
Tidak Berapa lama Nisa pun Sampai, ia memarkirkan Mobilnya di Halaman depan, halamannya sangat luas, ada beberapa pohon rambutan dan lengkeng di sampingnya.
Rumah Ibu Ana juga sedikit jauh dari perkotaan di belakang rumah ibu terdapat sawah-sawah yang luas menghijau milik tetangga.
......................
Terlihat dari kejauhan dari dalam kaca mobil, Nisa melihat Haifa putri nya yang sedang bermain dengan beberapa teman sebayanya di teras rumah ibu yang hanya berpagar kayu,
"Sayang Mama datang," ucap Nisa lirih sambil melepas sabuk pengamannya,
Nisa buru-buru membuka pintu mobil karena merasa sudah tidak sabar ingin memeluk putrinya,
"Haifa!"....
Teriak Nisa dari kejauhan dengan mempercepat langkahnya, Nisa berharap putrinya mengejar ia dan memanggil, "Mama", seperti di film-film gitu deh!
Eh, ternyata dia hanya menoleh sebentar tanpa menghiraukan teriakan Nisa,
"Anak ini, mamanya rindu setengah mati ia malah asik-asik bermain!", gumam Nisa
Lalu Nisa pun memeluk dan mencium putrinya,
"Sayang, Emuach, Emuach, Emuach!"
ciuman Nisa bertubi-tubi pada pipi putrinya yang mungil itu, sambil memeluknya.
__ADS_1
"Mama rindu sekali sayang", ucap Nisa
Haifa meronta melepas pelukan Nisa,
"Lepas!".....ujar Haifa,
Karena Nisa memeluknya sangat erat,
"Haifa nggak rindu ya sama Mama?" rengek Nisa,
putrinya tidak memperdulikannya dia malah asik bermain.
"Uh! Ngeselin, Awas ya!, Jika nanti nyariin Mama," ucap Nisa memegang wajah putrinya Nisa pun ke dalam untuk menemui ibunya,
"Ibu di mana ya?" gumam nisa
"Ibu Ana oh..Ibu Ana," teriak nisa memanggil nama ibunya dengan suara yang mendayu-dayu sesekali dia memanggil ibunya dengan sebutan "Mami",
"Mami, Where are you mami?" teriak nisa lagi.
Ternyata ibunya sedang asik membuat kue di dapur, Ibunya sengaja tidak memperdulikan panggilan Nisa hanya saja dia membalas salam Nisa dengan suara pelan, "Wa'alaikumsalam."
"Dasar! anak itu, Sifat kekanakannya tidak berubah, Padahal sudah punya Anak." gumam Ibu Ana yang berada di dapur sambil membuat kuenya,
"Ternyata ibu disini? Pantas saja aku cari kemana-mana tidak ada," (padahal Nisa tidak mencarinya), karena rumah ibu nya Berbentuk persegi panjang, Sehingga ruang dapur hanya terhalang sebuah lemari besar, yang di dalamnya terdapat barang-barang unik beserta foto-foto lama yang tersusun rapi,
__ADS_1
"Kamu kenapa teriak-teriak, emangnya ibu budek?" ujar ibu judes yang sambil mengulurkan tangannya,
"Hehehe..."
Nisa hanya bisa tersenyum malu dan langsung mencium tangan ibunya,
"Ibu lagi bikin apa? aromanya sampai tercium keluar," ujar nisa sambil mengendus aroma yang tercium sangat lezat itu.
"Ini kerjaan Ayah kamu , tiba-tiba saja minta di buatkan kue kacang, yang sering ibu buat waktu lebaran, katanya dia tidak ingin beli buatan orang lain, maunya buatan ibu, ngeselin bukan Ayah kamu itu?" Celoteh ibu kesal.
Nisa hanya tersenyum mendengar celotehan ibunya.
"Oh, iya nis, Kamu sama, Siapa? Mana Suami kamu?" tanya ibu yang sedari tadi melihat Nisa sendiri.
"Mas Dimas ada di rumah Bu, dia tidak ingin ikut," balas Nisa cemberut
"Kenapa? Kalian lagi berantem, Ya?"
"Tidak Bu," balas Nisa singkat,
(hanya saja aku lagi sedikit Bete Bu, ucap Nisa dalam Hati).
Nisa memasang Wajah sedikit senyum, Entah itu senyum bahagia atau senyum membawa duka, Nisa pun tidak tahu, Nisa takut jika ada pertanyaan-pertanyaan lagi dari ibu tentang suaminya.
jangan lupa like and komentar nya ya☺, biar aku tambah semangat!! terimakasih buat yang sudah baca
__ADS_1