
Nisa pun pergi membuatkan sarapan suaminya, Hari ini nisa tidak pergi berbelanja, Karena stok sayur di lemari es nya masih banyak.
Setelah itu suaminya bangun dan langsung mandi, Nisa pun menunggunya di meja makan,
Nisa memang sudah tidak sabar ingin bertanya pada suaminya, tentang kejadian tadi malam, Nisa sudah memikirkan apa saja yang ingin dia tanyakan.
"Mas! Ayo sarapan,"
Ajak nisa pada suaminya yang hendak menuju meja makan. Mereka pun makan tanpa bicara apa-apa Nisa memang tidak ingin membahasnya di meja makan karena takut suaminya marah dan meninggalkan sarapannya. Nisa tahu sekali watak suaminya seperti apa.
Setelah makan Dimas pergi ke kamar untuk melanjutkan tidurnya yang tertunda tadi,
Nisa pun mengikutinya,
Baru saja suaminya membaringkan tubuhnya di tempat tidur,
pertanyaan nisa pun muncul.
"Mas! tadi kamu bilang pulangnya jam 01.00, ya?"
tanya nisa dengan nada lembut,
"Iya, Kenapa? Aku memang pulang Jam 01.00." jawab Dimas dengan yakin.
"Jam 01.00 aku masih belum tidur mas,
kamu jangan bohong!"
ujar nisa yang sedikit mengeraskan suaranya
"hehehe,"
__ADS_1
Dimas tersenyum tipis menahan malu, Karena ketahuan berbohong
"Aku pulang jam 02.00 lewat sedikit! "
jawabnya dengan suara lirih sedikit gugup
"Yakin, Mas? kamu pulangnya jam 02.00 lewat?"
tanya nisa lagi dengan suara yang sedikit memaksa dan mata melotot
"Iya Jam 02.00"
jawab dimas dengan yakinnya lagi.
"Aku belum tidur mas Jam 02.00."
balas Nisa sedikit berbohong
tanya nisa untuk yang ke tiga kalinya,
"Iya, Iya, aku pulang jam 05.00."
teriak dimas lalu menutup kedua telinganya dengan bantal.
"Sudah! Keluar sana! aku masih mengantuk" usir dimas dengan nada tinggi, karena dimas paling tidak suka mendengar Nisa yang cerewet,
Nisa hanya tersenyum kecil melihatnya,
Mas, Mas, Siapa bilang aku masih belum tidur jam 02.00 pikir nisa licik
jadi ketahuan bukan bohongnya, Hahaha pekik Nisa dalam hati
__ADS_1
Nisa pun pergi keluar dengan perasaan bahagia, Karena sudah mengelabui suaminya untuk berkata jujur kini tidak ada keraguan lagi di hatinya,
Setelah bersih-bersih rumah Nisa pun bermaksud ke rumah ibunya untuk menjemput Haifa, Nisa merasa sudah tidak sabar lagi ingin bertemu putrinya, baru saja satu hari mereka berpisah tapi rasanya sudah berbulan-bulan.
Nisa pun menghampiri suaminya untuk meminta ijin
"Mas, Aku ke rumah ibu, ya? Jemput Haifa"
"Iya, Hati-hati, balas Dimas dengan mata terpejam."
Lalu Nisa pun pergi, perjalanan ke rumah ibu lumayan jauh membutuhkan waktu satu jam untuk sampai di rumah.
Di dalam perjalanan selagi mengendarai mobil dengan santainya, Nisa terpikir tentang suaminya,
Nisa tersenyum-senyum sendiri melihat kejadian tadi pagi, melihat wajah suaminya yang gugup dan takut saat nisa bertanya dengan mata melotot nya,
Sebenarnya Nisa juga merasa takut saat itu, Nisa takut jika suaminya balik marah padanya,
Nisa tidak menyangka suaminya merasa gugup dan akhirnya bicara jujur itu membuat Nisa sangat bahagia,
"Oh, iya?"
Tiba-tiba nisa teringat sesuatu,
"Kenapa tadi aku tidak memeriksa ponselnya dulu sebelum berangkat? dia sedang tidur lelap pasti tidak akan sadar jika aku mengotak atik ponselnya, Siapa tahu saja masih tersimpan bukti keraguan aku selama ini,
mungkin saja dia belum sempat menghapus pesannya yang tadi malam."
gumam Nisa dengan marasa kecewa karena sudah menyia-nyiakan kesempatan emas tadi,
"Haduh, bego banget sih!" ujar nisa sambil memukul-mukul kepalanya dengan keadaan sadar.
__ADS_1