Suamiku Selingkuh Dariku

Suamiku Selingkuh Dariku
kemarahan Dimas


__ADS_3

Perasaan bosan karena hubungan mereka yang secara diam-diam, membuat Nisa merasa letih, dan tidak ada artinya jika di teruskan


"Hubungan ini nggak benar, ini bukan cara untuk mengatasi masalah ku, ya Allah ampuni aku" Gumam nisa perlahan.


Terkadang Nisa merasa bahagia, dengan adanya Diraz, namun kebagian sesungguhnya adalah bersama keluarga, bukan dengan orang lain, begitu lah terlintas di pikirannya.


Tapi jika teringat wajah Fira, hatinya kini kembali terasa hancur, muncul kebencian pada suaminya saat itu juga.


Rasa ingin membalas semua perbuatan suaminya kini semakin kuat.


Baginya meneruskan menjalin hubungan dengan Diraz adalah hal yang benar. Ia tidak memikirkan akibat dari perbuatannya nanti.


...****************...


Sudah beberapa mingu lamanya mereka lewati hubungan terlarang ini, namun Nisa tidak menyangka Dimas sudah mulai curiga padanya.


Dari perilaku Nisa yang sering keluar rumah, di luar jam kerja, serta gerak geriknya yang tidak biasa Dimas lihat.


Seseorang yang sudah mulai melakukan perselingkuhan biasanya sering sibuk dengan ponselnya, dan bahkan ponselnya dia taruh di tempat yang aman hingga hampir tidak terlihat keberadaannya.

__ADS_1


Dari situ lah perasaan curiga Dimas muncul, namun Dimas masih saja diam, Menunggu waktu yang tepat untuk meluapkan amarahnya.


Pada malam itu, di mana terjadi pertengkaran yang kesekian kalinya, hanya karena orang ke tiga.


Sewaktu Nisa menunggu suaminya pulang, Nisa beristirahat setelah selesai menidurkan putrinya, ia bersandar di atas tempat tidur dan menyalakan televisi.


Lalu ia meraih ponselnya yang sudah terdapat banyak pesan masuk, ia pun tersenyum memandang layar ponselnya, terutama saat membalas pesan masuk dari Diraz.


"Lagi-lagi perasaan bahagia muncul kembali, ia merasa kini kebahagian sedang berpihak padanya sekarang, ia lupa akan akibat dari perbuatannya nanti.


Tidak berapa lama terdengar suara mobil Dimas memasuki garasi, dengan cepat Nisa pun berlari ke arah pintu membuka kunci tanpa membukakan pintu, lalu ia segera kembali ke kamar melanjutkan percakapannya dengan Diraz melalui WhatsApp.


Disisi lain Nisa merasa kuatir dan senang melihat kepulangan Dimas.


Ia senang karena Dimas pulang awal, pasti tidak ada kesempatan untuk bertemu Fira lagi.


Namun ia juga kuatir kepulangan Dimas akan membuatnya sedikit tidak leluasa membalas WhatsApp Diraz.


"Ah sudah lah, Dia juga suka chatan dengan wanita lain " gumamnya dalam hati, sekarang ia tidak mau ambil pusing dengan pemikirannya yang satu itu, ia pun kini kembali sibuk dengan ponselnya lagi.

__ADS_1


......................


Terdengar langkah Dimas yang sudah ingin memasuki kamar, Nisa pun segera meletakan ponselnya, dan berpura-pura menonton tv, dengan raut wajah yang terlihat bahagia, seperti orang yang baru saja dapat undian berhadiah.


Dimas meliriknya dengan harapan Nisa akan bertanya padanya" Kenapa pulang awal? kamu sudah makan belum? "


Namun apa yang dia harapkan ternyata sia-sia, Nisa hanya fokus dengan ponselnya saja.


Dimas menghela napasnya dalam, lalu meninggalkan Nisa ke dapur setelah mengganti seragamnya.


Tidak berapa lama terdengar teriakan Dimas dari arah dapur.


"Aku mau makan, mana makanannya!"


Mendengar teriakan itu Nisa pun bergegas pergi ke dapur.


Nisa menghampiri Dimas yang sudah berada di meja makan, dengan piring kosong yang ada di hadapannya. Wajahnya terlihat kesal, namun Nisa tidak perduli.


"Apa mas, kamu memanggil ku yah? tanya Nisa lembut.

__ADS_1


" Iya, mana makanan ku?" sahut Dimas dengan suara yang keras, seperti seseorang yang ingin marah.


__ADS_2