Suamiku Selingkuh Dariku

Suamiku Selingkuh Dariku
Tangis Nisa


__ADS_3

"aku nggak papa, udah deh kamu nggak usah berlebihan, sana! temani haifa bermain ,perintah Dimas lembut sembari mendorong Nisa perlahan menjauh darinya.


Nisa yang hanya bisa menghela napasnya dalam dan pergi meninggalkan Dimas.


"Aku tau Mas apa yang ada di pikiran mu. Pasti wanita itu kan?" batin Nisa sembari menyentuh dadanya sebab menahan rasa kesal yang membuat dadanya terasa sakit.


......................


Dua hari kemudian. Dimas terlihat murung dan tidak bergairah dia terlihat lesu seperti orang yang sudah kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya.


Setelah seharian menghabiskan waktunya di kantor. Dimas tiba di rumah dengan keadaan terlihat sangat lelah.


Melihat wajah Dimas yang terlihat lesu, perasaan iba muncul di benak Nisa.


"Mas kamu pasti belum makan yah?" tanya Nisa lembut dan senyum pada Dimas yang tengah melepas seragamnya.

__ADS_1


"Ya!" jawab Dimas singkat tanpa menoleh.


"Aku siapin yah?"


Lagi-lagi ucapan singkat yang Nisa Dengar


"Ya!"


"Oke!" ujar Nisa bergegas menuju dapur, sambil menghela napasnya.


Selesai makan malam merekapun kembali ke kamar untuk beristirahat sambil menyalakan televisi.


"Mas kamu kenapa sih akhir-akhir ini diam terus, kamu mikirin apa?


tanya Nisa sedikit ketus pada Dimas yang sedang fokus pada ponselnya.

__ADS_1


"Biasa aja, kamu aja yang terlalu Sensitif" balas Dimas dengan ketus pula.


"Kamu mikirin wanita itu lagi ya Mas?" tanya Nisa lagi dengan nada lembut dan sedikit menggodanya. Namun Dimas tidak terpengaruh dengan kelembutan Nisa ia langsung sontak bicara keras pada Nisa.


"Kamu itu kenapa sih! Senang yah cari masalah? Kenapa wanita itu terus yang kamu bahas, Apa nggak ada yang lain? Aku capek harus bahas itu terus" bentak Dimas dengan suara keras sehingga membuat Nisa tergidik


Akibat Asumsinya yang berlebihan, Membuatnya bicara yang bukan-bukan


"Iya! Aku memang suka membahas wanita itu. Karena dia kamu berubah! kamu suka yah Mas sama dia? Atau kamu sudah cinta-cinta an? sudah sejauh mana hubungan kalian?" ocehan yang Nisa lontarkan dengan suara keras pula.


"Iya aku suka. Aku juga "Cinta" sama dia. Puas kamu!" balas Dimas dengan suara keras lalu beranjak dari tempatnya.


dengan langkah kakinya yang begitu cepat Menghampiri benda-benda yang ia jumpai dan membantingnya dengan sangat keras seperti "Laci" dan "pintu Lemari." ia mengambil kunci mobil dan pergi entah kemana, dengan mengenakan suweater hitamnya.


Perkataan Dimas membuat Nisa terdiam membisu, tubuhnya kaku bagai patung kata-kata Dimas terdengar bagai petir yang keras menggelegar , rasa sakit hati, kecewa yang Nisa rasakan saat ini membuat air mata mengalir dengan tiba-tiba.

__ADS_1


"Apa yang sudah aku Dengar mas? kenapa kamu mencintai wanita lain? Ya tuhan berikan aku ke ikhlas an , Bagaimana mungkin mas Dimas mencintai wanita lain" batin Nisa yang terus saja membuat air matanya jatuh.


tangis nya memecah keheningan malam, terdengar rintihan dan isak tangisnya malam itu, bantal dan guling yang hanya menjadi saksi bisu atas kesedihannya Nisa melepaskan semua kekesalan dan rasa kecewanya hanya dengan air mata dengan isak tangisnya, ia tertidur dengan keadaan air mata yang terus saja membasahi pipinya.


__ADS_2