Suamiku Selingkuh Dariku

Suamiku Selingkuh Dariku
ternyata kopi


__ADS_3

Karena paniknya Nisa pun mengoleskan minyak urut yang membuat Dimas menjadi marah, minyak yang sangat Dimas tidak suka.


"Aduh kenapa malah minyak ini sih yang kamu olesin?" bentak Dimas dengan suaranya yang keras.


"Lalu apa mas aku nggak tau"


"Huh ... kamu tu ya, Dimas pun menjadi geram terhadap Nisa. "Udah sana kamu buat kan aku minuman Jahe hangat aja" perintahnya lagi. dengan cepat Nisa pun beranjak pergi ke dapur untuk membuatkan Jahe hangat yang di minta Dimas, dengan perasaan kesal di hatinya.


"Kamu itu kenapa sih mas, kasar banget sama aku, bisa nggak sih kamu itu bicara pelan, aku takut lihat kamu seperti ini, aku sudah nggak marah sama kamu sekarang, tapi kenapa kamu malah membalas perlakuan ku seperti ini? batin Nisa yang membuatnya kembali meneteskan air matanya lagi melihat perlakuan kasar suaminya, tetes demi tetes air matanya terus saja keluar saat ia mulai membersihkan Jahe yang diminta Dimas. Lalu ia mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri. "Sabar Nisa sabar," gumam Nisa membuyarkan rasa keterpurukannya, walaupun masih terasa sakit saat melihat perlakuan kasar suaminya tadi.


Dimas yang dengan keadaan menggigil mengambil ponselnya, mengirim pesan kepada Fira. yang isinya:

__ADS_1


"Waktu di jalan pulang, tubuh ku tiba-tiba saja menggigil Fir, mungkin setelah minum kopi yang kamu pesan tadi, Kamu tau nggak obatnya apa ya?" mengirim pesan pada Fira. tidak berapa lama dengan cepat Fira pun membalasnya.


"Oh, gitu ya mas, maaf ya mas aku nggak tau kalau kamu nggak bisa minum kopi. kamu coba aja mas minum obat masuk angin, siapa tau aja bisa."


"oke, makasih ya," Dimas pun membalas pesannya.


Tidak berapa lama Nisa pun datang dengan membawakan, secangkir minuman Jahe hangat yang di pinta Dimas.


"Kamu beliin aku obat masuk angin " perintahnya lagi pada Nisa,


"Tapi mas, apa masih ada apotik obat yang buka di sekitar sini, ini kan sudah larut malam" rengek Nisa

__ADS_1


"Pasti masih ada yang buka, udah kamu cariin," perintahnya lagi pada Nisa dengan suaranya yang keras.


"Ia mas" Nisa pun bergegas pergi menggunakan kendaraanya agar lebih cepat, mencari obat yang di minta Dimas, di toko-toko sekitaran perumahannya, Namun obat tersebut tidak ada, Nisa pun meneruskan pencarian di luar komplek perumahannya, malam yang sunyi terasa mencekam baginya, serta dinginnya hembusan angin malam yang terasa menusuk tulang, namun Nisa terus saja menyusuri jalan dengan jeritan hati yang terus saja berkecamuk melihat perlakuan kasar suaminya tadi. kenapa suaminya selalu berlaku kasar, Bicaranya yang tak pernah memikirkan perasaan Nisa, rasanya membuat batin menangis namun tidak ada air mata. dan akhirnya ia pun menemukan obat tersebut, terasa bahagia setelah ia menemukan obat tersebut dengan cepat ia pun kembali dan mengakhiri pikiran yang negatif.


Nisa kembali ke rumah, melihat Dimas yang sudah tidur lelap, setelah menghabiskan air Jahe yang Nisa buatkan tadi.


"Mas, mas, " mencoba membangun kan Dimas yang sudah tertidur, dengan tubuhnya yang sudah tidak terlihat menggigil lagi.


"Mas, ini obatnya"


"Iya kamu taruh aja di situ nanti aku minum," balas nya dengan mata terpejam dan suara yang terdengar mengantuk, Nisa memandang dan menghela napasnya dalam.

__ADS_1


__ADS_2