Suamiku Selingkuh Dariku

Suamiku Selingkuh Dariku
Pertemuan Dimas di kafe


__ADS_3

"Ini berkas apa mas?" tanya Fira berpura-pura tidak tahu, padahal ia sudah mengetahui berkas yang di serahkan Dimas, berkas Kerjaan yang ia kerjakan setiap hari, dan sebelumnya pak Robin juga sudah memberi tau Fira terlebih dulu.


"Saya nggak tau, pak Robin hanya meminta saya mengantar berkas ini" ujar Dimas jujur.


"Oh gitu ya" sembari menganggukan kepala, bahwa ia mengerti.


"Duduk dulu Mas" pinta Fira mempersilahkan Dimas.


Dimas pun menuruti permintaan Fira, ia duduk tepat berhadapan dengan Fira, Fira dengan sengaja mencari tempat duduk yang ukuran mejanya yang tidak terlalu lebar, sehingga membuat jarak mereka sangat dekat.


Fira yang membuka helai demi helai kertas yang Dimas antar, matanya yang terlihat fokus memandang berkas namun pikirannya bercabang ke mana-mana.

__ADS_1


"Duh aku tanya apa lagi ya? biar dia agak lamaan duduknya? lagian juga minuman yang aku pesan ko lama banget sih datangnya" batin Fira kesal. Fira sengaja memesan minuman untuk Dimas agar pertemuan mereka sedikit lama, Pertemuan mereka di tempat mereka bekerja memang tergolong sering, namun hanya sekilas bertatap muka, dan curi-curi pandang. Karena suasana di kantor sangat lah berbeda dengan di Cafe, Dimas yang sudah berstatuskan menikah membuat rasa tidak nyaman jika mereka sering bertemu, bagaimana pandang orang-orang, jika mengetahui kedekatan mereka, bagaimana pun ia masih sedikit menjaga prilakunya.


Tiba-tiba seorang pelayan datang membawakan dua gelas minuman, Caffe latte dan jus Blueberry, "silakan Mbak, Mas," dengan ramahnya pelayan tersebut mempersilahkan mereka untuk menikmati minuman yang dia bawa.


"Ia mbak terima kasih." balas Fira sopan. pelayannya pun membalasnya dengan senyum lalu pergi meninggalkan mereka.


"Di minum dulu mas" pinta Fira dengan ramahnya, serta senyumnya di wajahnya.


Betapa senangnya Dimas melihat perlakuan Fira yang telah memesankan minuman untuknya. ia tidak menyangka Fira akan membuatnya bertahan, walaupun sebenarnya itulah yang memang ia inginkan. Dengan segera ia meneguk demi teguk kopinya dengan tingkahnya yang sedikit grogi. Melihat tingkah Dimas, Fira pun sedikit menggodanya.


Perlahan-lahan mulailah terjadi obrolan mereka.

__ADS_1


"Mas kemarin saya lihat kamu jalan-jalan sama Anak dan istrinya yah?" tanya Fira basa basi.


"Iya, kemarin saya jalan-jalan sama istri dan putri saya," balas Dimas dengan tingkah Lugunya.


"Nggak nyangka yah, kita bertemu di sana?kemaren juga saya di ajak teman-teman ke sana, eh ternyata saya lihat mas di sana." Bicara Fira yang sedikit mengada-ngada, padahal ia sendiri yang membawa beberapa sahabatnya, untuk melihat Dimas. Namun ia membuat cerita yang sebegitu rupa, agar Dimas tidak curiga, bahwa saat ini dia sedang jatuh hati pada Dimas.Namun saat ini Fira sengaja menyembunyikan perasaannya terlebih dulu.


"Kenapa tiba-tiba pulang Mas?" tanya Fira lagi sedikit ingin tahu, kepalanya tertunduk sembari mengaduk-aduk minuman yang ada di gelasnya.


"Nisa marah karena melihat saya melirik ke arah kamu, dia paling sensitif masalah perempuan" jawab Dimas berbohong, sembari tersenyum lebar, padahal ia sendiri ingin cepat pulang karena melihat Fira. Sekarang ia mulai mengkambing hitam kan Nisa demi menutupi perasaannya.


Fira yang hanya bisa tersenyum mendengar kata-kata Dimas yang menurutnya itu benar, ia merasa lebih cantik saat ini, obral demi obrolan terus saja terjadi pada dua insan yang kini sedang di mabuk asmara, tiba-tiba ia terpikir mendengar cerita yang di sampaikan Dimas.

__ADS_1


"Wah bahaya nih kalau istrinya udah tau, Gimana kalau dia mengenali ku? Batinnya merasa kuatir.


"Tapi nggak papa lah, aku kan nggak ngapa-ngapain dengan Dimas sekarang." sambungnya lagi dengan pemikiran liciknya.


__ADS_2