Suamiku Selingkuh Dariku

Suamiku Selingkuh Dariku
Masalah Dimas


__ADS_3

Dua hari sudah berlalu, Nisa yang terus diam membuat Dimas semakin tidak nyaman, Sebab sikap Nisa yang menjadi dingin membuatnya menjadi serba salah. Bagaimana tidak. Mereka yang satu atap terlihat asing di rumahnya sendiri.


Karena perasaan bersalah pada istirnya membuatnya memberanikan diri untuk menyapa. Nisa yang terlihat sedang berbaring dengan ponsel di tangannya. Dimas pun segera menghampirinya


"Kamu itu kenapa sih! kenapa kamu nggak bicara? Apa salah ku?" tanya Dimas dengan wajah polosnya.


"Dasar! hati batu! masih nanya lagi" maki Nisa dalam hati


"Kamu pikir aja sendiri Mas!" jawab Nisa ketus.


"Kamu marah masalah kemarin yah, oke aku akan menghapus nomernya, Itu kan yang kamu mau?"


"Sudah telat Mas kenapa nggak dari kemarin? apa sih susahnya menghapus Nomor itu aja, lagian aku juga nggak tau kalian bertemu di kantor. dan kamu juga bisa aja memintanya lagi" asumsi Nisa yang terlihat ketus tanpa melihat Dimas sambil fokus pada ponselnya.


"Iya aku minta maaf! jangan Marah lagi yah? lihat ini! Nomornya sudah ku hapus ujar Dimas dengan rasa bersalah sambil menyodorkan ponselnya ke arah Nisa.

__ADS_1


"Terlihat wajah Nisa yang percaya akan kata-kata Dimas walaupun ia tahu Dimas pasti bisa mendapatkan nomornya kembali. setidaknya ia merasa sedikit lega sekarang.


"Yang benar? kamu yakin Mas nggak memintanya lagi?" goda Nisa


"Iya nggak lagi, kamu lah istri ku?" rayu Dimas pada Nisa sambil merangkulnya dengan tingkah manja.


Nisa yang terlihat bahagia saat itu, walaupun masih tersimpan beban di pikirannya. lagi pula tidak semudah itu bagi Nisa percaya begitu saja, status mereka yang satu kantor membuat Nisa berasumsi yang bukan-bukan. pasti akan mudah bagi mereka bertemu dan sebagainya.


"Aku bahagia sekarang mas" batin Nisa. walaupun hatinya masih tersimpan luka yang cukup dalam yang mungkin tidak bisa terobati.


Yah begitu lah pasti kalian tahu kan apa yang meraka lakukan


Malam itu mereka habiskan berdua sepasang suami istri. Nisa merasa bunga-bunga cinta tumbuh bermekaran. Perasaan Cinta pada suaminya kini kembali tumbuh bagai mekarnya bunga sakura.


Nisa yang terlalu mencintai suaminya membuatnya lupa akan perasaannya.

__ADS_1


Sudah tiga hari berlalu saat hubungan mereka tidak lagi terlihat oleh Nisa, Dimas yang akhir-akhir ini jarang sekali menyentuh ponselnya dan hanya fokus pada keluarga kecilnya. Walaupun sesekali terlihat beban dipikirannya, Nisa yang selalu memperhatikan perilaku suaminya merasa resah ketika Dimas yang terlihat murung duduk di sofa sudut sambil memandang ke arah jendela dengan tatapan kosong.


Karena melihat Dimas yang tidak biasa dari hari sebelumnya. Nisa pun menghampirinya.


"Mas kamu kenapa?" tanya Nisa yang tiba-tiba membuyarkan Lamunannya.


"Nggak papa, udah sana kamu!" perintah Dimas dengan perlahan pada Nisa.


"Mas kamu ada masalah yah? ayo dong cerita" ujar Nisa dengan sikap manja.


"Siapa tau aku bisa bantu " hem ujarnya lagi sambil menaik-naikan alisnya.


lagi lagi Dimas tidak menggubris pertanyaan Nisa. ia langsung pergi meninggalkan Nisa begitu saja.


tidak putus asa Nisa pun segera mengikuti Dimas dan berada di belakangnya dengan tingkahnya yang seperti anak kecil berjalan mengendap-endap.

__ADS_1


"Mas ayo dong cerita kamu kenapa?" tanya Nisa yang terus saja mengikutinya.


__ADS_2