Suamiku Selingkuh Dariku

Suamiku Selingkuh Dariku
kembali sabar


__ADS_3

"Aku tau kamu memang tampan sih mas tapi melihat sifat kamu seperti ini, jadi nggak mau aku lihat mu mas, awas aja jika sampai kalian kepergok berdua, "Ugh" Nisa geram mengepal tangannya, pikirannya yang sudah berlayar kemana-mana jika dia sampai mempergoki mereka. Namun dia terus saja menenangkan dirinya, "Sabar Nisa, Sabar, Sabar, Sabar." sembari mengelus dadanya, pikiran positif yang tiba-tiba muncul di kepalanya;


"Dimas itu sekarang suami kamu Nis, nggak mungkin dengan mudahnya dia berpaling ke lain hati,"


Pikiran itu lah yang membuatnya sedikit tenang, Walaupun masih banyak pemikiran lain, cara bagaimana untuk membuat Dimas akan berkata jujur. Karena hari sudah larut malam, bagaimanapun dia harus beristirahat agar bisa kembali Fit mengahadapi hari esok.


Dengan keadaan jengkel Nisa pun mulai memejamkan matanya, tidak berapa lama, Nisa pun sekarang sudah berada di alam mimpi.


......................


Keesokan paginya, Nisa bangun dan seperti biasa, dia selalu menyempatkan membuat sarapan pagi walaupun hatinya masih terasa jengkel mengingat pesan Fira tadi malam.


setelah selesai dia pun segera bersiap untuk bekerja.

__ADS_1


Nisa yang sedang merias wajahnya di depan cermin.Ya riasan Ala kadarnya lah, riasan yang biasa-biasa aja, hanya memakai lipstik dan sedikit bedak. Sebab Nisa memang tidak terlalu pandai berdandan, tidak seperti Fira, pandai membuat Alis Shincan serta mewarnai bibir Donal Bebeknya itu dengan seindah mungkin, entah kenapa Dimas bisa jatuh cinta dengan wanita yang seperti itu, bibir Donal Bebek dan alis Shincan.


"Mas, kamu tadi malam Kenapa?" tanya Nisa ketus, membuyarkan keheningan mereka. Dimas yang tengah mengenakan seragam nya, sedangkan Nisa sedang memakai bedak di wajahnya.


"Kamu abis minum Alkohol ya tadi malam?" pangkas Nisa tanpa mendengar jawaban dari Dimas terlebih dulu.


Mendengar Nisa yang langsung menuduhnya, tuduhan yang tidak pernah dia lakukan membuatnya sedikit kesal.


"Emangnya kamu nyium bau Alkohol tadi malam? nggak kan? balas Dimas ketus.


"Makanya kamu itu jangan suka curiga dulu, tadi malam aku cuma minum kopi, tapi nggak di campur macam-macam, terus saat perjalanan pulang, tiba-tiba saja tubuhku terasa menggigil" jelas Dimas


"Oh yah," ekspresi terkejut Nisa

__ADS_1


"Kasihan sekali kamu Mas. Terus, terus gimana? kok kamu bisa sih bawa mobilnya, untung saja kamu nggak kenapa- kenapa ya Mas" rasa IBA Nisa mendengar penjelasan Dimas.


"Emang kamu ngopi di mana sih mas, sama siapa?" tanya Nisa lagi dengan antusiasnya. Namun Dimas terlihat tidak ingin menjawab dan langsung pergi.


"Aku berangkat," ujarnya yang sudah terlihat rapi meninggalkan Nisa serta aroma parfum semerbak yang hanya tertinggal di dalam ruangan.


Muncul rasa curiga saat itu di benaknya, melihat Dimas dengan mimik wajah yang berbeda setelah mendengar pertanyaan darinya.


"Minum di mana ya dia? terus sama siapa aja?Hm....masa sih sama Fira, nggak mungkin" merasa tidak yakin dengan firasatnya sendiri.


"ha... sudah lah" mencoba mengakhiri pemikiran negatifnya, keluar kamar lalu menemui Bu Atin yang tengah dengan pekerjaannya, "Bu Atin saya berangkat dulu ya, titip Haifa," pamitnya pada Bu Atin dengan senyum.


"Ya Bu, hati-hati"

__ADS_1


Nisa pun melajukan mobilnya dengan santai.


__ADS_2