Suamiku Selingkuh Dariku

Suamiku Selingkuh Dariku
Perasaan bersalah muncul


__ADS_3

Diraz yang sudah berkumpul bersama teman-temanya melihat Nisa dari kejauhan, karena sejak tadi jemputan Nisa belum kunjung datang lalu ia menemui Nisa dan menawarkan Dirinya untuk bisa mengantar mereka.


"Nis ayo aku antar, sepertinya kamu nggak Ada yang jemput, kasian putri mu" suara lembut itu terdengar jelas.


"Iya Raz, makasih ya, suamiku sepertinya nggak bisa jemput" sahut Nisa dengan raut wajahnya sudah terlihat lesu.


Dimas tidak bisa menjemput waktu Nisa memintanya, entah dia sibuk karena Fira atau mungkin karena pekerjaan.


sekarang Nisa tidak ingin mempermasalahkannya, baginya satu kendaraan dengan Diraz adalah hal yang paling bahagia, walaupun terhalang haifa yang berada di tengah-tengah mereka.


Diraz mengantar Nisa menggunakan kendaraan besarnya, yang ia pakai waktu masa SMA, kendaraan itu tidak berubah, masih sama seperti dulu, Diraz merawatnya dengan sangat baik.


"Mungkin ini sudah rencana tuhan, seandainya aja mas Dimas tadi yang jemput mungkin aku nggak bisa satu kendaraan dengan Diraz" gumamnya dalam hati


Karena hembusan angin yang bertiup sepoi sepoi, membuat Haifa tertidur lelap di tambah lagi badannya kelelahan setelah bermain tadi.


Setelah menempuh perjalanan yang tidak begitu lama, mereka pun tiba di rumah sederhana milik Nisa.

__ADS_1


Diraz membantu menggendong Haifa masuk ke kamarnya hingga membaringkannya ketempat tidur, Nisa tidak bisa menolak saat Diraz memintanya.


Nisa merasa ada perasaan lain dihatinya, saat menatap punggung Diraz yang terlihat kekar saat menggendong putrinya masuk, rasa pilu serta bahagian, kini bercampur aduk.


Pria yang dia idam-idamkan bersamanya sekarang, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.


Setelah membaringkan Haifa Diraz pun berpamitan, Nisa mengantarnya hingga di depan pintu.


Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, waktu terus berputar.


Semakin hari semakin muncul ketertarikan mereka satu sama lain.


Mereka bertemu di sebuah cafe, hingga jalan bareng, tanpa sepengetahuan Dimas.


Nisa merasa ini balasan yang tepat untuk Dimas suaminya karena sudah menyia-nyiakan dirinya.


Demi memuaskan amarahnya yang selama ini dia pendam, dia memberanikan diri melakukan hal yang di luar keinginannya.

__ADS_1


Sekarang masalahnya bukan pada Dimas namun hatinya.


Dia harus memikirkan cara bagaimana agar suaminya tidak mengetahui hubungannya dengan Diraz.


Ya, walau bagaimana pun Diraz pria normal, melihat kerenggangan Nisa dengan suaminya, dengan leluasa mendekati Nisa, Diraz pernah meminta Nisa untuk meninggalkan suaminya, namun tidak Nisa lakukan, sekarang yang Diraz pikirkan adalah bagaimana cara mendapatan hidangan gratis, tanpa susah payah.


Sejak Diraz masuk di kehidupannya, Nisa pun menjadi acuh pada suaminya dia tidak begitu perduli lagi Dimas berhubungan dengan siapa? atau wanita mana? itu tidak lah penting.


Sekarang Kehadiran Diraz sudah mengisi hari-harinya.


Namun disisi lain Haifa juga sudah tidak terurus karena kesibukan mereka.


Nisa merasakan cinta dari orang lain yang tidak pernah ia dapat sebelumnya, tapi cinta itu tak bertahan lama, seiring berjalan waktu semakin lama perasaan nya semakin pudar.


Perasaan bosan karena hubungan mereka yang secara diam-diam, membuatnya lelah.


Terkadang berpikir di benaknya "Sampai aku kapan harus seperti ini, aku nggak akan pernah mendapatkan kebahagian ku jika seperti ini, semakin hari hidup ku akan semakin hancur, dosa ku terus bertambah"

__ADS_1


"Hubungan ini nggak benar, ini bukan cara untuk mengatasi masalah ku, ya Allah ampuni aku" Gumam nisa perlahan.


Walau Nisa merasa bahagia, dengan adanya Diraz, namun kebagian sesungguhnya adalah bersama keluarga, bukan dengan orang lain.


__ADS_2