
Nisa mencoba, dan ternyata berhasil. Ternyata pola Ponsel Dimas berawalan huruf F, Nisa yakin huruf F berarti "Fira."
setelah ponselnya terbuka, Nisa pun merasa lemas dan kakinya terasa tak kuat menopang tubuhnya, Nisa mencoba menghela napasnya dalam, serta mengatur pernapasannya yang sudah terasa menyempit, rasanya kesulitan untuk menghirup udara segar lagi.
"Astaghfirullahalazim mas, begitu besarnya kah cinta mu pada Fira?" ucap Nisa yang membuatnya hampir meneteskan air mata lagi.
Rasa sakit yang dia dapat setelah mengetahui pola Dimas yang dia beri huruf F, itu benar-benar sangat menyakitkan, hatinya terasa hancur. sebab orang yang sangat dia cintai ternyata mencintai wanita lain. "kamu benar-benar keterlaluan mas" gumam Nisa geram.
......................
"Ooooh, ternyata, pola Hp nya juga di kasih nama Fira ya mas, bagus kamu mas" dengan nada ketus. dengan geramnya Nisa pun membanting ponsel itu kelantai di depan Dimas, serta menginjaknya hingga hancur. melihat Nisa yang terlihat brutal dengan ponselnya, Dimas pun menjadi marah dan menghampiri Nisa
"Apa-apaan kamu membanting hp ku seperti itu" pekiknya dengan keras lalu meraih ponselnya yang sudah dalam keadaan hancur.
__ADS_1
karena merasa sangat marah Dengan cepat Dimas pun menghampiri ponsel Nisa yang masih berada di atas tempat tidur, dia raih lalu membantingnya juga ke lantai serta menginjak nya hingga hancur dengan ekspresi geramnya. Lalu dia membanting barang-barang yang dia jumpai, seperti benda-benda hias yang mudah pecah, yang Nisa punya.
karena belum merasa puas dia pun menghampiri Nisa,
"Puas kamu hah?" pekiknya dengan keras ke arah Nisa.
"Iya aku puas" pekik Nisa juga ke arah Dimas.
"Berani kamu yah membentak aku" ujarnya dengan geram ke arah Nisa, sembari menarik ulur napasnya dengan sangat cepat, Terdengar seperti orang yang selesai dari lari Maraton dengan menempuh jarak sepanjang 42,195 Kilometer dengan mata yang melotot ke arah Nisa.
"Tidak, tidak, tidak aku nggak bisa melakukan itu" sembari menggeleng kepalnya mengakhiri khayalan Buruknya.
"Oh tuhan, apa yang harus aku lakukan,aku takut banget jika Mas Dimas memperlakukan aku seperti itu" Do'a ketakutan Nisa dalam hati.
__ADS_1
"Sabar Nisa, sabar," gumamnya lagi mencoba menenangkan amarahnya, sembari menarik ulur napasnya yang sudah tak beraturan , melihat ponsel Dimas yang masih berada di tangannya, pola yang berawal huruf F itu yang benar-benar membuatnya sangat ingin marah.
"Rasanya aku pengen banting hp mu ini sekarang mas" gumam Nisa geram. Namun hanya gumamnya saja tapi tak bisa dia lakukan. karena pasti Dimas akan sangat marah besar, sebab Dimas pasti tidak akan terima melihat perlawanan Nisa seperti itu.
"Twing" suara pesan masuk dari Fira, yang isinya :
"Mas nanti kita ketemu di kafe aja yah",
Amarah Nisa pun semakin memanas, namun teredam karena terdengar suara langkah Dimas yang sudah ingin memasuki kamar, dengan cepat Nisa meletakkan ponselnya kembali, lalu dia berpura-pura melanjutkan pekerjaannya.
"Ternyata mereka mau ketemuan?" batin Nisa licik, dengan geram dan pikirannya yang sudah berlayar kemana-mana jika Dia memergoki mereka, " Lihat aja nanti, kalau sampai ku melihat kalian berduaan, Aku gampar tu muka mu Fira uh!....." dengan geramnya Nisa mengepal tangannya.
Dimas tidak menyadari bahwa Nisa sudah melihat pesannya, setelah mengganti pakaiannya, dia pun menemui putrinya.
__ADS_1
dengan cepat Nisa pun meraih ponselnya lalu mengirim pesan pada Lisa, untuk meminta bantuan.