Suamiku Selingkuh Dariku

Suamiku Selingkuh Dariku
penolakan Nisa


__ADS_3

Namun Fira hanya membalasnya dengan senyum lalu berkata:


"Kita lihat aja nanti mas" menebar senyum memperlihatkan deretan giginya


Fira juga menceritakan banyak pria yang sering menggodanya, ketika dia sedang pergi bersama teman-temannya.


"Oh yah mas sebenarnya di luar sana banyak sekali pria yang suka sama aku, tapi aku nggak ladenin, kamu kan tau mas, aku bukan wanita seperti itu" ujar Fira sedikit manja, dan membuat Dimas merasa cemburu mendengar cerita Fira.


"Aku nggak suka, Awas yah kamu macam-macam lagi. cukup aku aja, di hati kamu!" ancam Dimas dengan suaranya yang lembut, namun matanya sedikit melotot. Kata-kata Dimas itu, membuat Fira melebarkan senyumnya lagi.


"Hem... "


......................

__ADS_1


Nisa yang hanya bisa termenung melihat Dimas dari kejauhan, Rasa amarahnya kini sirna seketika, dia terpaku melihat Dimas yang kini sedang bersama Fira. Nisa tidak bisa berbuat apa-apa, melihat banyak pengunjung Cafe membuatnya berpikir: Langkah apa yang harus dia ambil, apakah dia harus melabrak Dimas di depan banyak orang? atau hanya diam saja menyaksikan pertemuan Dimas dengan wanita itu. Jika saja dia melabrak Dimas sekarang, pasti akan membuat semua mata pengunjung tertuju ke arah mereka, itu bukan hanya membuat malu Fira, bahkan akan membuat malu dirinya juga. Nisa benar-benar sudah tidak tahu, kenapa kakinya seakan berat untuk melangkah.


"Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan? aku mohon padamu tunjukanlah jalan terbaik untuk ku, jika memang engkau tidak mengijinkan ku menemui mereka, berikan rasa sabar pada hati ini, aku mohon" doa Nisa dalam hatinya, Nisa memang selalu penuh banyak pertimbangan setiap mengambil keputusannya. dia terpaku dan akhirnya mengurungkan niatnya.


"Ayo Nis cepetan kita samperin itu perempuan" ajak Lisa dengan amarah, Antusias Lisa membawa Nisa ingin cepat turun dan melabrak perempuan itu, Lisa benar-benar sangat berambisi, Namun Nisa yang terus saja termenung memandang dari kejauhan, kakinya yang terasa kaku untuk melangkah, melihat suaminya duduk berdua dengan wanita yang tentunya dia sudah tahu, "Fira" wanita yang suaminya cintai. Rasanya memang sudah tidak sanggup menyaksikan pertemuan mereka yang sudah di depan mata. Namun Nisa merasa tidak bisa melangkahkan kakinya, batinnya seakan menolak melakukan perbuatan itu. Sesekali Nisa memandang ke arah putrinya, yang membuatnya menghela napas dalam.


"Ayo Lis kita pulang aja, kita nggak usah nyamperin mereka, kamu nggak lihat di sekelilingnya banyak orang? entar mereka pasti lihatin kita." penolakan Nisa yang membuat Lisa merasa terkejut.


"Pulang!"


"Ya ampun Nis, biarin aja, ngapain mikirin mereka? biar si Fira juga nantinya malu sekalian.


Ayo!" seru Lisa lagi yang sudah merasa gelisah dan melangkahkan kakinya turun.

__ADS_1


Namun ajakan Lisa tidak menggoyahkan pendiriannya Nisa tetep saja diam dan mengurungkan Niatnya untuk melabrak Fira, di karenakan ada banyak orang di sekitar mereka.


Pikiran positif yang muncul di pikirannya:


"Mungkin mereka bertemu atas dasar pekerjaan, gimana aku melabrak mereka karena pekerjaan? lagian juga mereka bertemu di tempat ramai seperti ini, nggak mungkin kan? mereka berbuat macam-macam, aku nggak boleh bertindak semaunya." batin Nisa.


"Nggak usah Lis, udah lah kita pulang aja" tolak Nisa lagi pada Lisa yang membuat Lisa merasa geram.


"Haduh!!!, Kamu itu kenapa sih Nis bego banget, Udah di depan mata, tapi kamu masih aja diam" serapah Lisa dengan mimik wajah yang terlihat kesal, kenapa Nisa menjadi tidak marah saat menyaksikan perselingkuhan suaminya? membuat Lisa merasa geram sehingga mengucapkan kata- kata kasar pada sahabatnya


"Kita sudah capek-capek nyari mereka, masa mau tinggal gitu aja sih! kalau aku tau seperti ini aku ogah bantu kamu, udah deh ayo cepetan!" Lisa yang sudah terlihat emosi terus saja memaksa Nisa.


Namun alasan demi alasan untuk menolak ajakan Lisa terus saja keluar dari mulutnya.

__ADS_1


"Lis tubuhnya lebih besar dari ku, lihat deh! tu" Nisa memanyunkan bibirnya ke arah Fira. Padahal kalau hanya untuk menjambak Fira, Nisa pasti cukup kuat, namun amarah Nisa yang sudah reda membuatnya menolak ajakan Lisa.


"Haduh kamu Jangan mikirin tubuhnya yang besar, kemampuannya paling nggak seberapa, ayo cepetan!" paksa Lisa lagi.


__ADS_2