Suamiku Selingkuh Dariku

Suamiku Selingkuh Dariku
pak doyok


__ADS_3

Tidak berapa lama mereka pun sampai di emperan Pak Doyok, jualannya yang hanya menggunakan gerobak kecil, bersih dan sederhana. Beberapa meja dan kursi tersusun rapi, Mereka pun mengambil tempat duduk yang pas berada di belakang Pak Doyok yang sedang berdiri.


"Mau pesan apa mba?" tanya Pak Doyok tukang bakso tersebut pada Nisa,


"Seperti biasa Pak! " jawab Nisa sopan,


karena memang Nisa sering makan di emperan Pak Doyok di banding tempat lain, Nisa dan suami memang sering datang ke tempat ini, tidak salah jika Pak Doyok sudah hapal menu favorit Nisa, Bakso, minumnya es jeruk, nggak pernah menu lain.


"Ibu sebelahnya mau pesan apa?" tanya tukang bakso lagi pada Lisa


"Sa...saya, Bakso saja Pak!" jawab Lisa sedikit gugup dan malu, karena yang makan di warung Pak Doyok bukan hanya mereka saja. Ada beberapa anak muda yang sedang makan, tatapan mereka tertuju ke arah Lisa saat tukang bakso memanggil Lisa dengan sebutan ibu.


"Mbak Nisa, ini temanya yah?" tanya Pak Doyok spontan sambil menyiapkan bakso yang mereka pesan.


"Iya Pak!", jawab Nisa sopan pula


"Anaknya yang biasa bantu, di mana Pak?" tanya Lisa ingin tahu.


Melihat pak doyok yang sendiri. Karena seperti biasa Pak Doyok yang selalu berjualan di bantu anak laki-lakinya.


"Oh, dia tidak bisa ikut mbak, katanya lagi ada tugas sekolah hari ini," balas Pak Doyok pula.


Nisa hanya mengangguk kecil saja mendengar jawaban Pak Doyok,


"Ibu ini, siapa namanya?" tanya Pak Doyok sedikit ingin tahu tatapannya mengarah pada Lisa,


"Pak!"


"Saya belum menikah! jangan panggil saya ibu," Bisik Lisa perlahan ke arah Pak Doyok.


"Oh.... Maaf ya mbak!" , logat jawanya yang tiba-tiba muncul. "Saya kira sudah menikah", Haha pekik pak doyok

__ADS_1


"Ini orang tua nyebelin banget sih!" bisik Lisa perlahan


"Sudah nggak apa-apa, dengarkan saja!" balas Nisa sambil menepuk tangan Lisa perlahan.


"Ini lho mbak, mbak Nisa ini sering sekali makan di emperan saya" ujar Pak Doyok lagi, dengan nada jawanya yang kemayu-kemayu gitu deh.


"Dia itu tidak pernah pesan menu lain mbak, Bakso terus!" ujar Pak Doyok dengan nada, medok jawanya itu,


Ya iya lah, bakso terus! kan menunya hanya ada dua, Hahaha dasar Pak Doyok ini, ledek Nisa dalam hati.


"Ternyata diam-diam dia mengingat saya" gumam nisa


Nisa hanya tersenyum malu mendengar celotehan Pak Doyok.



Pesanan merekapun selesai di buat, dan langsung di sajikan hangat-hangat.




Lisa menghela napasnya, "Akhirnya, kita makan juga!" ujar lisa langsung makan bakso yang di sajikan .



"Hem, Ternyata enak juga baksonya ujar Lisa tanpa menghiraukan orang di sekitarnya."



"Baksonya enak juga ya Lis! biarpun bapak kamu itu sedikit cerewet," gurau lisa sedikit berbisik

__ADS_1



"Hus, entar dia dengar lagi!" bisik nisa juga



~Selesai makan mereka pun pulang~



Tidak terasa waktu menunjukan Pukul 09.00



"Lis! Kamu ingin mampir dulu atau langsung pulang?" tanya Nisa di tengah perjalanan mereka.



"Aku langsung pulang saja Nis, nanti mama nyariin aku, tadi saja mama sudah WhatsApp aku" jawab lisa tergesa-gesa



"Oke Lis!", jawab Nisa antusias sambil mengacungkan jempolnya.



Sesampai di rumah,



"Lis, Kamu yakin tidak mampir dulu?" tanya Nisa

__ADS_1


__ADS_2