
"Haifa bermain apa Bu?" tanya nisa ngin tahu lagi
"Bermain masak-masakan, yang baru ibu beli tadi pagi!" dan, Bla. Bla. Bla, ibu menceritakannya panjang lebar
Nisa hanya tersenyum bahagia mendengar cerita ibunya.
"Bisa aku melihatnya bu?"
tanya Nisa lagi dengan mata yang hampir berkaca-kaca,
Ibu, Langsung mengarahkan kameranya ke Haifa,
Nisa melihat Haifa yang sedang tidur, dengan posisi terlentang, dan salah satu kakinya menempel di atas guling, dengan kedua tangannya berada di samping kepala,
dia terlihat sangat pulas sekali.
Tiba-tiba air mata nisa menetes, karena tidak bisa menahan rasa rindunya.
"Dia kelihatan lelah sekali nis, tidurnya juga tadi lebih awal, dia juga sempat nanyain kamu tadi."
"Nenek, Mama ana?"
ujar Ibu menirukan suara Haifa yang masih belum terlalu lancar.
Nisa tidak bisa menahan tangisnya lagi, nisa langsung mematikan panggilannya tanpa mengucapkan salam.
Nisa menangis tersedu-sedu, Karena memikirkan putrinya yang sekarang tidak bersamanya, Perasaan rindu yang sangat kuat, Sehingga membuatnya meneteskan air mata, Padahal belum juga sampai satu hari mereka berpisah , tapi dia sudah rindu sekali pada putri semata wayangnya itu,
Huk.. Huk. Huk. Suara tangis Nisa pecah tiba-tiba, dengan air matanya yang terus saja mengalir,
__ADS_1
"Maafin Mama ya sayang!"
ujar nisa sambil memandang sebuah foto yang berada di ponselnya.
"Mama bukan ibu yang baik,"
gumam nisa, dengan suara gemetar dengan air mata yang terus mengalir.
"Mama tidak bisa menemani kamu bermain hari ini, nanti setelah hati mama tenang, mama akan menjemput kamu, Mama akan menemani kamu bermain sayang,"
janji Nisa, sambil memandang dan mengusap-usap foto yang ada di ponselnya.
Lalu nisa pun menghapus air matanya dan menghentikan tangisnya
sekarang dia sudah merasa sedikit lega.
"Ini semua gara-gara kamu mas!"
"Awas saja! jika kamu pulang nanti aku akan mencincang, dan membuang kamu kelaut biar di makan buaya, biar tau rasa!" maki nisa di depan cermin.
Tanpa dia sadari sudah banyak tisu berada di lantai, dan sesekali dia melihat ke cermin,, ternyata Make up nya sudah memudar dan hilang.
"Aku harus sabar!"
gumam nisa sambil menghapus air matanya,
Nisa takut kalau tiba-tiba suaminya datang dan melihat dia menangis.
dengan cepat Nisa membersihkan tisu yang berserakan di lantai, dan membersihkan Make up nya yang sudah belepotan ke mana-mana.
__ADS_1
"Alhamdulillah! setelah menangis aku merasa lega,"ujar nisa sambil mengelus dadanya dan sekarang nisa Sudah merasa tenang
"Sambil menunggu Mas Dimas pulang aku menonton TV saja, pikir nisa"
Nisa berbaring lalu menyalakan TV
Tidak berapa lama, Nisa merasa bosan dan matanya sekarang mengantuk, karena sudah merasa lelah, tiba-tiba nisa tertidur lelap, dengan keadaan TV yang masih menyala.
***
Tiba-tiba Nisa terbangun,
"Ya ampun aku ketiduran," Nisa kaget melihat tv yang masih menyala, Nisa segera mematikannya.
Karena dia merasa sangat haus, Nisa pergi ke dapur untuk mengambil segelas air putih,
Setelah itu dia pergi ke kamar, dan ingin melanjutkan tidurnya lagi,
"Jam berapa ini?"
ujar Nisa sambil mengucek matanya.
Jam dinding ternyata sudah menunjukan Pukul 1:30 malam.
"kemana mas dimas?
kenapa dia belum pulang?" batin Nisa merasa cemas
Nisa pun mencoba mencari di ruang tamu, tetapi tidak ada,
__ADS_1
"Kebiasaan mas dimas kalau pulang malam dia tidak langsung tidur dikamar, pasti tidur di kamar Haifa pikir nisa dalam hati"