Suamiku Selingkuh Dariku

Suamiku Selingkuh Dariku
tatapan mengintimidasi


__ADS_3

"Aku nggak suka, yah! kamu merebut ponsel aku seperti itu," bentak dimas dari dalam dengan suara keras yang tidak terkendali, (Jika saja sekarang Nisa berada di hadapannya, mungkin sudah jadi ikan dedel)


"cepat buka!",


Teriak dimas lagi sambil menggedor pintunya. dengan keras


Nisa yang masih saja diam , tidak menghiraukan teriakan dimas,


"Entah apa yang di lakukan Nisa dengan ponsel ku" ujar Dimas pasrah menyandarkan kepalanya di belakang pintu menghela napas dalam


"Nisa! cepat buka, Jangan sampai aku mendobrak pintunya!"


teriak Dimas memaksa!


......................


"Ckreek"


Suara pintu kamar yang Nisa buka tiba-tiba.


Membuat Dimas yang sedikit terkejut! sehingga terperanjat dari belakang pintu.


"Ini! Ponsel mu!" menyerahkan ponselnya dengan tingkah biasa dan wajah polosnya, Seakan tidak ada apa-apa.

__ADS_1


Dimas heran melihat tingkah Nisa yang tidak langsung marah, atau langsung ngomel yang biasa Nisa lakukan, Karena Dimas yang sadar akan kesalahannya.


"Kenapa Nisa tidak langsung marah-marah?" tanya di benaknya.


Itu membuat Dimas sedikit bingung, (Seperti orang yang ingin marah, tapi tidak tahu ingin marah pada siapa?) .


Setelah menyerahkan ponsel nya Nisa menyandarkan tubuhnya di atas tempat tidur. Dan fokus memandang televisi, tanpa ada kata-kata atau pertanyaan dari Nisa,


Dimas yang langsung menghampirinya, berdiri tegap di depannya dengan tatapan, Seperti orang yang sedang, Mengintimidasi Tersangkanya.


Tapi Nisa tetap saja acuh dan tidak menghiraukan ocehan Dimas, yang sekarang Dimas lontarkan, Walaupun detak jantungnya sekarang sedikit cepat, (Seperti orang sedang menghadapi monster besar, dengan matanya yang merah, seakan sudah ingin menerkam).


Nisa tidak berani berkata apa-apa, Mulutnya seakan terkunci walaupun perasaanya sangat jengkel. (ingin mengeluarkan kata-kata kasar, ngomel dan sebagainya).


jadi Nisa memilih diam walaupun amarah Dimas sekarang sudah meledak-ledak. Namun sayangnya tidak punya lawan karena melihat Nisa yang hanya diam, membuatnya mengurungkan amarahnya.


melihat mimik wajah Nisa membuatnya Bingung,


(Wajah yang ingin marah, Tapi tidak marah, Dan wajah santai tapi terlihat ingin marah)


itu lah wajah Nisa yang sekarang,


Nisa pun bingung harus bagaimana?

__ADS_1


Lalu Dimas membaringkan tubuhnya di sebelah Nisa, dengan bola Mata yang hanya berwarna putih melotot melirik Nisa dengan tatapan Mengintimidasi, dengan posisi kedua tangannya yang ia silang dan di taruh nya di atas dada, Dan tatapan penuh amarah.


Karena merasa tidak ada perlawanan, Dimas memalingkan tubuhnya membelakangi Nisa.


Nisa yang hanya bisa menghela napas panjang,


"Untung aja dia nggak berlaku kasar" batin Nisa merasa lega.


Nisa yang merasa takut akan kemarahan Dimas, kini merasa lega, Walaupun ada sesal di benaknya.


Keesokan paginya,


Seperti biasa, Nisa yang selalu rajin menyiapkan sarapan pagi Dimas,


namun tidak ada sepatah katapun pagi ini dari mereka, Mereka yang hanya diam membisu tanpa ada obrolan.


Karena hari ini Ibu Atin Sudah kembali bekerja,


"Pagi Bu Nisa", sapa Bu Atin pada Nisa yang sedang berada di halaman depan sambil menyiram tanaman hias yang ia punya.


"Pagi Bu Atin", balas Nisa dengan senyum,


"Bu Atin, kenapa kemaren nggak bekerja?" sanggah Nisa di tengah perjalanan Bu Atin masuk,

__ADS_1


"Nggak apa-apa Bu, Hanya ada keperluan sedikit," Ucap Bu Atin sedikit senyum tidak nyaman di wajahnya,


__ADS_2