
"Iya nggak apa-apa, aku akan sering mengunjunginya nanti," balas Dimas datar.
Melihat Dimas yang tidak kelihatan marah , dengan mimik wajahnya yang terlihat santai membuat Nisa ingin memulai rencananya,
Nisa sengaja menyiapkan kunci kamarnya, yang sudah ia taruh di ganggang kunci luar.
maka saat dia lari, Nisa tidak perlu mencabut kuncinya lagi, karena itu akan butuh sedikit waktu,
Bisa-bisa aku tertangkap sebelum keluar, ujar Nisa dalam hatinya,
Ini benar-benar membuat Nisa deg..degan , (seperti orang yang ingin mencopet, tapi takut ketangkap).
Nisa merasa darahnya mengalir begitu deras di sekujur tubuhnya, Tangan dan kakinya mendadak dingin seketika,
Apa yang akan Nisa lakukan? itu akan membuat suaminya marah besar tentunya.
Tapi Nisa juga sudah siap dengan konsekuensi dari rencananya, ia yang hanya bisa pasrah apapun yang akan terjadi nanti, sekarang Nisa tidak memikirkannya dulu.
Jika Mas Dimas terkunci, maka aku akan leluasa memergoki isi chating mereka, pikir Nisa dalam hatinya.
Mas Dimas tidak mungkin bisa mengelak lagi , 'Rasakan kamu mas!, maki Nisa dalam hatinya yang sambil nyengir tidak jelas.
__ADS_1
Nisa benar-benar membuat dirinya menjadi seorang pencopet malam ini, Karena perilaku Dimas yang membuat Nisa melakukan tingkah ke kanakan nya, Nisa hanya menggeleng kecil merasa tak percaya dengan tingkahnya sendiri.
Mau gimana lagi, aku harus bisa melakukan ini, gumam Nisa dalam hatinya,
Walaupun ini sangat berat ia lakukan, dan juga merasa sedikit takut, ia harus mencobanya, karena ia sudah tidak ingin menahan perasaan yang membuatnya tidak tenang.
"Huh", Nisa yang menghela napasnya dalam, detak jantungnya yang begitu cepat sehingga membuat tingkahnya sedikit grogi, matanya yang berbinar ke sana kemari, benar-benar seperti seseorang pencuri.
Mungkin jika di tuntut maka akan masuk dalam katagori pencopetan dan akan di kenakan pasal entah pasal berapa,?tentang pencurian dengan pidana penjara paling lama lima tahun. OMG hello guyon Nisa dalam hati
"Oh~ Tuhan ini benar- benar membuat ku Gila, batinya."
................
"Hitungan ketiga aku akan merampas ponselnya," gumam Nisa dalam hati,
Satu~~ Dua~~,Nisa yang mulai menghitung dalam hati
"setz...."
Ponsel Dimas yang di raih Nisa dengan cepat, dengan tangan lihainya seperti tangan copet yang sudah masuk kategori kelas kakap.
__ADS_1
"Aaaaa tidaaak",
Pekik Nisa tidak jelas sambil berlari ke arah pintu,
Dimas terperanjat di tengah keheningannya, bangkit dari tempat bersandarnya.
"Kamu itu apa-apaan sih? "teriak dimas
Lalu meloncat dari atas tempat tidur mengejar Nisa yang berada sudah jauh di depannya,
Nisa yang lebih dulu, sampai di depan pintu, sedangkan dimas yang masih berada di belakangnya, Nisa pun dengan cepatnya menguncinya dari luar. Hanya pekikan suara Dimas yang berada di dalam,
Yang Nisa dengar, namun Nisa tidak perduli
Dor , .Dor , suara dimas yang menggedor pintunya berulang-ulang (Seperti bunyi barang berat yang di banting ke lantai saja)
"Nisa! buka pintunya!"
teriak Dimas yang sambil menggedor-gedor pintu kamarnya dengan keras,
"Semoga saja Haifa nggak bangun," gumam Nisa kuatir karena Nisa tidak ingin putrinya dengar atau tahu Jika meraka sedang ribut.
__ADS_1
"Nisa! Buka pintunya," teriak Dimas lagi, sambil menggedor pintunya dengan keras,
Tapi Nisa tetap saja tidak perduli ,