
Mereka pun langsung menuju Cafe yang tadi Dimas beri tahu, namun setelah tiba ternyata Dimas tidak berada di Cafe tersebut, kini mereka kembali menelusuri jalan lagi dan mencari di setiap Cafe-cafe terdekat, tetapi mereka tidak menemukan apa yang mereka cari, Nisa mulai merasa hampir putus asa, sehingga membuat amarahnya pun sedikit demi sedikit sirna.
"Kita pulang aja Lis sepertinya mas Dimas nggak ke Cafe deh, mungkin dia ke tempat lain" gumam Nisa merasa putus asa dengan ekspresi wajahnya yang sudah terlihat lesu.
"Aduh Nis kamu ko gitu sih, kita cari aja dulu" sanggah Lisa dengan antusiasnya lagi, dengan matanya yang berbinar ke sana kemari, mencari parkiran mobil Dimas.
"Kita mau cari kemana lagi Lis, kita Sudah mencari kemana-mana tapi nggak ada, hampir setiap Cafe sudah kita cari, tapi sampai sekarang juga nggak ada" ujar Nisa yang terdengar kesal.
"Apa mereka sudah menginap di hotel?
tanya Nisa di benaknya yang membuatnya menghela napas dalam.
"Huh..."
Asumsinya yang membuat dadanya terasa sesak karena amarah yang tidak bisa dia keluarkan.
"Kamu jangan putus asa dulu Nis kita cari sekali lagi yah! " gumam Lisa mencoba menyemangati sahabatnya lagi.
__ADS_1
"Mama, mama ko nggak nyampe-nyampe sih ma taman mainnya," rengek Haifa yang berada di pangkuan Nisa, yang sudah terlihat bosan,
"Iya sayang sebentar lagi kita sampai ke taman bermain yah, dikit lagi" rayu Nisa pada putrinya.
Mereka yang terus saja menelusuri jalan, mata Lisa yang tanpa berkedip memandang jalan dan setiap tempat parkir. Tidak berapa lama mata Lisa tertuju ke sebuah mobil yang terparkir di pinggir jalan, Mobil silver metik yang sangat mirip mobil Nisa.
"Nis itu sepertinya mobil kamu kan?" dengan sigapnya Lisa mengarahkan tangan telunjuknya ke arah mobil tersebut. Mereka pun berhenti untuk membuktikan keraguannya.
......................
Cafe yang terdapat di pinggir jalan, mempunyai halaman luas persegi, tempat parkir kendaraan dan roda empat, Fira memesan meja di bagian luar sehingga mereka terlihat dari kejauhan.
dengan senyum dan rasa bahagia Dimas pun mengungkapkan isi hatinya secara tidak langsung.
" Kamu tau nggak sih Fir setiap kali aku bikin Story di WA aku?" tanya Dimas pada Fira.
"Iya mas aku tau ko, huruf F yang kamu tulis di video pendek mu itu pasti untuk aku kan?" tanya Fira lagi.
__ADS_1
Dimas mengangguk kan kepalanya, bahwa tebakan Fira benar.
"Terus bagaimana dengan istri mu mas? apa dia tau kalau kamu suka Sama aku?"
"Iya, Nisa tau Fir" jawab Dimas jujur pula.
"Ya udah mas kita nggak usah sering bertemu lagi, sebenarnya aku itu nggak enak sama istri kamu, apalagi aku sering ngajak ketemuan kamu terus walaupun hanya karena pekerjaan. biar bagaimanapun aku juga wanita mas, gimana rasanya jika aku sekarang di posisi Nisa, pasti sakit banget" bicaranya tertunduk sembari mengaduk-aduk minumannya, Fira merasa bersalah, namun rasa sukanya pada Dimas membuat hatinya berkecamuk, antara buang jauh-jauh perasaannya terhadap Dimas atau terus saja mendekati Dimas, karena mereka bertemu pasti karena pekerjaan. akan sangat sulit buatnya untuk menghindar dari Dimas, sekarang dia harus melupakan perasaanya pada Dimas, walaupun masih dia coba.
"Aku harus coba membuang jauh-jauh perasaan ini" batin Fira lagi, entah ada angin apa membuatnya terpikir seperti itu.
"Tapi Fir, apa nggak bisa kita jalanin aja dulu hubungan ini, Nisa juga nggak bakalan tau ko"
bicara Dimas dengan menyakinkan Fira.
Namun Fira hanya membalasnya dengan senyum lalu berkata:
"Kita lihat aja nanti mas" dengan senyum lebar memperlihatkan deretan giginya.
__ADS_1
Fira juga menceritakan banyak pria yang sering menggodanya, ketika dia sedang pergi bersama teman-temannya.