Suamiku Selingkuh Dariku

Suamiku Selingkuh Dariku
Istighfar aja lah


__ADS_3

"Mas, kenapa sih kamu tega sekali sama aku,"


memandang ponsel Dimas dengan pesan Fira yang membuat amarahnya terasa di Ubun-ubun, namun terasa sakit ketika perasaan itu tidak bisa ia luapkan, Nisa tidak bisa berbuat apa-apa, ingin sekali rasanya ia mengirim pesan makian pada Fira, namun itu sangat berat ia lakukan, Dimas pasti akan marah besar, gimana pertemuannya di kantor dengan Fira nanti, pasti Dimas akan merasa tidak nyaman bila bertemu Fira besok, itu lah yang ada di pikiran Nisa sekarang, perasaan Dimas yang selalu ia utamakan, dibanding perasaannya sendiri, sekarang ia memilih sabar walaupun batinnya tersiksa.

__ADS_1


"aku yakin tuhan pasti punya rencana lain di balik semua ini, Astagfirullahalazim, sabar Nisa sabar," gumamnya mencoba menenangkan amarahnya, Kalimat Istighfar yang selalu ia ucapakan berulang-ulang sembari mengelus dadanya, dengan keadaan berpikir ia pun mencoba memejamkan matanya, namun kata-kata itu selalu saja terngiang di ingatannya,


"Gimana mas, kamu sudah baikan belum? "kata-kata itu yang terus saja membuatnya berpikir,

__ADS_1


"Kenapa sih mas, kamu menyempatkan memberi tau dia, bagaimana posisinya di hati mu mas? apa kah kamu begitu sangat mencintainya," tanda tanya yang terus saja berkecamuk di ingatannya. dengan posisi Nisa berbaring membelakangi Dimas, dengan satu tangannya yang ia taruh di pipi, dengan air matanya yang terus saja mengalir tanpa tangis, sehingga membuat hidungnya terasa tersumbat.


"Tuhan apa yang harus aku lakukan? berikan jalan keluar untuk masalah ini, kenapa harus ada dia hadir di kehidupan rumah tangga kami,? aku mohon, buatlah ia menjauh dari kehidupan rumah tangga kami, aku tidak ingin dia ada ya Tuhan, kenapa sih harus ada dia?" rintih Nisa dengan isak tangisnya, Nisa sengaja sholat di kamar tamu, agar Dia bisa dengan leluasa mencurahkan isi hatinya, isak tangisnya yang terus saja menjadi-jadi, karena air mata yang sudah terasa kering, sehingga terasa pedih di pelupuk mata, terkadang terlintas di pikirannya untuk meninggalkan Dimas, Namun teringat dengan putrinya Haifa, dan kedua orang tuanya, "bagaimana? apa yang akan ia katakan pada Ibu dan Ayahnya nanti" inilah yang membuatnya sedikit bersabar, Nisa yakin pasti akan menemukan jalan keluarnya, lalu Nisa pun mengakhiri tangisnya, dan ia pun pergi ke kamar untuk beristirahat, karena sudah larut malam ia pun mencoba memejamkan matanya, walau masih dalam keadaan berpikir. Sesekali ia memandang wajah Dimas yang sedikit membuatnya jengkel, Gantengnya yang tidak seberapa, muncul pemikiran Liciknya.

__ADS_1


"Bisa-bisanya kamu selingkuh di belakang ku mas, Kamu pikir aku nggak bisa dapat yang lebih dari kamu, dengan wajah kamu pas- pas gitu aja belagunya minta ampun, kamu jangan So tampan ya mas, di luar sana masih banyak yang lebih tampan dari kamu," maki Nisa dalam hatinya, namun terlintas pikirannya yang sedikit memuji Dimas, karena memang tidak bisa ia pungkiri perasaan Cintanya terhadap Dimas.


...Komentar kalian selalu ku tunggu, terima kasih bagi yang selalu mendukung, nggak cuma baca aja 😊 ...

__ADS_1


__ADS_2