Suamiku Selingkuh Dariku

Suamiku Selingkuh Dariku
Rasa Bersalah


__ADS_3

"Oh yah?" balas Nisa yang berpura-pura tidak tahu. maka disitulah terjadi obrolan mereka.


Tidak berapa lama mereka pun tiba di Bandara (....) mereka Keluar bersama dan melakukan Screening lalu menuju Loket Check In sesuai Maskapai yang mereka tumpangi.


"Oh Tuhan ampuni lah Dosa Ku" Do'a Nisa di setiap langkahnya. Mereka yang berjalan bersama tanpa ada jarak di antara mereka. Diraz yang selalu berada di sampingnya. Membuat Nisa merasa nyaman Karena Nisa memang sedikit tidak mengerti saat di bandara. Untung saja ada Diraz yang sedikit membantu.


Setelah Check In selesai mereka pun menunggu. tidak begitu lama terdengar suara Petugas Pesawat akan keberangkatan Pesawat yang mereka tumpangi, mereka berdua pun Menuju kabin pesawat.


......................


Tidak berapa lama mereka pun tiba. Setelah turun dari Pesawat mereka menuju tempat pengambilan barang.


Melihat Nisa yang menderek kopernya dengan sedikit Lesu karena mabuk udara saat ia berada di pesawat tadi.


Diraz pun meraih koper Nisa dengan sigap.


"Sini biar aku bawa!" ujar Diras dengan sigapnya meraih koper Nisa tanpa ragu.


Nisa tercengang akan sikap Diraz yang tiba-tiba meraih kopernya.

__ADS_1


"Nggak papa Raz biar aku aja, Aku masih Bisa" tolak Nisa dengan perlahan.


"Udah, Nggak papa aku akan mengantar barang mu sampai taksi"


"Ayo!" ajak Diras pada Nisa yang berdiri di belakangnya.


"Taksi mu sudah siap kan?" Tanya Diras dengan lembut.


"iya" jawab Nisa mengangguk.


Karena ibu Evi Sudah menyiapkan segalanya untuk Nisa, jadi Nisa tidak begitu repot harus mengurus taksi kepulangannya.


Nisa tepat berada di belakangnya memandang heran atas perlakuan Diraz yang benar-benar membuatnya tidak bisa berkata apa-apa.


"Mimpi apa aku semalam?" batin Nisa yang membuatnya menghela napas dalam.


Tersimpan perasaan bersalah saat Memandang punggung Diraz yang membuatnya heran. Nisa terpikir akan Suami dan anaknya yang berada di rumah yang sekarang pasti sudah menunggunya saat ini.


"Ampuni aku Tuhan. Jangan hukum aku Biarkan aku bahagian sebentar saja, Walupun aku tahu ini salah." Do'a Nisa ketika memandang punggung Diraz yang tengah menderek kopernya. Ia masih tidak menyangka Seseorang yang dulu pernah sangat ia kagumi hingga sekarang bisa berjalan bersama. Dan bahkan tepat berada di hadapannya, Ini benar-benar keinginan yang selama ini tidak mungkin baginya. dan sekarang menjadi mungkin.

__ADS_1


Terlihat dari kejauhan seorang sopir taksi paru baya yang sudah berdiri di depan pintu taksinya yang terlihat menunggu penumpangnya. Dengan kaca mata hitam yang ia kenakan terlihat mengkilap Dari kejauhan.


"sepertinya itu ciri-ciri sopir taksi yang bu Evi bilang." batin Nisa


"Diras, Itu di sana!" ujar Nisa yang menunjukkan ke arah taksi tersebut.


Mereka pun menghampiri taksi tersebut. dan di sambut dengan ramah oleh pria yang paru baya itu, tidak lain Pak Topan panggilannya. Taksi yang sudah di pesan Bu Evi untuk Nisa.


"Mba Nisa yah," tanya sopir taksi yang paru baya itu pada Nisa.


"iya pak! ini dengan Pak Topan Yah?


tanya Nisa sopan pula, dan sedikit senyum di wajahnya.


"Enggih Mba" jawab Sopir tersebut dengan sopan.


"Masnya juga ya? tanya sopir tersebut pada Diraz saat menyerahkan koper Nisa.


"Nggak pak, saya hanya mengantarkan barangnya saja"

__ADS_1


__ADS_2