
"Aku hanya kangen saja Lis!" hahaha gurau Nisa sambil cekikikan,
"Kamu kenapa nis? kamu sedang tidak sehat ya? Jangan, jangan?"
"Jangan-jangan kenapa?" potong Nisa
"Tidak apa-apa biasa lah penyakit curiganya pasti lagi kumat ni?" ujar Lisa meledek
"Wah! pinter juga kamu Lis!" ujar Nisa terkejut dengan mata melotot
"Kamu memang sahabat aku Lis, nggak menyangka aku punya sahabat seperti kamu, sudah cantik, pinter, baik hati, sekarang Sudah jadi paranormal pula. Sejak kapan kamu punya ilmu itu Lis? ajarin aku dong! hahaha ledek Nisa sambil tertawa
Lisa merasa lesu mendengar ledekan Nisa,
"Hem..maaf ya Nis aku sudah tidak ingin ikut kamu lagi! Awas ya jika kamu merengek meminta aku ikut menyelidiki suami kamu, aku ogah!" ancam Lisa
"Siapa juga yang minta , aku juga tidak ingin."
balas Nisa juga
"Terus kamu ngapain nelpon aku?" tanya Lisa sedikit kesal
__ADS_1
"Jangan marah- marah, entar cepat tua," ledek Nisa lagi
"Aku telepon kamu karena kamu itu sahabat aku, emang tidak boleh?" ujar Nisa lirih
Iya sih, pikir Lisa
"tapi sudah dulu ya Nis! aku lagi sedikit sibuk ni, nanti saja yah!"balas Lisa sedikit tergesa,
"Oke deh!" ujar Nisa antusias, belum sempat Nisa mengucap salam, Lisa pun mematikan teleponnya,
"Hem. langsung dimatiin? gumam Nisa sambil memandang ponselnya,
Setidaknya aku sudah sedikit lega, ucap Nisa, lalu Nisa melanjutkan perjalanannya,
...****************...
Tidak berapa lama, Nisa pun sampai di rumah
Nisa berharap pintu rumahnya tidak terkunci, agar dia bisa masuk ke dalam tanpa sepengetahuan suaminya,
Nisa sengaja tidak memasukan mobilnya ke dalam Garasi rumahnya agar suaminya tidak tahu jika dia sudah datang, itu lah rencana Nisa.
__ADS_1
Nisa masuk dan membuka sedikit pintu pagarnya secara perlahan,
Nisa berjalan mengendap ke arah pintu.
"Tidak ada yang mencurigakan." gumam Nisa
"Atau jangan-jangan Perempuan itu sudah ada di dalam? apa yang sudah mereka lakukan? Wah ini tidak bisa di biarin!" gumam Nisa geram sambil mengepal tangannya
"Jika sampai aku Memergoki mereka awas saja!" ujar Nisa sambil membawa separuh sendal jepit Swallow yang biasa Nisa pakai untuk Bersih-bersih halaman rumahnya. Nisa sudah merencanakan apa saja yang bakal ia lakukan pada Wanita itu, jika apa yang ia pikirkan itu benar.
"Alhamdulillah, Allah selalu memberi aku jalan ternyata pintunya tidak dikunci." gumam Nisa sambil membuka Pintu secara perlahan-lahan Nisa masuk dan melangkah kan kakinya dengan cara mengendap seperti maling, sambil Membawa sendal swallow yang dia sembunyikan di belakangnya.
"Aku merasa seperti maling di rumah ku sendiri!" ujar Nisa perlahan sambil menggeleng kecil merasa tak percaya
"Awas kamu Mas! jika Sampai aku tahu kamu dengan wanita lain lihat saja nanti" gumam Nisa yang sudah semakin kesal.
Nisa berjalan perlahan menuju Kamar tamu, karena kamar tamu letaknya lebih dekat dari pintu masuk.
"Kenapa tidak ada?" gumam Nisa, (Melihat kamar tamu yang terlihat kosong),
Nisa pun langsung Menuju Kamar tidurnya,
__ADS_1
ternyata Nisa juga tidak Menemukan suaminya.
bagi yang sudah mau baca dan mau ngikutin cerita aku Terima kasih banyak 🤗🤗. tapi jangan lupa vote dan likenya juga ya, tinggalin komentarnya juga . terima kasih