
Karena melihat Dimas yang tidak membawa ponselnya, membuat Nisa ingin melanjutkan aksinya.
Oke mas!
aku akan makan, Tapi setelah aku memeriksa ponsel kamu terlebih dulu, batin Nisa licik sambil menyunggingkan bibirnya.
"Kamu mandi saja sana!" perintah Nisa pelan,
Hahaha ujarnya cekikikan di dalam hati, Nisa yang berantusias dengan rencananya.
Setelah mendengar Dimas yang sudah masuk kamar mandi, Nisa pun menunggu beberapa saat untuk memastikan kalau suaminya tidak akan keluar lagi dari kamar mandi,
Siapa tahu saja dia keluar dan mengambil ponselnya lagi batin Nisa menerka.
Tapi sepertinya mas dimas lupa membawanya ,
apa atau memang sengaja? tanda tanya di benak Nisa
Karena memang Dimas tidak pernah meninggalkan ponselnya, dia selalu membawa kemanapun dia pergi
Nisa pun buru-buru pergi ke kamar, untuk mencari ponsel Suaminya, dan akhirnya Nisa menemukan ponsel itu,
Untung saja ponselnya ada, pikir Nisa licik lalu meraih ponsel Dimas yang masih tersimpan di saku seragam yang tadi dimas pakai.
Setelah Nisa membuka ponselnya ternyata, ponsel Dimas terkunci yang sudah di kasih pola,
Sejak kapan dia memberi pola ponselnya, pantas saja dia berani meninggalkan ponselnya, gumam Nisa kesal.
__ADS_1
Bagaimanapun aku harus tau polanya! ujar Nisa geram mengepal tangannya,
sambil memikirkan sebuah rencana.
Lalu Nisa menaruh ponselnya lagi, agar suaminya tidak curiga Nisa pun kembali ke meja makan,
Agar Dimas tidak menghapus setiap pesan-pesannya,
Nisa mulai memikirkan cara bagaimana agar dia bisa tau pola ponsel Dimas, tanpa sepengetahuan suaminya.
Selesai makan, Nisa kembali ke kamar untuk menyalakan televisi, yang sebenarnya tidak ia tonton, tapi Nisa terlihat seakan-akan menonton televisi, Nisa hanya berpura-pura saja, agar dimas tidak curiga, padahal sangat banyak pikiran yang ada di kepalanya sekarang.
setelah dimas selesai mandi lalu mengganti pakaiannya,
Kamu itu lama sekali sih mas, mandinya? ngapain saja?, luluran ya?, tanya Nisa geram
Ya mandi lah, emang ngapain?
Nisa memandang ke arah Dimas dengan mata melotot mendengar ejekan nya ,
Kamu belum tidur? tanya Dimas datar
"belum!"
ujar Nisa yang terlihat fokus lagi pada film yang sedang dia tonton.
Lalu Dimas meraih ponselnya dan membaringkan tubuhnya di sebelah Nisa,
__ADS_1
tanpa dia sadari Nisa yang meliriknya dengan sedikit memanjangkan lehernya dan memutar bola matanya ke arah jemari-jemari Dimas yang sedang membuka pola ponselnya.
Oh~~begitu ya polanya, batin Nisa yang menyudahi lirikannya.
Haduh~ capeknya ujar Nisa dengan suara yang sedikit keras, dan mengangkat kedua tangannya di atas kepala, dan mengerahkan otot-ototnya yang sebenarnya sudah tidak terasa lelah.
Kamu belum tidur Mas? tanya Nisa, yang tiba-tiba memeluk suaminya, dari samping,
Iya, ini aku ingin tidur ujar Dimas lalu meletakkan ponselnya di meja kecil minimalis yang berada di samping tempat tidurnya.,
Lalu membalas pelukan Nisa, mereka pun saling berpelukan, seakan tidak ada apa-apa
Lalu tiba-tiba nisa meronta mencoba melepaskan pelukan Dimas,
Sudah-sudah, ujar Nisa yang tiba-tiba menggeliat ingin keluar dari dekapan suaminya,
"Itu film nya sudah mulai!"
ujar Nisa yang mengalihkan keromantisan mereka,
Dimas pun melepaskan Nisa dari pelukannya,
dan membiarkan Nisa menonton film kegemarannya, yang sebenarnya itu bukanlah film kegemaran Nisa,
Tidak berapa lama Dimas pun tertidur, karena dia merasa sangat lelah,
melihat Dimas yang sudah tidur pulas, Nisa pun melanjutkan rencananya.
__ADS_1
Dengan perlahan Nisa meraih ponsel dimas yang berada di meja samping tempat tidurnya.
Nisa melihat pesan yang isinya