Suamiku Selingkuh Dariku

Suamiku Selingkuh Dariku
Rindu Nisa


__ADS_3

"Astagfirullah, segitunya kah pandangan Diraz pada ku? ternyata selama ini aku hanyalah di anggap wanita murahan, yang sama saja dengan wanita di luar sana"


Nisa: "Udah dulu ya Raz, aku aku lagi ada kerjaan"


tanpa menunggu jawaban dari Diraz Nisa pun memutuskan panggilan teleponnya.


Ia menghela nafasnya dalam tentunya dengan prasangka nya pasti.


"Aku yakin, kenapa Diraz masih mau berhubungan dengan ku? pasti kerena menginginkan tubuh ku aja! apalagi coba kalau nggak itu.?kalau pun aku sampai berpisah dari mas Dimas, Pasti nggak mudah dia menerima ku sebagai seorang janda! Aku yakin itu. "


Mencoba meyakinkan dirinya sendiri.


......................


Sekarang Nisa mulai membuka lembaran baru, baginya Diraz adalah masa lalu yang harus ia hapus dari hidupnya, kehadiran Diraz ternyata membuatnya sadar, akan cinta Dimas terhadap Fira. Ia yakin Dimas pasti akan melupakan Fira sama Halnya dengan dirinya, melupakan Diraz seiring berjalannya waktu.


Hanya cara itu yang bisa ia lakukan untuk mempertahankan rumah tangganya, ia yakin Allah pasti akan selalu memberinya jalan, selama ia berada di jalan benar. "Perselingkuhan tidak harus di balas dengan perselingkuhan." itu lah yang ia tanamkan dalam dirinya.


......................


Sekarang sudah hampir dua minggu lamanya Dimas pergi keluar kota. Kedatangan Dimas sangat di tunggu-tunggu pastinya.


Nisa yang sudah tidak sabar menunggu kedatangan suaminya pulang. Setiap hari ia selalu bertanya?

__ADS_1


"Mas kapan pulang?"


"Mas aku kangen sama kamu"


Itu lah kata-kata yang selalu ia kirim pada Dimas setiap hari.


Nisa menyambut kedatangan suaminya dengan perasaan baru, ia benar-benar ingin memberikan cintanya hanya untuk suaminya sekarang. Diraz hanya lah masa lalunya yang sekarang sudah tidak ingin ia ingat lagi.


Dimas tiba di rumah pada pukul 10.00 malam, lebih dikit.


"Ting..... tong.... "


"Ting... ting... "


"Ta.... da"


"Assalamualaikum, silahkan masuk" ujar Nisa mempersilahkan layaknya tamu terhormat.


"Kamu kenapa" Tanya Dimas sedikit bingung.


"Nggak papa mas, emangnya kenapa?" jawab Nisa sambil melebarkan senyumnya.


"Hem... "

__ADS_1


Dimas menghela napasnya dalam.


Ia melangkah masuk sambil menderek koper di tangannya.


Nisa pun dengan sigap meraih koper yang di bawa Dimas layaknya pelayan Hotel yang siap mengantar barang bawaan ke kamar yang di tuju.


Nisa benar-benar merasa sangat bahagia saat itu. Ia melayani Dimas dengan sangat baik, Ia tidak ingin menaruh curiga sedikit pun pada Dimas, baginya yang lalu biarlah berlalu, mencoba melupakan serta menerima kenyataan dengan apa yang sudah terjadi selama ini.


"Mas aku kangen banget sama kamu" gumam Nisa sedikit manja, sambil memeluk Dimas dari belakang, saat Dimas beranjak ingin ke luar dari kamar.


"Iya.... iya.. Aku mau mandi dulu! " sahut Dimas ketus karena merasa lelah, sambil mencoba melepaskan pelukan Nisa.


Nisa pun hanya bisa tersenyum memandang kepergian suaminya yang tidak kalah tampan dari Diraz.


Tiba-tiba saja tatapan Nisa tertuju ke koper Dimas yang berada di Hadapannya.


"Aku buka nggak yah?" tanya di benaknya.


"Nggak, aku nggak mau membukanya sebelum mas Dimas yang minta" sahutnya lagi dalam hati.


Namun karena merasa penasaran ia pun meminta ijin terlebih dulu.


"Mas Dimas.....kopernya aku buka yah!" Teriaknya dari dalam.

__ADS_1


"Iya... buka aja" sahut Dimas, suaranya terdengar jauh sudah dari dalam kamar.


__ADS_2