Suamiku Selingkuh Dariku

Suamiku Selingkuh Dariku
episode yang tertunda


__ADS_3

Maaf ya membuat kalian menunggu lama, Untuk bisa baca lanjutannya. Saranghaeyo bagi yang masih setia menunggu cerita aQ, jangan lupa tinggalin jejak lagi yah! harus! dan selalu menabur poin ke cerita aku karena poin itu gratis ... tis... tis tis oke! kita lanjut


"Ha?" Anita terkejut membuka rahangnya,


"jika lebih dari berantem lalu apa?" tanya Nita heran


"Sudah lah, aku keluar dulu, Yah? jika Pak Robin nyariin aku, Kamu telpon saja, Oke!" ujar Dimas antusias mengacungkan jempolnya. Lalu beranjak pergi dari tempat duduknya.


Anita yang hanya memanyunkan bibirnya, terlihat kesal.


"Pasti nyariin perempuan itu tu,


dasar laki-laki hidung belang" maki Anita setelah kepergian Dimas.


......................


Nisa yang menunggu Dimas di rumah, Mondar mandir tidak jelas, Walaupun hatinya masih sedikit kesal, Tapi sekarang Nisa sudah tidak begitu marah, karena marah-marah membuat lelah dan menguras pikirannya? Nisa mencoba ingin berbaikan dengan suaminya malam ini. Dia memakai piyama tidur yang sedikit sexi, dan merias sedikit wajahnya, mewarnai bibirnya yang kecil dan mungil itu, dengan Lipstik yang berwarna, Merah Hati. Setelah selesai berdandan Nisa pun keluar menuju ruang tengah.


"Aku nggak mungkin menelpon Mas Dimas sekarang. Aku kan sedang marahan." Ujar Nisa yang masih saja dengan Egonya.


Nisa pun kembali ke kamar dengan gerutunya;


"Kemana sih dia?,Kenapa belum pulang?


Awas kamu Mas!" gerutu Nisa yang Sudah menunggu suaminya terlalu lama. Lalu ia membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil menonton acara televisi yang tidak begitu dia sukai,


......................

__ADS_1


Tidak berapa lama mobil Dimas pun datang,


"Sepertinya Mas Dimas sudah pulang!" ujar nisa antusias, mencoba merapikan baju dan riasannya di depan cermin lalu dia buru-buru membuka pintu,


"Aku harus masang wajah cemberut!" gumam Nisa mencoba membenarkan wajahnya dan memasang wajah cemberut, sebelum Dimas membunyikan bel rumahnya, Nisa pun terlebih dulu membukakan pintu.


Dimas pun masuk dan membuntuti Nisa yang berada di depannya,


"Kamu belum tidur?", tanya Dimas datar,


"Tadi aku sudah tidur, aku terkejut mendengar suara Mobil kamu, makanya aku segera membukakan pintu. Entar haifa terbangun jika mendengar suara bel nya."Ujar Nisa berpura-pura menjelaskan kebohongan pada suaminya dengan suara ketusnya.


Dimas mengangguk kecil percaya dengan penjelasan Nisa,


"Apa kamu sudah makan?" tanya Nisa lagi masih dengan suara Ketusnya.


setelah melepas seragamnya ia pun pergi ke kamar mandi.


Nisa terkejut mendengar perintah Dimas yang Membuatnya mengkerut keningnya,


"Kenapa malah dia yang marah? Seharusnya aku yang marah, bukan dia? Awas Kamu Yah!" gumam Nisa perlahan sambil mengayunkan tangannya kearah Dimas yang sudah jauh berada di depannya.


Walaupun Nisa kesal ia tetap melaksanakan perintah Dimas. Dengan gerutunya yang tiada henti.


"Awas yah kamu Mas! bukanya aku yang kamu tanya, Kenapa? malah kamu yang marah! Pokoknya, Aku masih tetap harus marah!" gerutunya Sambil menyiapkan Makan yang di Dimas minta.


Setelah selesai mandi dan mengganti Pakaiannya, Dimas pun menemui Nisa yang masih menunggunya di meja makan dengan ponsel di tangannya.

__ADS_1


"Kamu nggak makan?" tanya Dimas di keheningan Mereka.


"nggak!" balas Nisa lalu beranjak dari tempat duduknya,


"Eitzz kamu mau kemana? Tunggu aku!" perintah Dimas. Sambil menarik piyama tidur Nisa. Sehingga membuat Nisa berhenti seketika, dengan perasaan bahagia yang benar-benar ia rasakan saat itu.


Walaupun hanya kejadian seperti itu. Itu benar-benar membuat Nisa bahagia sekali.


"ya ampun, Apa ini?" hik hik pekik Nisa kecil dalam hatinya,


Perasaan jengkel dan bahagia kini tercampur aduk saat tangan Dimas menyentuh piyama tidurnya. tapi di depan Dimas Nisa masih saja dengan Egonya,


"sudah, Lepas! apa sih kamu? aku mau tidur," ujar Nisa ketus menepis tangan Dimas dengan perlahan, (tepisan tangan yang sebenarnya tidak ingin ia lakukan). Hanya saja ia berpura-pura menepis, Agar ia terlihat sedang marah. ia Berharap Dimas akan memberi sedikit perhatiannya.


Nisa pun kembali ke kamar dan menunggunya di tempat tidur sambil menyalakan televisi,


"Aku ingin menghabiskan malam ku bersama mas Dimas malam ini" ujar Nisa Antusias dengan rencananya. dengan perasaan bahagian dan egonya yang masih sangat kuat.


"Mas Dimas makan Nasi, Apa makan batu sih? kenapa makanya belum selesai juga?" gerutu Nisa. Karena menunggu Dimas terlalu lama.


dengan mata melotot dan tajam memandang televisi.


"Uh! ngeselin" ujar Nisa yang sambil meremas Remote TV yang berada di tangannya.


......................


"crek"

__ADS_1


Suara pintu kamar yang di buka Dimas tiba-tiba. Setelah itu ia membaringkan tubuhnya di sebelah Nisa.


__ADS_2