, kenapa?"


Perasaan sesal di benaknya, dengan geram mengepal tangannya, melihat perlakuan acuh yang akhirnya hanya Nisa dapatkan.


Melihat Dimas sekarang sudah berada di alam mimpi, Nisa hanya bisa menangis meratapi rasa sesalnya.


"Ternyata aku hanya istri di status KK mu aja mas, dan boneka di rumah mu, kenapa kamu setega ini sama aku mas? Kenapa kamu nggak pernah memperlakukan aku sebagai istri mu yang layak? apa kah aku sudah nggak layak menjadi istri mu?" batinnya menjerit menangis, dan kebencian yang sangat besar dia rasakan, jika teringat perlakuan Dimas padanya. Dadanya pun kini terasa kembang kempis, membuat nafasnya menjadi tak beraturan, karena harus menahan sakit hati. Luka yang Dimas berikan kini sudah terasa semakin dalam. Namun Nisa masih saja tetap sabar, dia yakin tuhan pasti tidak akan menguji umatnya di atas batas kesabarannya. itu lah yang ada di benaknya sekarang.

__ADS_1


"Ya tuhan, berikan kesabaran pada hati ini, dan beri aku jalan untuk bisa menenangkan pikiran ini" Doa Nisa dalam hatinya, Nisa yakin pasti akan menemukan jalan keluarnya. sekarang dia mencoba ikhlas dengan apa yang sudah terjadi, dia mencoba memejamkan matanya dengan keadaan air mata yang mengalir, dan akhirnya dalam keadaan berpikir Nisa pun tidur lelap.


......................


Keesokkan paginya, seperti biasa dia selalu menyiapkan sarapan pagi mereka.


Hari ini Dimas libur kerja, begitu juga Nisa, Dia sedikit sibuk hari ini. sebab bu Atin pembantunya tidak masuk bekerja, karena seperti biasa, setiap hari libur, bu Atin pun juga tidak bekerja, jadi semua pekerjaan rumah dia kerjakan sendiri. Tidak hanya memasak saja, cuci Piring, Nyapu, ngurus haifa dan lain-lain dia kerjakan. Terkadang rasa lelah menghampirinya, ingin sekali dia seperti Dimas nyantai dan duduk manis setiap libur, namun itu sangat jarang dia rasakan.


"Tumben dia nggak bawa ponselnya" Nisa pun menghampirinya dengan keraguan, "Lihat nggak yah?" tanya di benaknya lalu dengan ringannya tangan itu meraih ponsel tersebut dalam keadaan terkunci, "Dimas yang sedang berada di kamar mandi tidak mungkin tahu jika dia sedang mengotak atik ponselnya," batin Nisa.

__ADS_1


"Duh polanya apa yah?" sembari mengingat pola apa saja yang harus dia tulis, Nisa pun memulainya dengan huruf N. Namun, tidak berhasil, lalu sekarang dia mencoba dengan pola D, juga tidak berhasil,


"Haduh polanya apa sih?" gumam Nisa kesal, sebab pola yang dia sentuh selalu saja salah, kini dia teringat Nama Fira, berawalan huruf F,


"Apa dia menggunakan nama Fira" batin Nisa mencoba membuktikan kebenaranya.


Nisa mencoba, dan ternyata berhasil. Ternyata pola Ponsel Dimas berawalan huruf F, Nisa yakin huruf F berarti "Fira."


setelah ponselnya terbuka, Nisa pun merasa lemas dan kakinya terasa tak kuat menopang tubuhnya, Nisa mencoba menghela napasnya dalam, serta mengatur pernapasannya yang sudah terasa menyempit, rasanya kesulitan untuk menghirup udara segar lagi.

__ADS_1


"Astaghfirullahalazim mas, begitu besarnya kah cinta mu pada Fira?" ucap Nisa yang membuatnya hampir meneteskan air mata lagi.


__ADS_2