Suamiku Selingkuh Dariku

Suamiku Selingkuh Dariku
masih tetap sabar


__ADS_3

Setelah mendengar penjelasan Dimas, amarah Nisa pun kian menggebu, bagaimana tidak dia membentak Nisa hanya ingin mengambil berkas di rumah Fira.


"Oh jadi kamu mau cepat ketemu Fira mas," Ujar Nisa dengan Sinis nya.


Mendengar kata-kata Nisa membuatnya marah.


"Kamu itu apa- apaan sih nuduh aku nggak jelas," bentak Dimas, ucapan Nisa membuatnya sangat marah, lalu bergegas Dari tempat dia bersandar. Merasa tak terima dengan pembelaan Dimas Nisa pun mengikutinya.


"Kalau memang bukan karena dia lalu apa mas? kenapa kamu se marah itu sama aku? kamu juga bisa nunggu aku pulang kan?" ujar Nisa dengan lembut.

__ADS_1


"Ya, tapi aku sudah telpon Kamu berkali-kali kenapa Kamu nggak angkat hah?" sahutnya lagi dengan keras.


"aku kan sudah bilang Mas, HP ku ada di mobil, kamu nggak mau dengar penjelasan ku, malah marah-marah dan membentak ku di depan bu Atin," Nisa memperjelas dengan suaranya yang melas.


Namun Dimas tetap saja tidak ingin mendengar penjelasan Nisa, malah dia balik marah, karena dia merasa benar.


"Makanya kalau orang telpon itu di angkat, berarti penting, ngapain juga kamu tinggalin Hp kamu Ha? bentak Dimas lagi.


"Kalau dengan Fira pasti kamu nggak gitu kan mas?" tekan Nisa lagi.

__ADS_1


"Nggak usah bawa-bawa dia kamu" bentak Dimas dengan suaranya yang keras


"Iya, aku tau, kamu akan terus membela dia. kamu nggak mungkin marah-marah sama dia, karena kamu sayang dan cinta kan sama dia, tanpa memikirkan perasaan ku" tekan Nisa lagi, sehingga membuat Dimas marah besar. dia tak terima Nisa menuduhnya seperti itu, amarahnya pun kini kian tak terkendali, bukan hanya bentakan keras saja yang Dimas ucapkan pada Nisa. kini dia mulai melakukan hal yang tidak pernah dia lakukan selama ini, dia membuang "LUDAHNYA" dengan sangat keras.


"Cuih....."


Percikan ludah itu sedikit mengenai wajah Nisa, terasa perih dan tertusuk dadanya saat itu melihat perlakuan suaminya yang membuatnya tidak habis pikir. "Kenapa suaminya bisa tega melakukan ini.?" Lalu dia meraba dan mengusap wajahnya dengan lembut, hatinya yang sudah membara, panas dingin menahan amarahnya "tega sekali kamu mas, karena menyebut nama wanita itu kamu jadi se marah ini sampai membuang "Ludah" mu di dekat ku" batin nisa dengan wajahnya yang sudah berpaling tertunduk lesu sembari menyentuh pipinya. Kini dia hanya bisa diam membisu, air matanya yang terasa ingin menetes, kini ia tahan sekuat tenaga. Jantungnya yang berdetak kencang, kembang kempis tak beraturan, menahan amarahnya,


"Astagfirullahalazim, Astagfirullahalazim, Astagfirullahalazim" batinnya mengucap kalimat istighfar berulang-ulang untuk menahan amarahnya.

__ADS_1


Namun tiba-tiba mereka di kejutkan Haifa yang masuk kamar, dan memanggilnya.


__ADS_2