Suamiku Selingkuh Dariku

Suamiku Selingkuh Dariku
persiapan Nisa


__ADS_3

Dimas tidak menyadari bahwa Nisa sudah melihat pesannya, setelah mengganti pakaiannya, dia pun menemui putrinya.


dengan cepat Nisa pun meraih ponselnya lalu mengirim pesan pada Lisa, untuk meminta bantuan.


Nisa : "Lis, kamu dimana, bisa bantu aku nggak" 😣


Lisa : "Iya Nis, kenapa? aku di rumah aja ko' lagi nyantai. "


Nisa : "bagus lah kalau gitu, bantuin aku melabrak Mas Dimas ketemuan sama perempuan gatel yah? "😡😡


Lisa : " Hahaha Kamu serius Nis, aku nggak yakin"🤣


Nisa : " Iya, masa aku bohong sih? "


Lisa : " Masa sih! yang benar kamu?" 😏😏


Nisa : "Aku serius Lis, untuk ini aku berkata jujur, udah deh kamu mau nemani aku apa nggak sih?" 😔


Lisa : " Oke deh kalo gitu, kamu tenang aja, pasti aku bantuin, aku juga sudah geram dengarnya, kapan Kita berangkatnya? sekarang yah?"🏃‍♀️🏃‍♀️

__ADS_1


Nisa : "Entar dong Lis, aku juga harus nyiapin Haifa dulu, Bu atin nggak bekerja hari ini, entar ku Wa yah? "


Lisa : "Oke cepat yah, udah nggak sabar Nih! " 😠


Setelah selesai mengirim pesan pada Lisa, Nisa pun menemui Haifa putrinya untuk segera bersiap-siap, namun ternyata Haifa sedang bersama Ayahnya. Dimas menemani Haifa yang sedang bermain di ruang tamu dengan ponsel di tangannya.


Mata Nisa melotot dari kejauhan dengan pemikirannya


"Kenapa dia belum berangkat juga yah?" tanda tanya di benaknya,


"Ya ampun aku lupa, mereka mau ke kafe mana yah?" tiba- tiba Nisa teringat bahwa dia tidak tahu tujuan mereka nantinya.


......................


"Mas kamu mau kemana sih," tanya Nisa lembut dengan ekspresinya.


"Mau keluar," jawabnya datar namun masih saja terus fokus pada ponselnya.


Nisa memandang ke arah Dimas dengan pemikirannya,

__ADS_1


"Aku yakin pasti mereka masih merencanakan pertemuannya dimana? tapi gimana caranya aku bisa tahu mereka ingin bertemu di mana?" dengan tatapan penuh tanda tanya, dengan pemikirannya.


"Mas kamu keluar kemana sih?" tanya Nisa lembut.


"Aku mau keluar sama teman, kenapa?"


"Yah aku pengen tau aja mas, aku kan istri kamu, siapa tau aja nanti ibu tiba-tiba nanya, kamu di mana, terus aku jawab apa dong, entar di kira kita berantem lagi, aku nggak mau buat ibu kepikiran mas, setidaknya aku juga harus tau kamu pergi kemana" jelas Nisa dengan melas yang benar-benar membuat Dimas percaya dan berkata jujur, Dimas merasa Nisa tidak akan pernah tau jika dia keluar untuk bertemu fira.


"Aku mau ke Cafe yang persimpangan jalan sana" jawab Dimas jujur.


"Oh gitu ya mas" ujar Nisa dengan sinis nya dan pemikiran Liciknya,


Dimas berkata jujur tanpa menaruh curiga sedikitpun.


"Tapi aku nggak tau sih! siapa tau aja nggak jadi ke tempat itu" ujar Dimas lagi dengan jujur.


"Oh gitu ya mas, kenapa nggak di tempat itu aja mas, padahal di situ makanannya enak-enak lho mas" dengan sikapnya yang sedikit manja, Nisa pun mencoba meyakinkan bahwa dia pernah ke tempat itu,agar Dimas tidak pergi ke tempat lain, padahal apa yang dia ucapkan tak seperti kebenarannya.


"Terus kalau kalian nggak jadi ke tempat itu, lalu mau ke Cafe mana mas? " tanya Nisa ingin tahu tanpa membuat Dimas curiga, Nisa berharap semoga Dimas tidak mencari tempat lain, karena akan mempersulit pencarian mereka nantinya.

__ADS_1


__ADS_2