Suamiku Selingkuh Dariku

Suamiku Selingkuh Dariku
penyesalan Dimas


__ADS_3

Dimas terdiam menyaksikan Nisa mencari bagian ponselnya yang hilang, terutama saat Nisa berjongkok memandang ponselnya dengan posisi membelakangi dirinya, perasaan bersalah tiba-tiba saja menyelimuti pikirannya, Namun ia masih saja dengan egonya.


"Makannya jangan berani sama suami, gitu kan jadinya"mencoba memberi peringatan pada Nisa.


"Astaghfirullahaladzim," lagi-lagi Nisa mengucap kalimat istighfar mendengar perkataan Dimas yang tidak pernah mau mengakui kesalahannya.


Nisa pun memilih pergi dari hadapan Dimas. Pikirnya, "Percuma saja jika pertengkaran di teruskan, Dimas pasti tidak pernah mau mengaku salah."


Nisa melangkah ke luar menuju kamar Haifa, tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya.


Namun saat Nisa mau keluar kamar, Dimas mencegatnya meminta agar Nisa meneruskan keinginannya, meraih tangan Nisa dan membuatnya terhenti dari langkahnya, sekarang Nisa tepat berada di hadapan Dimas.


"Mau kemana kamu? urusan kita belum selesai, ayo selesaikan! apa yang kamu mau sekarang?"


Nisa memalingkan wajahnya, seakan sudah tidak ingin lagi melihat wajah Dimas yang membuatnya kesel.


Entah apa masih ada kata maaf atau tidak, melihat suaminya saja rasanya sudah tidak ingin lagi saat itu.

__ADS_1


Rasa Benci, Muak, Kesel, Marah, Jijik, semua ia rasakan.


"Astaghfirullahaladzim, apa sih mas!"


Nisa mencoba menyentak genggaman Dimas yang begitu kuat menggenggam tangannya.


"Sudah mas aku nggak mau apa-apa, aku capek bertengkar terus, Hp ku sudah kamu rusak, kamu puas kan sekarang?" tegas Nisa dengan suaranya yang lembut, mimik wajahnya terlihat pasrah, ia mencoba melepaskan genggaman Dimas dari tangannya.


Perlahan Dimas melepaskan genggamannya dan membiarkan Nisa pergi.


Tapi sekarang mau nggak mau ia harus menerima kemarahan istrinya.


Ia pun kembali ke tempat tidur membaringkan tubuhnya, menaruh satu tangannya di atas dahi dan mencoba memejamkan matanya dengan pemikirannya.


Karena merasa tidak bisa tidur, ia pun meraih ponselnya membuka dan mencari tahu status Fira di Wa, sebab ia tahu Fira suka mempublikasikan status dirinya, seperti: Sedang Apa? Di Mana? Bersama Siapa? ia selalu mengabadikannya di Wa.


Nisa yang berada di kamar Haifa dengan tangisnya yang tak bisa ia tahan lagi, kala memandang ponselnya yang sudah rusak, perasaan sakit hati saat mengingat kejadian tadi, membuat air matanya tidak berhenti mengalir.

__ADS_1


Pikirnya, Fira lah yang membuat mereka bertengkar, Ingin rasanya ia memaki Fira melalui telepon saat itu juga, Namun di hati kecilnya tidak bisa, banyak pertimbangan di hatinya, pasti akan ada akibatnya nanti jika ia nekat melakukan itu.


Perasaan itulah yang membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa.


Hanya mengucap kalimat istighfar secara berulang-ulang, itu lah yang bisa ia lakukan sekarang.


"astaghfirullahaladzim, astaghfirullahaladzim, astaghfirullahaladzim, sambil menyentuh dadanya.


Memandang putrinya yang sudah tertidur lelap, membuatnya tak bisa berhenti menangis.


"Nggak, aku nggak boleh terus-terusan menangis" gumamnya sambil menghapus air matanya yang sudah terasa kering.


bukan kah kita tidak di perbolehkan bersedih dan menangis berlebihan" batinnya berkata


Nisa pun mengambil Wudhu, Melakukan sholat malam/ Tahajud, sebenarnya ini tidak sering ia lakukan tapi karena keadaan pikirannya yang sedang tidak karuan baginya ini lah jalan satu- satunya yang harus ia lakukan, ia berharap semoga Allah memberikan petunjuk padanya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2