Suamiku Selingkuh Dariku

Suamiku Selingkuh Dariku
pertengkaran


__ADS_3

Nisa takut jika suaminya melakukan kekerasan terhadapnya.


"Sini! ponsel kamu aku pinjam sebentar," ujar Nisa dengan sedikit memaksa!


"Nggak!"


ujar Dimas dengan suara keras pula! Nisa tidak berputus asa dia menggunakan cara lain, memintanya dengan cara lembut.


"Kamu itu kenapa sih? Aku mau pinjam sebentar aja Mas" Suara Nisa yang terdengar lembut, tidak membuat hati Dimas luluh ia terus saja sibuk mengotak atik ponselnya, dengan wajah yang sedikit kuatir.


"Ini ponselnya! Periksa aja kalau nggak percaya!" Dimas menyodorkan ponselnya ke arah Nisa


Namun Nisa tidak memperdulikannya, dia memasang wajah bete.


"Percuma saja Mas! kalau semua bukti-bukti perselingkuhan kamu sudah terhapus," batin Nisa.


"Nggak usah mas! nggak jadi, Aku udah nggak mau", ujar Nisa dengan cemberut, lalu pergi meninggalkan Dimas.


Dimas mengejar Nisa dan menghalang langkahnya.


"Kenapa? Katanya kamu mau periksa," Ujar dimas dengan santainya sambil menyodorkan ponselnya lagi ke arah Nisa.


" Iya tadi, tapi sekarang udah nggak! pekik Nisa.


Tiba-tiba saja ponselnya berbunyi,

__ADS_1


nada suara pesan masuk,


" Twing!"


Nisa pun segera merampas ponsel itu dari tangan Dimas secepat kilat.


"biuzz.."


Dimas tercengang bagai patung. ia Pasrah melihat Nisa yang merampas ponselnya dengan tiba-tiba, Perasaan takut, serta gugup yang Dimas rasakan sekarang membuat sekujur tubuhnya panas dingin.


Nisa memandang wajah Dimas yang terlihat cemas, Membuat Nisa bersemangat ingin membuka pesannya.


"Rasain kamu ketahuan kan" batin Nisa dengan wajah sinis.


'Huh!" kenapa sih? pesan masuk dari "Telkomsel" batin Nisa yang membuatnya menghela napas,


"Saat ini Anda mengakses internet dengan tarif non paket (info tsel.me/data). Untuk tarif lebih hemat, beli paket Internet di *363#."


"Ini ponselmu!" ujar Nisa menyodorkan ke arah Dimas lagi.


Dimas merasa bingung melihat istrinya yang tidak langsung marah, sebab ia yakin wanita itu lah yang mengirim pesan padanya barusan. Rasa ingin tahu Dimas muncul, dengan cepat dia membuka pesannya.


"Huh, Untung saja, bukan dia" Pikir Dimas merasa lega


"Gimana? nggak ada kan? Ujar Dimas dengan santainya.,

__ADS_1


"Ya, iya lah nggak ada, semua bukti-buktinya barusan di hapus" sambung Nisa dalam hati.


"Gimanapun caranya aku harus menemukan bukti perselingkuhan mereka," pikir Nisa sambil berkhayal ke mana-mana .


......................


Ke esok kan harinya


Dimas tidak bekerja hari ini pak Robin memberinya ijin, Karena minggu lalu mereka baru saja keluar kota.


Semenjak hari itu Nisa sudah tidak pernah melihat ponsel Dimas yang biasa dimas taruh, jadi membuat Nisa sedikit kesulitan mencari buktinya. Pagi itu Dimas bermain dengan putrinya di teras depan.


Muncul Ide di benak Nisa untuk melanjutkan aksi pencariannya.


"Aaha Mumpung dia lagi bermain, aku cari aja ponselnya" ujar Nisa dengan senang, berharap akan menemukanya.


"Hem," Nisa menghela napasnya merasa putus asa karena sudah mencari kemana-mana, tapi tidak juga ia temukan, kini ia mengakhiri pencariannya dengan rasa kesal.


Tiba-tiba saja terdengar sangat jauh suara panggilan masuk, tidak lain nada panggilan ponsel Dimas.


"Aku adalah lelaki, yang tak pernah lelah mencari wanita 🎼🎼 berulang-ulang nada ponsel itu berbunyi.


Nisa mencari arah suara tersebut dan ternyata berada di saku celana yang sedang dimas pakai,


"Ya ampun, dari tadi ternyata di situ, Aku sudah cari kemana-mana, ternyata? Huh, Dasar!" maki nisa

__ADS_1


Nisa pun mendengarkan pembicaraan mereka dari kejauhan, sambil mendekatkan kupingnya sedikit ke arah suara tanpa di ketahui,


Ternyata itu panggilan dari sahabatnya, entah apa yang sedang mereka bicarakan.


__ADS_2