
"Kita pakai kendaraan aja Lis!, di sana tempatnya sedikit sempit untuk roda empat."
"Yah Nisa, terus kita pakai apa dong?" ujar Lisa merasa tidak semangat
"Pakai kendaraan kamu dong Lis, terus mau pakai apa? kamu mau pakai sepeda Ontel?" ledek Nisa
"Ya sudah ayo pergi!" ajak Lisa dengan nadanya sedikit tinggi!
Cukup lama mereka menyusuri jalan, Nisa yang terlihat kebingungan mengingat Alamat yang ia cari.
"Kamu tau nggak sih nis tempatnya? Kenapa dari tadi kita muter-muter?" tanya Lisa dengan wajah murung.
"Iya Lis , Aku itu sedikit lupa tempatnya, aku rasa sih di sekitar sini" teriak Nisa keras karena gemuruh angin kendaraan.
"Coba deh kamu hubungin dulu,"
"Oh iya, Kenapa nggak kepikiran yah?" batin Nisa. Ia pun segera menepikan kendaraanya,
bermaksud mengambil ponsel yang ada di tas bahunya, Nisa mencoba menghubungi suaminya , namun tidak ada jawaban.
"Nggak di angkat Lis", ujar Nisa dengan wajah cemberutnya,
"Terus gimana ini? Aku kedinginan tahu," ujar lisa cemberut terlihat dari kaca spion karena sudah lumayan lama Mereka menyusuri jalan.
"Iya, Iya maaf" ujar Nisa dengan perasaan bersalah,
"Kita coba muter ke arah sana ya Lis" ajak nisa lagi, karena melihat wajah cemberut Lisa,
__ADS_1
"Jangan marah dong Lis" bujuk nisa
"Jika tidak ketemu juga, kita pulang aja aku janji" ujar nisa mencairkan suasana
Tidak berapa lama Nisa pun menemukan rumah yang dia cari.
"Eh, Lis!, itu rumahnya," Nisa pun langsung menepikan kendaraanya mereka berada sedikit jauh dari rumah itu.
"Lis itu banyak orang,
Kira-kira ngapain ya?" tanya nisa,
"Mana aku tau", jawab Lisa masih dengan wajah yang cemberut
"Terus gimana ni?" tanya Lisa lagi
"Sebentar ya Lis aku cari tahu motornya dulu, ada apa nggak? Kamu tunggu disini aja!" ujar nisa dengan penuh harapan suaminya benar-benar ada
"Ya udah, Ayo!" ajak nisa dengan menarik tangan Lisa.
Karena rumahnya di gang kecil jadi sedikit sulit perjalanan mereka
Mereka mendekat ke arah rumah tersebut , banyak motor-motor di parkir di depan rumahnya,
"Nisa! jalannya biasa aja dong, seperti detektif aja hahahaha" pekik Lisa,
"Sepertinya Lisa sudah tidak marah lagi," batin Nisa
__ADS_1
Mereka pun berhenti di seberang jalan
"Gimana nis?motornya ada apa nggak?" Melihat kepala Nisa yang celinguk ke sana kemari mencari kendaraan suaminya.
"Hehehe, Ayo Lis kita pulang!" ajak Nisa sambil menarik tangan Lisa
"Eh, tunggu!" teriak Lisa menghentikan langkahnya, motornya ada apa nggak? tanya Lisa penasaran
"Sudah! Ayo kita pulang, nanti saja aku ceritain" jawab Nisa yang terus menarik tangan Lisa
Lisa pun pasrah saja melihat perlakuan sahabatnya itu
~Ditengah perjalanan~
"Kamu pasti lapar kan Lis? aku traktir makan yah?" teriak Nisa
"Iya Nis, Aku sudah lapar," teriak Lisa juga
Eh, Nis! Kamu belum jawab pertanyaan aku tadi, teriak lisa penasaran
Sudah nanti saja aku ceritain ,
kita isi perut dulu, aku juga sudah lapar nih!jawab Nisa antusias
"Kamu ingin makan di mana? di Kafe yang biasa kita makan aja yah?" tanya Nisa
"Di emperan saja Nis, dengan pakaian aku seperti ini malu tahu!" ujar Lisa manja
__ADS_1
"Ya udah, makan di pak doyok aja, emperan yang dekat Toko Vani, di situ lumayan enak, ada bakso, sama sotonya juga" ajak Nisa
"Oke!", jawab Lisa.