
Dengan perlahan Nisa meraih ponsel dimas yang berada di meja samping tempat tidurnya.
Nisa melihat pesan yang isinya;
dimas: "makasih ya!"☺
wanita: ia mas sama-sama ,☺ aku juga senang ko, apa nanti istri kamu tidak marah? jika dia tahu?
dimas: ya pasti marah, sudah tidak usah di pikirin kamu tidur ya ,good night 😘
wanita: good night too, sampai ketemu besok.🤗
Ya ampun pakai icon cium segala lagi, so Bahasa Inggris pula, "Dasar!", gatal, maki Nisa ,
setelah melihat pesan itu, Nisa menggenggam tangannya merasa geram, seluruh anggota tubuhnya terasa remuk seketika, jantungnya terasa copot, dan saluran pernapasannya seakan menyempit, sehingga membuatnya sedikit sulit untuk bernapas.
Nisa benar-benar tidak habis pikir suaminya tega berbuat seperti itu.
Siapa wanita ini? pertanyaan geram di benak Nisa,
Nisa mencoba ingin membangunkan suaminya,
tapi setelah Nisa melihat mimik wajah dimas yang terlihat sangat lelah ,Nisa pun mengurungkan Niatnya,
Aku tidak ingin menanyakan sekarang,
jika aku tanya sekarang pasti mas dimas akan marah besar.
Walaupun dia yang salah, batin Nisa yang mengingat watak suaminya,
Nisa lebih memilih diam dari pada harus bertengkar,
apalagi aku belum mendengar penjelasan dari Mas Dimas,
__ADS_1
mungkin besok pagi saja, pikir Nisa
Nisa menghela napas panjang mencoba menenangkan dirinya,
lalu ia pun membaringkan tubuhnya yang masih sedang berpikir, tidak berapa lama Nisa pun tertidur.
................
"ke esok kan paginya".
Seperti biasa, sebelum berangkat ke kantor tidak lupa Nisa membuatkan sarapan suaminya,
selesai membuat sarapannya Nisa menunggu suaminya di meja makan, yang sudah berpakaian rapi.
Melihat suaminya yang keluar dari kamar dengan celana bokser dan kaos singlet Nisa sedikit kaget.
Mas kamu tidak bekerja? tanya Nisa heran
"Kerja!" ,
Ya sudah, ayo sarapan, ajak Nisa pada suaminya yang sedang duduk di depannya sambil memegang ponselnya,
"Nanti saja! "
balas dimas yang tetap asik dengan ponselnya.
Melihat Dimas yang sedang asik bermain game, nisa pun bermaksud ingin menanyakan, pertanyaan yang membuatnya berpikir tadi malam
"Mas! "
Gimana? kerja di kantor kamu? pasti banyak wanitanya bukan? pasti banyak yang cantik-cantik juga ya? tanya Nisa sedikit bercanda
"Biasa saja!", balas Dimas datar,
__ADS_1
Oh~ Biasa saja? pikir Nisa dalam hati sambil mengangguk-anggukan kepalanya, mendengar jawaban dari pertanyaan nya
Haduh~ tanya apa lagi ya? yang sekiranya Mas Dimas tidak curiga, tanya Nisa dalam hati yang sambil menyantap sarapannya.
Mas, jika aku suka dengan pria lain kamu marah tidak? tanya Nisa sedikit takut dengan wajah tunduk sambil mengaduk makanannya.
Ya iya lah aku marah!
Balas dimas sedikit mengeraskan suaranya,
Oh~ bagus lah, pikir Nisa,
Nisa masih tetap saja berbelit- belit dengan pertanyaannya,
Terus apa di kantor kamu ada wanita yang kamu suka? pasti ada kan Mas? tanya Nisa sedikit menekan.
Tiba-tiba raut wajah Dimas sedikit berubah,
pipinya kemerahan mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Nisa.
Kamu itu kenapa sih? bikin kesal saja! ujar dimas mengeraskan suaranya, dan meninggalkan pergi Nisa,
Nisa pun menyudahi sarapannya, meminum seteguk air putih lalu mengejar Dimas yang pergi menuju arah kamar.
"Mas!"
Kamu kenapa marah? aku kan hanya bertanya? teriak Nisa yang sambil membuntuti suaminya.
Aku tidak suka! pertanyaan macam apa itu? bentak dimas.
"krebuk!"
dimas yang menutup pintu kamar dengan cara membantingnya sangat keras
__ADS_1
sehingga Nisa terperanjat berada di belakangnya,