Suamiku Selingkuh Dariku

Suamiku Selingkuh Dariku
Pertanyaan di meja makan


__ADS_3

Adanya itu mas yang di meja, emangnya kamu mau makan apa?" tanya Nisa lembut


"Aku mau makan mie goreng aja, masakin yang enak" perintahnya.


"Tapi mas, itu kan sayurnya enak, kamu nggak suka?" Nisa meyakinkan Dimas untuk makan masakannya.


"Ayam goreng, Sambal goreng udang, Sayur kuah labu"


"Nggak! Masakin aku mie aja!"perintahnya lagi.


"Iya mas tunggu sebentar aku masakin" Nisa menyetujui permintaannya dengan sedikit rasa kesal.


"Uh dasar nyebelin, biasanya juga dia makan tu masakan" gerutu Nisa dalam hati.


Selagi Nisa memasak Dimas bergegas meninggalkan meja makan, ia pergi ke kamar dengan waktu yang cukup lama, entah apa yang dia kerjakan, membuat kecurigaan Nisa muncul.


Pikiran Nisa sudah tidak karuan mengingat ponselnya, yang masih terdapat pesan-pesanya yang belum sempat dia hapus.

__ADS_1


" Duhhh...gimana ya kalau dia mengotak atik hp ku,? mana pesan Diraz belum sempat aku hapus lagi, semoga aja dia nggak menemukan hp ku?" rasa kuatir itu menyelimuti pikirannya sekarang, dadanya terasa kembang kempis tidak karuan tak kala mengingat Dimas akan membaca semua pesan-pesanya.


Sekarang Nisa hanya bisa pasrah, dan ingin segera membuat mie yang dia masak segera matang ia pun menyalakan api kompor dengan api yang besar.


Setelah matang Nisa pun segera menyajikannya di atas meja, dengan tidak sabar dia memanggil Dimas yang berada di kamar.


"Mas Dimas, mas Dimas," teriak Nisa lembut melangkah menuju kamar.


Saat Nisa membuka pintu kamar, Dimas terlebih dulu membukanya.


"Mas Mie mu udah matang, cepat makan entar keburu dingin" ujar Nisa yang berdiri tepat di depan pintu terhalang Dimas yang sudah berdiri di depannya.


Nisa terheran melihat raut wajah datar Dimas, yang sekarang menjadi pertanyaan di benaknya.


"Mas Dimas ngapain ya tadi? apa dia??ha?" Tiba-tiba Nisa teringat ponselnya yang terdapat banyak pesan-pesan Diraz yang belum sempat dia hapus tadi, ia pun mempercepat langkahnya meraih bantal dimana ia menyembunyikan ponselnya.


Namun setelah ia meraih bantal tersebut ternyata ponselnya sudah tidak ada, tapi ia merasa sudah menaruhnya di sini, karena merasa tak percaya ia pun meraih setiap bantal dan guling serta selimut ia sisihkan, Tapi ia tidak menemukan apa-apa.

__ADS_1


Lalu ia telusuri di setiap tempat, Seperti "laci, lemari pakaian," hingga tempat-tempat di mana ia biasa menaruh ponselnya, tetapi tidak juga ia temukan.


Kini ia hanya bisa menghela napasnya dalam, pikirannya tidak lain, Dimas lah yang telah mengambil ponselnya.


Nisa pun tersungkur dengan keadaan Lemas, Lesu, Lunglai tak berdaya, ia merasa kini hidupnya akan hancur saat Dimas melihat semua pesan-pesanya, Dimas pasti akan marah besar padanya, entah apa yang akan Dimas lakukan padanya nanti.


Sekarang ia memikirkan bagaimana cara mendapatkan ponselnya kembali tanpa membuat keributan.


"Huh!" Sesekali ia menghela napas dalam.


Lalu ia mencoba memberanikan dirinya menghampiri Dimas yang berada di meja makan.


Walupun langkahnya terasa berat, dan juga ada sedikit rasa takut kala melihat kemarahan Dimas nanti, namun tidak ada cara lain ia harus meminta ponselnya kembali.


Ia melangkah perlahan namun pasti, Kini sudah terlihat dari kejauhan sosok Dimas yang berada di meja makan, kepalanya tertunduk menikmati Mie goreng yang barusan ia buat.


Terlihat dari kejauhan punggung Dimas yang bersembunyi di balik kursi, semakin ia mendekat semakin rasa takut itu menyelimuti hatinya.

__ADS_1


Jantung terasa dag dig dug tidak karuan, takut jika Dimas akan meneriakinya Nanti, belum lagi jika piring yang berisi Mie itu melayang.


__ADS_2