Suamiku Selingkuh Dariku

Suamiku Selingkuh Dariku
hifa sebagai alasan


__ADS_3

"Minggir!"


Sentak Dimas beranjak dari tempat duduk nya. Menepis Nisa yang berada di depannya, hingga Nisa sedikit terpental ke sopa.


"Mas!",


Panggil Nisa sambil bangkit dari tempatnya,


membuntuti Dimas dengan perasaan yang sangat terpukul atas perlakuan kasar Dimas yang sudah kesekian kalinya. Membuat batinnya menangis, namun tidak ada air mata yang mengalir,


"Kenapa begitu aja Kamu marah sih' Mas?" ujar Nisa lembut walaupun hati dan perasaannya membatin saat ini.


"Kamu yang sudah membuat aku marah!",


balas Dimas sedikit mengeraskan suaranya,


Karena perilaku Nisa yang membuatnya sedikit terusik.


"Kalau begitu aku mau keluar aja! aku nggak mau berada di rumah!"


Sentak Dimas lalu mencari baju gantinya yang berada di lemari.


"Mas! Kamu itu kenapa? Aku bicara begitu aja, kamu sudah marah-marah seperti ini?" ujar Nisa dengan suaranya yang sedikit bergetar menahan air matanya.


Tapi Dimas tidak menjawab pertanyaan Nisa, dia hanya fokus pada stelan baju-baju yang hendak ia pakai. Sambil memilah-milah nya.

__ADS_1


"Mas! Kamu dengar nggak sih?" tanya nisa lagi menghalang dan menutup kembali lemari pakaian Dimas.


"Minggir kamu!"


ujar Dimas menepis Nisa berada di depannya, yang menjadi penghalang.


"Nggak! Kamu nggak boleh pergi kemana-mana" ujar Nisa lirih


"Sudah! Minggir sana!" ujar Dimas menderek Nisa karena jadi penghalangnya, sehingga ia terpental sedikit keras di kasur.


Nisa hanya bisa diam, atas perlakuan suaminya. Mencoba menahan emosinya yang sebenarnya sudah membara di hatinya. Dan air mata yang sudah tidak terbendung lagi,


"Tidak Tidak, Tidak",


Pikir Nisa dalam hati sambil menggeleng kecil mencoba menahan rasa sakit hati yang sudah menggebu di dadanya. Dan air mata yang sudah terasa penuh di pelupuk matanya.


Setelah Dimas mengganti pakaiannya, dan sudah kelihatan rapi, Dimas pun keluar kamar.


Nisa tidak putus asa, Nisa tetap berusaha keras mencegah Dimas keluar dari rumah, Nisa berlari ke arah pintu dan menghalang nya,


................


"Minggir kamu!", sentak Dimas,


"Nggak! Aku nggak biarin kamu pergi!" ujar Nisa yang berada di depan pintu yang masih tertutup.

__ADS_1


"Sudah! minggir" ujar Dimas yang sedikit mengeraskan suaranya, mendorong Nisa menjauh dari Pintu.


Dimas mencoba membuka pintu, sedangkan kunci yang sudah berada di tangan Nisa,


"Berikan kuncinya!" , pinta Dimas memaksa, sambil mengulurkan tangannya.


"Nggak! Kamu nggak boleh pergi kemana-mana Mas," ujar Nisa menghalang suaminya,


Nisa yang sudah berpikir macam-macam tentang suaminya jika dia pergi dengan keadaan sedang marah, mungkin dia akan melakukan hal yang Nisa tidak inginkan,


Nisa yang sudah bingung dengan cara apalagi dia mencegah Dimas. Tiba-tiba Nisa teringat Haifa.


"Haifa~~


Lihat Ayah marahin Mama." teriak Nisa pada putrinya yang sedang bermain


"Jangan bawa-bawa Haifa",


ujar Dimas yang sedang berdiri tegap, dengan mata yang berbinar,


"Sini! Berikan kuncinya," sentak dimas lagi mengulurkan tangan dan memintanya,


"Mas aku janji tidak akan ganggu kamu lagi, kamu jangan pergi yah?" ujar Nisa memohon dengan suara gemetarnya sambil memegang tangan Dimas dengan mata yang sudah berkaca-kaca,


Melihat Nisa yang benar-benar memintanya, Dimas pun mengurungkan niatnya, dengan wajah yang masih sedikit jengkel.

__ADS_1


"Yah, Sudah! aku tidak jadi pergi" ujar dimas cetus melepaskan genggaman tangan Nisa


Nisa pun merasa lega, sambil menghela napasnya,


__ADS_2