
"Di...diraz! Kamu ngapain disini?" sontak Nisa terkejut dengan salah tingkah, dan nada gugup. Bagaimana tidak salah tingkah Diraz adalah salah satu teman seangkatan Nisa waktu masih duduk di bangku SMA, sekaligus pria yang sangat Nisa kagumi. Walaupun Diraz tidak pernah menyatakan cintanya, Tetapi Diraz yang selalu curi pandang pada Nisa saat di sekolah. Kepergok salah Satu teman Nisa. Maka Dari itu lah Nisa mengetahui tentang Diraz. tapi Diraz yang selalu bersikap Cool Dan pendiam. Membuat nya tidak berani untuk menyatakan perasaannya pada Nisa. Nisa wanita yang selalu Ceria Dan Humoris membuat Diraz jatuh hati. sayangnya setelah Mereka tahu isi hati satu sama lain, setelah ujian Berakhir. Ia lebih dulu meninggalkan Nisa pergi mengejar cita-citanya sebelum acara perpisahan sekolah. Sehingga membuat Nisa tidak sempat mengetahui keberadaan Diraz sekarang.
Terakhir kali mereka berhubungan ketika Diraz yang tengah mengejar Cita-citanya menjadi seorang Dokter. Pada saat itu Nisa yang masih melanjutkan kuliahnya di semester Tiga. Nisa yang harus kehilangan ponselnya saat berada di rumah kos sahabatnya. sejak itu membuat mereka tidak bisa berhubungan Satu sama lain. Diraz pun menghilang bagai di telan Bumi.
Dan sekarang mereka di pertemukan kembali.
benar-benar membuat Nisa tidak habis pikir. Ini bagai mimpi baginya.
"Ya tuhan bagaimana mungkin kami bisa bertemu dengan cara seperti ini?" Batin Nisa yang membuat nya sedikit bahagia. Bagai mana tidak bahagia.Seseorang yang sangat Nisa kagumi Waktu masa sekolah dulu sekarang menyapa dan berdiri di hadapannya.
"Aku ingin ke bandara nis, kamu ngapain? " Tanya Diraz senyum di wajahnya.
__ADS_1
"Sama aku juga Raz..jawab Nisa yang Sudah salah tingkah karena kedekatannya.
"Atau jangan-jangan kita Satu pesawat lagi" pangkas Diraz. Karena tahu jam keberangkatan mereka yang sama.
Tiba-tiba saja taksi yang Nisa tunggu pun tiba.
"Raz, Sepertinya itu taksi yang aku tunggu, Aku pergi dulu yah!" ujar Nisa yang sedikit tergesah menderek kopernya. Karena keberadaan Diraz membuat nya sedikit salah tingkah.
Nisa pun melirik ke arah Diraz mengangguk kecil. Isyarat memperbolehkan
Lalu mereka pun pergi bersama dalam Satu taksi. Kedekatan mereka benar-benar Membuat Nisa salah tingkah. Perasaan manusiawi nya yang sekarang mulai tumbuh kembali.
__ADS_1
"Astagfirullah apa yang Ada dipikiran ku,
ampuni aku tuhan. aku hanyalah manusia biasa," Batin Nisa yang membuatnya gugup.
Satu taksi bersama Diraz benar-benar membuatnya kehilangan akal sehatnya. Ia yang sedang bahagia akan kepulangannya bisa bertemu dengan putri serta suaminya. Kini juga ada kebahagian lain yang tiba- tiba datang menghampirinya. Ia menyadari ini kesalahan terbesar yang pernah ia lakukan.
"Ah Sudah lah nggak papa kali yah? kapan lagi aku bisa satu taksi dengan Diraz. ini benar-benar kejadian langka. Perlu di abadikan" celetuk Nisa dalam hatinya sambil cekikan. hik.. hik. hik.
Di dalam taksi mereka yang hanya diam tidak banyak bicara, Diraz bingung harus memulainya dari mana? begitu Juga Nisa. Nisa yang hanya bisa memandang di sekelilingnya dari balik kaca Mobil.
"Nis seperti kita satu pesawat," ujar Diraz yang tiba-tiba menghentikan keheningan mereka.
__ADS_1
"Oh yah?" balas Nisa yang berpura-pura tidak tahu. maka disitulah terjadi obrolan mereka.