Suamiku Selingkuh Dariku

Suamiku Selingkuh Dariku
Pertemuan dengan Fira.


__ADS_3

Permainan mereka sebelum tidurnya ialah, menghapal setiap jari-jari, mulai dari jempol hingga kelingking. Jika Haifa melakukan kesalahan saat menyebutkannya, maka ia akan tertawa Cekikikan dan pasti akan mengulangnya kembali, itu lah yang mereka lakukan berulang-ulang, sehingga Haifa kini merasa sangat lelah, dan tidak berapa lama Haifa pun akhirnya tidur lelap, senyum bahagia kini terpancar di wajahnya setelah membuat putrinya tidur.


"Ternyata bahagia itu sederhana, melihat kamu tidur seperti ini saja mama bahagia sayang," gumamnya lalu mendaratkan ciumannya di kening serta pipi yang mungil itu.


"Terima kasih tuhan, engkau telah mengirim kan malaikat kecil untuk ku" menatap wajah putrinya dengan kelopak matanya yang sudah penuh dengan air mata, kini air mata bahagia mengalir membasahi pipinya. dan sesekali ia tersenyum. Tiba-tiba tangis bahagia pun sirna setelah teringat Dimas suaminya, ia pun segera menghapus air matanya serta menyudahi tangisnya. lalu pergi ke kamar untuk mengambil ponselnya. bermaksud menghubungi Dimas, dengan perasaan bahagia. itulah anehnya pemikiran Nisa, dia seorang yang mudah lupa dengan amarahnya, yang ada hanyalah rasa bahagianya saat ini. Namun perasaan ragu kini menyelimuti pikiran nya,


"Aku telpon mas Dimas apa nggak ya? hem...atau aku chat aja?" sambil mondar mandar mandir nggak jelas, dengan ponsel di tangannya, dan akhirnya ia memutuskan untuk tidak menghubungi Dimas.


......................


Di tengah perjalanan Dimas menuju rumah fira, tiba-tiba telponnya berbunyi.


Aku adalah lelaki yang tak pernah lelah, mencari wanita 🎼🎼 berulang-ulang nada ponsel Dimas berbunyi.

__ADS_1


Panggilan dari Fira, Dimas pun dengan segera mengangkatnya.


"Ya, ini saya masih di jalan, sebentar lagi nyampe" bicaranya yang sedikit, grogi.


"Iya mas, saya tunggu di Kafe aja ya Mas , kebetulan saya di Kafe ni sama teman." ujar Fira yang dengan sengaja memberi tahu keberadaannya di Kafe, itulah lah rencana Fira, agar ia bisa bertemu Dengan Dimas. dengan Dimas membawa berkas Mungkin tidak akan ada yang curiga jika ada seseorang yang melihat mereka.


"Oh gitu ya, oke, nanti share look aja ya tempat nya ya!" pinta Dimas


Fira pun mengirim pesan lokasi tempat dimana Ia berada.


Setelah menerima pesan dari Fira, Dimas pun sedikit kesal memandang layar ponselnya, serta gerutunya,


"Hah....dasar Ni kamu "fare" kenapa nggak bilang dari tadi, bikin susah aja." ejek Dimas.

__ADS_1


Kata "fare" julukan Dimas untuk Fira, yang sebenarnya Fira pun tidak tahu, jika Dimas memberi julukan namanya seperti itu.


Tidak berapa lama Dimas pun tiba di sebuah kafe yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.


Sebelum ia menemui Fira, ia pun bercermin terlebih dulu merapikan rambutnya di Spion Mobil, dengan tingkahnya yang soCool.


"Wah ternyata aku ganteng juga" gumamnya menyunggingkan bibirnya.


Setelah itu ia pun pergi menemui Fira, dengan menghela napasnya dalam, bagaimana tidak, pertemuan dengan fira membuatnya sedikit grogi. dia pun mulai berjalan dengan menenteng berkas di tangannya, setelah sampai ia pun langsung menemukan sosok Fira yang duduk sendiri dengan ponsel di tangannya. kebetulan pengunjungnya tidak terlalu banyak saat itu, jadi membuatnya lebih mudah mengenali Fira.


"Maaf ya menunggu lama, ini berkasnya" ujar Dimas menyodorkan berkas tersebut ke arah Fira.


Fira pun meraih berkas tersebut, lalu membuka nya, sehelai demi helai kertas ia lihat.

__ADS_1


__ADS_2