
"Nggak mau!"
rengek Haifa Menolak ajakan mamanya
"Sudah lah nis, biarin aja, dia masih nggak mau pulang, nanti sore biar Ayah dan Ibu yang mengantarnya ke sana," ujar pak Amir lirih
"Iya nis, biar aja, nanti sore kami akan mengantarnya ke sana! kamu pulang aja." sahut Ibu pula
"Iya Bu, Nisa pamit, Ya?" sambil mencium kedua tangan orang tuanya, lalu memeluk serta mencium putrinya.
"Da ...Sayang... " ujar Nisa sambil melambaikan tangannya ke arah putrinya,
"Da..Mama," balas Ibu Ana memperagakan tangan Haifa,
Lalu Nisa pun pergi melajukan mobilnya.
Pak Amir dan Bu Ana merasa kebingungan melihat Nisa, tingkahnya seperti ada sesuatu yang dia sembunyikan,
"Kenapa dia buru-buru pulang Bu?" tanya Pak Amir pada istrinya,
"Ibu abis marahan ya sama dia?"
"Ibu juga tidak tahu, Yah! setelah dia melihat ponselnya dia seperti itu, Ibu juga nggak tau ada apa? Sudah lah Yah, biarin aja! Mungkin dia lagi ada masalah,"
"Ayah disini aja! tungguin Haifa!"
perintah ibu Ana pada suaminya karena ingin melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai
******************
__ADS_1
Di tengah perjalanan pulang Nisa,
Nisa yang sedang mengemudi
tiba-tiba teringat suaminya,
"kira-kira Mas Dimas, Ngapain ya? apa dia ketemuan sama wanita itu? atau jangan-jangan dia sedang melakukan vidio call?,
atau dia malah mengajak perempuan itu ke Rumah? Oh..Tidak, Tidak, ini nggak boleh terjadi,"
ujar Nisa yang sambil memukul-mukul stir mobilnya,
"Aku harus cepat-cepat sampai,"
gumam Nisa sedikit menambah kecepatannya.
Pikiran Nisa sekarang sudah tidak karuan Nisa berkhayal yang bukan-bukan pada suaminya, yang belum tentu benar adanya,
"Astagfirullah? Hampir saja!" ujar Nisa sambil mengelus dadanya, Nisa pun berhenti sejenak
dan cepat keluar dari mobilnya untuk memastikan seekor induk kucing yang hampir saja dia tabrak tadi,
Nisa melihat ke bawah roda depan mobilnya, apakah seekor kucing yang hampir saja dia tabrak tadi sudah mati ? atau masih hidup?batin Nisa
"Dasar kucing! Nyebrang tidak lihat-lihat."
maki Nisa pada kucing yang tak berdosa itu, sambil celingak celinguk ke bawah mobilnya, namun kucing yang dia cari malah tidak ada
"Kemana kucing tadi? kenapa tidak ada?" gumam Nisa dengan perasaan sedikit panik,
__ADS_1
"Apa mungkin dia sudah lari?
Ah, sudah lah untung saja kucingnya tidak mati, kalau tidak! bisa bahaya, ujar Nisa yang tidak ingin ambil pusing
Lalu Nisa pun kembali masuk ke mobilnya, Nisa menepikan mobilnya untuk berhenti sejenak, menenangkan pikirannya yang sekarang lagi tidak fokus
"Astagfirullah," gumam Nisa sambil menghela napasnya, Nisa mengambil sebotol air Mineral yang ada di dalam mobilnya, dan meminumnya.
"Tenang, tenang" ujar Nisa sambil menenangkan pikirannya, lalu Nisa mengambil ponselnya menghubungi Lisa sahabatnya,
"semoga saja Lisa ada" gumam Nisa,
"Tut, tut, tut," suara panggilan ponsel Nisa
Mencoba menelpon Lisa beberapa kali,
"haduh kemana sih! itu anak? kenapa tidak di angkat?" ujar Nisa cemas
Tidak berapa lama
"Ya hallo, Kenapa nis?" jawab Lisa
"Nggak apa-apa Lis"
Hehe ujar nisa dengan cengengesan
"Terus kenapa kamu nelpon nis?"
tanya lisa lagi.
__ADS_1
...ayo terus dukung saya, ππjangan lupa like and komentarnya ya, biar saya tambah semangat lanjutin ceritanya, Terima kasih buat yang masih dukung saya. ππ...