Suamiku Selingkuh Dariku

Suamiku Selingkuh Dariku
firasat


__ADS_3

Pertengkaran hebat terjadi hari itu. Nisa yang hanya bisa menangis setelah kepergian Dimas, menahan kesedihannya. Sejak kehadiran Fira rumah tangga Nisa tidak bisa tentram seperti dulu. Hampir setiap hari mereka bertengkar, pertengkaran demi pertengkaran terus saja terjadi, walaupun hanya jeda beberapa hari, lalu mereka mulai kembali bertengkar, dengan topik yang sama, Fira lah yang membuat pertengkaran mereka.


Hari sudah semakin gelap. Setelah pertengkaran mereka, Dimas pun mengurung dirinya di kamar.


Nisa yang sedang duduk di depan meja makan dengan keadaan berpikir.


"Aku nggak tau sampai kapan aku bertahan? gumam Nisa sembari menyentuh keningnya dengan Kepala yang tertunduk


hatinya masih saja terasa sakit dan pikirannya terus saja terbayang bayang dengan perlakuan suaminya.

__ADS_1


Sekarang sudah waktunya sholat Isya, Nisa pun melaksanakan sholat tanpa suaminya.


Tidak ada yang bisa ia lakukan selain di amparan sajadahnya lah tempat ia akan memohon sekarang. dan mengungkapkan isi hati serta pikirannya yang sudah terasa menumpuk di kepala.


Setelah selesai sholat tidak lupa ia berdoa, ia curahkan semua penderitaan yang sekarang ia rasakan pada yang kuasa, dengan suaranya yang gemetar dan air matanya yang terus saja mengalir.


...Ya tuhan, aku sudah tidak tau harus berbuat apa lagi, beri aku jalan untuk keluar dari masalah ini, aku tidak tau apa kah suami ku masih mencintai ku atau tidak, tunjukan lah kebenaran mu tuhan, engkau lah pemilik hati setiap manusia aku mohon, itulah Doa nisa dengan suaranya yang gemetar serta tangisnya dan air matanya terus saja mengalir ....


kegiatan yang selalu ia kerja setiap malam Seperti: Menyuapi makan malam dan harus menemani nya bermain. Tidak berapa lama Dimas pun keluar dari kamar setelah ponsel nya berbunyi, panggilan dari pak Robin Bos dari Dimas. dengan cepat ia pergi dengan memakai pakaian yang rapi, dan Wangi-wangi an yang membuat seisi ruangan penuh dengan aroma parfum yang sangat menyengat.

__ADS_1


"Gila, ni parfum baunya menyengat banget, mungkin dia sudah menumpahkan satu botol parfum di bajunya" maki Nisa dalam hati sembari menggosok-gosok hidungnya mencium aroma parfum yang sangat menyengat itu.


Nisa yang sedang asik menemani haifa bermain di ruang tamu. Lalu Dimas mendekat ke arahnya.


"Aku mau keluar dulu. Sudah kamu jangan marah-marah lagi" gumamnya sambil mendaratkan kecupannya di kening Nisa lalu pergi begitu saja. entah ada angin apa yang membuatnya tiba-tiba bertingkah seperti itu.


Nisa terpana, serta bahagia melihat tingkah kecil Dimas yang sudah membuatnya Diam bagai patung, namum firasatnya sudah berlayar ke mana-mana, "mungkin ini jawaban dari Doa ku tadi" batinnya terlintas sedikit pikiran positif. Namun pikiran Negatifnya yang lebih kuat melekat.


"Aku yakin dia pasti mau bertemu Fira" batin Nisa lagi yang sudah mencium aroma parfum yang tidak biasanya, serta ciuman yang tiba-tiba mendarat di kening nya.

__ADS_1


Walaupun ia sudah mengetahui itu, namun tidak ada wanita yang tidak bahagia melihat suaminya yang tiba-tiba mendaratkan ciuman di keningnya ketika hati yang sedang marah, pasti akan sembuh dengan sendirinya, itu lah yang di rasakan Nisa sekarang walaupun dia tau, ciuman yang sudah mendarat di keningnya di karenakan suaminya yang terlihat sedang bahagia akan menemui wanita yang dia cintai.


Firasat seorang istri memang tidak pernah salah pada suami nya. Dimas memang pergi menemui Fira karena di minta pak Robin untuk memberikan berkas kantor, entah itu berkas apa, Dimas pun tidak begitu ingin tahu.


__ADS_2