
Nisa yang sudah menunggunya di rumah hanya di temani televisi dan menonton beberapa acara televisi yang tidak begitu ia sukai.
Kini Nisa menghela napasnya dalam mengingat suaminya yang entah di mana, yang tidak pernah memberi kabar atau pesan pada Nisa setiap dia pergi. Namun batinnya selalu berdoa.
"Tuhan aku mohon, Lindungilah suami ku di mana pun dia berada, semoga engkau menjauhkan dia dari perbuatan Dosa" Do'a Nisa dalam hati, dengan kepala tertunduk dan kedua tangan yang menutup wajahnya.
Tiba-tiba ia di kejutkan dengan suara pesan masuk di ponselnya. tidak lain itu "Diraz" pria yang pernah Nisa kagumi sewaktu masa Sekolah dulu. ia pun meraih ponsel tersebut dan membacanya.
"Malam, apa kabar?" pesan dari Nomor yang tidak tertera di ponselnya.
"Siapa ya?" tanya di benaknya, yang membuatnya ragu untuk membalas pesan tersebut,
__ADS_1
"Ah sudah lah paling juga, orang iseng atau salah sambung" gumam Nisa lalu meletakkan ponselnya kembali.
Tiba-tiba terdengar suara Mobil Dimas yang sudah memasuki gerbang, Nisa menengok Jam yang sudah menunjukan Pukul 9 malam.
"Tumben pulangnya awal?" batin Nisa yang tidak langsung bergegas membukakan pintu, ia menunggunya ,sampai Dimas membunyikan suara bel terlebih dulu, baru ia akan membuka pintu. Setelah menunggu beberapa menit kemudian, namun tidak terdengar suara bel berbunyi, karena merasa penasaran Nisa pun segera keluar menemuinya. Terlihat Dimas yang masih berada di mobil dengan kedua tangannya yang masih memegang stir dengan kepala yang tertunduk. Nisa pun menghampiri serta mengetuk kaca mobil secara perlahan, sampai membuat Dimas terbangun.
"Mas, Mas kamu ngapain? kenapa belum masuk? ngapain kamu tiduran di situ," panggil Nisa dengan suaranya yang keras.
seperti orang yang habis konsumsi minuman Berakohol.
Mas Dimas, Kamu kenapa? tanya Nisa kuatir namun tidak ada jawaban dari Dimas, suaranya yang terdengar gemetar membuat Nisa merasa takut, dan membuatnya terus bertanya
__ADS_1
"mas Dimas, kamu kenapa mas? jawab dong mas, kamu itu kenapa sih?" tangannya terus menggandeng Dimas dan membawanya masuk. lalu membaringkannya di atas tempat tidur, Nisa merasa takut melihat suaminya yang terlihat pucat, dan tubuhnya yang terlihat menggigil. Namun tidak ada tercium aroma alkohol saat itu membuat Nisa semakin ketakutan. Dimas menekuk kedua tangan dan kakinya, dengan suaranya yang gemetar seperti orang yang sedang menggigil kedinginan yang sedang berada di kutub utara.
"Ambilkan minyak atau obat yang ada, cepat!" perintahnya dengan suara yang gemetar.
"Obat apa mas? minyak apa? aku nggak tau? " balas Nisa yang terlihat panik.
"Terserah apa yang ada" perintahnya lagi, dengan segera Nisa pun keluar mengambil yang di perintahkan Dimas. Namun Nisa tidak ingin memberinya obat terlebih dulu, di karenakan sakit Dimas yang tidak begitu jelas. Nisa pun berinisiatif memberikannya obat luar, seperti minyak-minyak kan yang ada di kotak obat nya, ia membawa semua minyak yang ada, seperti minyak Zaitun, minyak cap Kapak, dan minyak Urut, Serta Balsem dan sebagainya. untung saja saat itu Nisa juga tidak mengambil minyak gorong saat kepanikannya.🤣
"Mas ini minyaknya" Nisa menyerahkan semuanya pada Dimas.
"Oleskan apa aja" perintahnya lagi.
__ADS_1
...Mungkin ada yang tau sakit Dimas apa? ayo banyak-banyak menabur poin ke cerita aku biar bisa di lanjut lagi 😊👍...