Suamiku Selingkuh Dariku

Suamiku Selingkuh Dariku
Perjalanan pulang


__ADS_3

"Nggak pak, saya hanya mengantarkan barangnya saja"


setelah semua barang-barang masuk taksi, Nisa pun berpamitan dengan Diraz.


"Raz! makasih yah bantuannya," gumam Nisa yang sedikit cengengesan.


terlihat senyum bahagia Diraz saat itu.


"Nis! Bisa minta Nomor Ponsel mu?"


Pinta Diraz yang tiba-tiba menyodorkan ponselnya ke arah Nisa yang membuat Nisa terhenti.


Nisa pun terdiam sejenak dan mengangguk Kecil. isyarat memperbolehkan


lalu ia meraih ponsel Diraz dan memasukan Nomor Ponselnya.


"Saya pergi dulu ya Raz sekali lagi terima kasih sudah membantu saya," ucap Nisa lembut serta senyum di wajahnya dengan menyerahkan ponselnya kembali.


Diraz yang hanya membalas nya dengan senyum dan mengangguk Kecil.


Ketika taksinya melaju Diraz yang terlihat melambaikan tangannya membuat Nisa tersenyum saat kepergiannya.


"Ada Ada saja," pikir Nisa yang masih tidak percaya.

__ADS_1


Nisa yang terus saja berpikir tentang kejadian pertemuannya dengan Diraz saat kepulangannya.


"Jika saja aku tidak pergi bersama bu Evi. mungkin nggak akan bertemu Diraz Sekarang.


Ya ampun aku bahagia sekali, Terimakasih Tuhan. Sudah memberi ku sedikit kebahagian." Batin Nisa yang membuatnya tersenyum sendiri.


"Maafin saya yah Bu Evi." sambungnya lagi karena merasa bersalah saat kepulangannya. Ketika Bu Evi yang tidak bisa pulang bersamanya membuatnya sedikit kesal. Tetapi, ternyata ada rencana Tuhan di balik semua itu.


Perasaan bahagia yang benar-benar ia rasakan saat ini tiba-tiba buyar saat ia teringat Haifa dan suaminya yang pasti sudah menunggunya di rumah.


"Astaghfirullah, Ampuni aku tuhan, batin Nisa membuatnya menyentuh keningnya.


Perjalanan menuju rumah Nisa memang sedikit lama, Karena Nisa harus mampir dulu ke beberapa toko untuk berbelanja beberapa oleh-oleh untuk putrinya serta anaknya Bu atin.


......................


Setelah menyusuri jalan yang cukup lama


Nisa pun tiba di rumahnya pukul 8.00 malam.


Sangat terlihat jelas wajah leleh Nisa saat tiba di rumah. Membuat Bu Atin merasa Iba.


"Sini Bu! Biar saya bawa," bu atin yang meraih barang bawaan Nisa.

__ADS_1


"Makasih Bu Atin, Haifa Sudah tidur yah?" Tanya Nisa yang ingin masuk kamarnya, terlihat sangat lelah.


"Iya Bu, ia belum lama tidur. Mungkin baru 15 menit yang lalu, Oh ya Bu, bapak juga belum pulang"


sanggah Bu Atin pada Nisa ketika ingin membuka pintu kamarnya.


Nisa terdiam dan hanya mengangguk kecil.


Setelah Nisa membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya, ia pun membaringkan tubuhnya yang terasa sangat lelah di atas tempat tidur. Sambil terpikir tentang Dimas suaminya.


"Aku nggak tahu Sekarang mas Dimas ada di mana? Apa mungkin sedang bersama dengan wanita lain? Tanya di benaknya yang membuatnya kembali memikirkan yang bukan-bukan dan membuat dadanya kembali terasa nyeri.


"Ya tuhan kenapa engkau mengambil kebahagian ku begitu cepat?" Gumam Nisa dengan pemikiran dan keadaan tubuh yang sangat lelah.


Nisa sengaja tidak ingin menghubungi Dimas terlebih dulu, Karena Saat kepergiannya Dimas yang tidak pernah menghubungi atau memberi kabar padanya. Membuat Nisa enggan bicara pada suaminya saat ini.


Dengan masih keadaan berpikir. Karena tubuhnya yang begitu sangat lelah membuatnya tertidur pulas.


Keesokan paginya Saat Nisa membuka mata dengan keadaan tubuhnya yang Sudah Fit.


karena tidurnya yang begitu nyenyak tadi malam.


"Dimana Mas Dimas? apa dia nggak pulang? gumam Nisa bangkit dari tidurnya. Membuka sedikit gorden kamarnya terlihat Bu Atin yang sudah berada di halaman. Lalu ia segera pergi keluar menemui Bu Atin. Dengan wajah yang masih sembab dan rambutnya yang masih acak-acakan.

__ADS_1


__ADS_2