Suamiku Selingkuh Dariku

Suamiku Selingkuh Dariku
hanya karena mata


__ADS_3

Suara tawa yang tidak asing bagi Nisa jelas terdengar kuat di telinganya, tidak lain itu adalah suara "Fira," Nisa memang belum sedikit kenal sosok Fira Namun sempat pernah mendengar status-status yang sering Dimas dengar di ponselnya, tidak lain itu ada lah suara Fira, lagipula Dimas juga sudah pernah memperlihatkan foto Fira sebelumnya. Wajah yang sangat Nisa ingat.


"Sepertinya itu suara Fira?" Nisa menoleh ke arah suara tersebut secepat kilat.


"Ternyata benar, itu Fira" Batin Nisa lalu memandang ke arah Dimas, berpura-pura seakan-akan dia tidak tahu.


Dimas benar-benar terlihat salah tingkah saat itu, serta sedikit menutup wajahnya dengan tangannya, menaruh jari-jarinya di pelipis matanya, seperti orang yang sedang terlihat pusing, walaupun sebenarnya ia tidak pusing.


"Kita pulang yuk!" ajak Dimas tiba-tiba.

__ADS_1


"Sepertinya aku sakit perut nih!" aktingnya terlihat sungguhan, sembari memegang perutnya.


"Ayo aku antar ke kamar mandi mas," ujar Nisa dengan polosnya, Namun Nisa sadar perubahan sikap Dimas di karenakan ada sosok Fira di seberang sana.


"Nggak usah aku mau pulang aja," ujar Dimas yang sesekali menatap ke arah Fira yang berada di seberang sana, matanya yang bagaikan pencuri yang sedang memantau targetnya. "Bisa-bisanya kamu bermain mata di depan ku mas, rasa ingin aku cungkil dua bola mata mu itu keluar mas!" batin Nisa lalu menghela napasnya dalam melihat perilaku suaminya yang tiba-tiba berubah di karenakan ada sosok Fira, jantungnya meronta terasa ingin copot saat menyadari itu.


Nisa sadar tingkah Dimas yang tiba-tiba berubah karena keberadaan Fira, namun ia tetap menuruti keinginan Dimas untuk cepat pulang, Nisa pun membantu Dimas membereskan semua barang bawaan mereka ke mobil, dengan hati yang berapi-api, terasa amarah yang berkobar di dadanya,


"Aku tidak mungkin marah-marah di tempat umum seperti ini!" batin Nisa mencoba meredamkan amarahnya.

__ADS_1


"Ayo mas, aku panggil Haifa dulu yah," ajak Nisa, lalu ia pun segera menemui Haifa yang tengah asik bermain dengan teman sebayanya,


"Haifa, Ayo kita pulang," teriak Nisa dengan nada lembut,


Karena Haifa sudah sangat lelah, Nisa pun dengan mudah membawa Haifa pulang tanpa Drama, karena biasanya Nisa harus merayu Haifa ketika sedang bermain bersama teman-temannya, apa lagi tempat ini sangat banyak tempat bermain anak-anak.


Dimas yang sudah menunggu di depan Mobil, matanya yang terlihat bagai pencuri dari kejauhan melihat Fira di seberang sana. Sesekali ia tertunduk dan memandang ke arah Nisa, ia memang tidak menyadari perhatian Nisa yang sedari tadi sudah tertuju padanya, sikap perubahan Dimas yang tiba-tiba, benar-benar membuat api kemarahan Nisa terasa di puncak ubun-ubun, sangat menyakitkan.! Perempuan yang Dimas cinta sekarang berada di hadapannya, tepat di hadapannya, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa. Bisa saja ia marah membabi buta saat itu, ingin rasanya ia menemui wanita itu, dan menjambak rambut, serta mencakar-cakarnya. Namun ia sadar itu perbuatan yang salah, tidak mungkin baginya untuk melakukan hal gila semacam itu, Dimas pasti akan marah besar. Lagipula bagaimana dengan pandangan orang- orang yang berada di sekelilingnya, ini akan membuat malu dirinya sendiri, menyerang orang yang tak salah, hanya karena rasa cemburu yang berlebihan.


Saya sangat berterima kasih buat semua yang masih terus mendukung saya, Jangan lupa tinggalin komentarnya ya, terima kasih🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2