Suamiku Selingkuh Dariku

Suamiku Selingkuh Dariku
emosi Lisa


__ADS_3

"Kita sudah capek-capek nyari mereka, masa mau tinggal gitu aja sih! kalau aku tahu seperti ini aku ogah bantu kamu, udah deh ayo cepetan!" Lisa dengan suaranya yang terdengar marah terus saja memaksa Nisa.


"Lis tubuhnya lebih besar dari ku, lihat deh! Tu" Nisa memanyunkan bibirnya ke arah Fira. alasan Nisa untuk menolak, padahal kalau hanya untuk menjambak Fira, Nisa pasti cukup kuat, namun amarah Nisa yang sudah reda membuatnya menolak ajakan Lisa.


"Haduh kamu Jangan mikirin tubuhnya yang besar, kemampuannya paling nggak seberapa, ayo cepetan!" paksa Lisa lagi.


Lisa memang sangat berantusias dengan hal melabrak, sebab dia juga pernah mengalami gimana rasanya diselingkuhin. " Sangat menyakitkan" Nisa sahabatnya juga pernah menyaksikan sendiri perlakuannya tempo hari ketika memperlakukan selingkuhan pacarnya di sebuah rumah kos wanita. Nisa juga sempat melerai pertengkaran mereka, namun tenaga Nisa tidak begitu kuat menahan emosinya, Lisa merasa menjadi sangat kuat ketika dia sedang marah, Lisa menjambak rambut selingkuhan pacarnya serta menerjang dengan brutalnya, tangan Lisa yang tak bisa lepas dari rambut wanita itu, membuatnya sempat mendaratkan tamparan ke pipi selingkuhan pacarnya. Lisa terlihat seperti seseorang yang sedang kerasukan saja pada saat itu, Lisa pun tidak menyangka dia bisa sekuat itu. Maka dari itu melihat Nisa yang sudah tidak terlihat marah dan santai, menyaksikan suaminya berdua dengan wanita lain, membuat Lisa geram namun Lisa tidak bisa berbuat apa-apa Lisa pun hanya bisa menggeleng kecil, dan hembusan napasnya secara perlahan merasa tak percaya, kesabaran seperti apa yang Nisa punya? kenapa bisa dengan tenang menyaksikan suaminya berdua dengan wanita lain.


"Ya ampun Nis aku nggak tau kamu itu wanita Bego atau apa sih?" batin Lisa dengan sorot mata yang tajam memandang dalam ke arah Nisa yang hanya memandang suaminya dari kejauhan dan tidak melakukan apa-apa.

__ADS_1


"Kita pulang aja ya Lis" ajak Nisa lagi.


"Hem.... terserah kamu aja Nis, tapi kalau aja aku jadi kamu sekarang, udah bonyok tu perempuan, Uh!" ujar Lisa dengan geram mengepal tangannya.


"Ya udah Nis ayo kita pulang, aku juga bete lihat kamu cuma bisanya memandang gitu aja" ajak Lisa dengan wajahnya yang terlihat Bete.


"Padahal ingin sekali aku menampar kamu supaya kamu sadar Nis" serapah Lisa dalam hatinya.


"Huh!"

__ADS_1


Sepanjang perjalanan mata Nisa yang terus fokus memandang jalan tanpa berkedip sedikitpun dengan tatapannya kosong namun pikirannya terbang entah kemana, pandangan dan pikirannya tak sama.


"Apa yang mereka lakukan setelah itu? apa mereka akan pergi ke suatu tempat dan melakukan hubungan? Aaaaaa tidak.. "jerit Nisa dalam hatinya.


"Nis kamu kenapa sih nggak marah lihat suami kamu seperti itu? " tanya Lisa membuyarkan lamunan Nisa.


"Hem"


Nisa hanya bisa tersenyum dan berkata:

__ADS_1


"Lis, sebenarnya aku bukan nggak mau marah, aku ingin sekali marah dan melakukan apa yang ada dipikiran mu sekarang, Tapi aku nggak bisa Lis, Kamu nggak tau gimana rasanya jadi istri yang punya suami seperti aku Lis, Jika aku turutin emosi ku gimana dengan rumah tangga ku nanti? pasti akan berantakan Lis, pernikahan ku baru seumur jagung, aku yakin tuhan pasti tidak menguji di batas kesabaran ku" bicara Nisa yang terdengar tegar Namun Lisa tahu hati Nisa pasti terasa hancur, tetapi Lisa tidak bisa berbuat apa-apa keteguhan hati Nisa membuat Lisa tidak bisa berkata lagi.


__ADS_2