Suamiku Selingkuh Dariku

Suamiku Selingkuh Dariku
Nisa yang emosi


__ADS_3

................


Keesokan paginya


Seperti biasa Nisa bangun pagi dan harus membuatkan sarapan untuk suaminya.


Walaupun perasaan kesal di benaknya yang belum bisa ia keluarkan, dan masih tertanam di pikirannya. Nisa masih harus tetap mengurus Dimas walaupun sekarang dia tidak ingin.


Dimas yang bangun pagi langsung menuju meja makan. Melihat masakan yang sudah di hidangkan Nisa.


"Wah! Kamu masak apa?" tanya dimas datar pada Nisa yang sedang membereskan sisa-sisa peralatan yang selesai ia gunakan.


"Sepertinya enak!", gumam Dimas dengan wajah polosnya.


Nisa hanya mendengar. Namun tidak ingin menjawabnya, Nisa mengabaikan pertanyaan Dimas. Dan tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya, Setelah selesai Nisa pun pergi meninggalkan Dimas menuju kamar Haifa.


Melihat perilaku Nisa membuatnya seperti orang bingung, "kenapa dia?" Tanya di benaknya Dimas.


"Haah! Sudah lah, entar juga ia baikan" gumam Dimas yang tidak ingin mau ambil pusing.


Nisa menghampiri putrinya yang masih dengan keadaan tidur pulas. Memandang wajah polos Haifa yang terlihat nyaman dengan tidurnya. Tanpa ada beban sedikit pun. Nisa memandangnya dengan senyum dan rasa sayang. Lalu menghampiri putrinya serta menciumnya.


"Sayang~, kamu buat mama tenang sekarang," Ujar Nisa yang sambil memandang dan menyentuh wajah putrinya,


perasaan Nisa yang membatin kini buyar seketika setelah melihat Haifa Putrinya

__ADS_1


................


"Tumben bu Atin belum datang? biasanya jam segini sudah datang," Gumam Nisa.


Nisa mengambil ponselnya yang berada di kamar. Bermaksud menghubungi Ibu Atin pembantunya. Setelah ia meraih ponselnya, ternyata ada beberapa panggilan dan satu pesan dari bu Atin yang belum terbaca


"Buk Nisa, Saya tidak bisa bekerja hari ini" pesan Bu Atin yang tidak memberi alasannya kenapa?


"Iya Bu Atin, tidak apa-apa" balas Nisa tanpa ingin tahu alasan Bu Atin lalu mengirim pesannya.


Nisa mengirim pesan kepada salah satu teman kerjanya. Bahwa ia tidak bisa masuk kerja hari ini. Setelah Nisa mengirim pesannya Nisa menaruh ponselnya kembali,


Saat Nisa ingin keluar dari kamar Nisa mendengar ponsel dimas yang bergetar.


"Tumben ponselnya tidak di bawa" batin Nisa


Nisa meraih ponselnya, di situ panggilan telepon dari Administrasi,


"Siapa Administrasi?" tanya Nisa di benaknya,


"Haah! Sudah lah mungkin dari kantornya, aku harus memberi tahu Mas Dimas! " ujar Nisa yang pergi menemui Dimas yang sedang sarapan.


"Mas! kamu nggak kerja?" tanya Nisa datar pada Dimas yang sedang menghabiskan sarapannya,


"Nggak!",

__ADS_1


balas Dimas singkat jelas!


"Tadi ponselmu ada panggilan dari Administrasi. " Ujar Nisa sedikit jutek.


"Administrasi? "ujar dimas sedikit terkejut.


Dimas pun langsung sedikit buru-buru pergi mengambil ponselnya.


"Buru-buru sekali" batin Nisa yang melihat Dimas yang sedikit mempercepat langkahnya, tanpa menaruh curiga pada Dimas sedikitpun.


................


Lalu Nisa menghampiri Haifa Putrinya untuk. membangunkannya. Hari ini Nisa menghabiskan waktu bersama putrinya.


Dimas yang hanya duduk manis santai dengan ponsel di tangannya, Tidak melakukan kegiatan atau aktifitas lain. Itu membuat Nisa merasa jengkel. Karena perasaan jengkel itu selalu terngiang di kepala Nisa.


Nisa pun menghampirinya,


"Mas! Ini kan hari libur kita, kamu tidak ingin menghabiskan waktu bersama-sama?" tanya Nisa datar.


"Mas!" panggil Nisa untuk kedua kalinya


"Kamu itu kenapa sih!", ujar dimas cetus


"Nggak bisa lihat aku santai?".

__ADS_1


bentak dimas lalu beranjak dari tempat duduk nya,


__ADS_2